Kajian Sharim Al-battar | Dalil Hadist Mengenai Keberadaan Sihir | bag 2

in aceh •  4 months ago


2.Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu,dari Nabi ia bersabda :

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ

Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan!”. Mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah dan apa saja dosa-dosa yang membinasakan itu?” Beliau berkata: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah Allah haramkan melainkan dengan cara yang dibenarkan, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling (lari) pada hari pertempuran dan menuduh wanita yang beriman, yang suci, yang menjaga kehormatannya dengan tuduhan berbuat zina“[1]

Fokus :

Fokus pada hadist di atas bahwa Nabi memerintahkan kita untuk menjauhi sihir,dan jelaslah bahwa sihir itu termasuk dosa besar yang dapat membinasakan.Hadist ini menunjukkan bahwa sihir itu hakikat (benar adanya) bukan khurafat (mitos).

3.Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma ia berkata bahwa Rasulullah bersabda :

مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ سِحْرٍ زَادَ مَا زَادَ

“Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.”[2]

Fokus:

Fokus hadist di atas bahwa Nabi menjelaskan salah satu cara belajar sihir agar orang muslim dapat berhati-hati.Dan ini menjadi dalil bahwa sihir merupakan ilmu yang dapat di pelajari.dan juga yang menjadi dalil bahwa sihir merupakan ilmu adalah firman Allah :

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

"Mereka belajar dari keduanya apa yang bisa memisah seorang suami dengan istrinya"

Maka jelaslah bahwa sihir itu merupakan sebuah ilmu yang sama seperti ilmu-ilmu yang lain yang memiliki dasar-dasarnya.Namun Ayat Al-quran dan Hadist mencela belajar ilmu sihir.

4.Dari 'Imran bin Hushain radhiyallhu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَرَ أَوْ سُحِرَ لَهُ وَمَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

"Bukan dari golongan kami, orang yang percaya kepada nasib sial dan yang minta diramal tentang nasib sialnya atau yang melakukan praktek dukun dan yang didukuni atau yang menyihir atau yang meminta bantuan sihir, dan barang siapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir pada apa yang diturunkan kepada Muhammad"[3]

Fokus:

Bahwa Nabi melarang sihir dan mengunjungi penyihir,dan Nabi tidak melarang kecuali kepada sesuatu yang maujud dan memiliki hakikat.(sebagai bukti sihir itu ada).

5.Dari Abu Musa Al-'asy'ariy radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah bersabda:

لا يدخل الجنة مدمن خمر ولا مؤمن بسحر ولا قاطع رحم

Tidak masuk surga pecandu khamr, tidak juga orang yang membenarkan sihir, tidak juga orang yang memutus silaturahim”[4]

Makna Hadist:

Tiga orang yang tidak masuk surga kecuali setelah di 'azab dineraka ketika sudah suci dari dosa-dosa dan maksiat mereka :

  1. مدمن خمر : Maksudnya peminum khamr yang selalu meminumnya (pecandu khamr)
  2. مؤمن بسحر : Orang yang meyakini bahwa pengaruh sihir merupakan dari diri sihir,bukan dari qudrah dan iradah Allah.
  3. قاطع رحيم : Orang yang menjauhi kerabat-kerabatnya,dia tidak menyambungnya dan tidak mengunjunginya.
Fokus:

Bahwa Nabi melarang untuk meyakini pengaruh sihir merupakan dari diri sihir itu sendiri,sesungguhnya orang yang beriman wajib meyakini bahwa sihir dan selainnya tidak dapat memberi pengaruh kecuali dengan iradah Allah

وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

"Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah."

6.Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'nhu berkata :

من أتى عرافا أو ساحرا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد

"Barangsiapa yang mendatangi peramal atau penyihir atau dukun,lalu dia membenarkan apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang di turunkan kepada Muhammad"[5]


Foot Note:
  1. HR Al-bukhari dan Muslim
  2. HR Abu Daud dan Ibnu Majah
  3. HR Al-bazzar
  4. HR Ibnu Hiban
  5. HR Al-bazzar

Kurikulum :
  1. Muqaddimah Bag 1
  2. Muqaddimah Bag 2
  3. Defenisi Sihir
  4. Sekelumit Cara Penyihir Untuk Mendekatkan Diri Kepada Syaitan
  5. Dalil Al-quran Mengenai Keberadaan Jin dan Syaitan
  6. Dalil Hadist Mengenai Keberadaan Jin dan Syaitan
  7. Dalil Al-quran Mengenai Keberadaan Sihir
  8. Dalil Hadist Mengenai Keberadaan Sihir | Bag 1

 


Posted from my blog with SteemPress : https://rhampagoe.000webhostapp.com/2018/09/kajian-sharim-al-battar-dalil-hadist-mengenai-keberadaan-sihir-bag-2

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Nice read. I leave an upvote for this article thumbsup