Cerpen : Entah Kapan Ini Pertanyaan Terjawab

in steempress •  14 days ago


Cerita Mukidi tentang laki-laki yang menyerahkan seluruh hartanya pada seorang pengemis itu telah membuat Alif semakin bingung. Alif terus membujuk, ingin tahu alasan laki-laki tersebut.

Mukidi malah menjawab pendek “Tanya aja kepada laki-laki itu, siapa tahu dia akan memberi tahumu alasannya”

Sia-sia saja jika terus memaksanya. Toh memang sudah menjadi kebiasa Mukidi membuat bingung siapapun yang mendengar statement dan cerita dari Mukidi. Sebenarnya itu bukanlah sepenuhnya kesalahan Mukidi. Memang mereka saja yang lebih senang bertanya langsung tanpa mau berusaha sedikit saja untuk berpikir mencari tahu maksud dari statement atau cerita Mukidi.

Mukidi dan Alif berjalan bersisian menuju ladang ayah Alif. kebun itu agak jauh dari rumah Alif. Setelah melewati datu dua rumah warga desa Harapan dan setelahnya beberapa ladang dan kebun warga akhirnya mereka sampai di kebun ayah Alif.



Source

Ketika mereka sampai di kebun. Ayah Alif sedang beristirahat di jambo setelah hampir seharian membersihkan dan merawat kebun dan tanaman di kebun. Jika kalian pergi ke sawah atau kebun, kalian akan menemukan gubuk itu hampir di setiap sawah dan kebun. Jambo tersebut memang di buat khusus sebagai tempat untuk beristirahat sejenak dan menjadi tempat menyimpat berbagai macam hal, makanan, air minum dan lain-lain.

“Assalamu’alaikum. Pak syahdan” Mukidi menyapa.

“Wa’alaikum salam Mukidi” Pak Syahdan menjawab pendek.

Ada gerangan apa ini kalian kemari? Biasanya kalian malah lebih senang bermain bola dari pada kemari ke kebun. Jangankan untuk pergi suka rela. Ketika di minta untuk ke kebun untuk membantu hal-hal ringan yang bisa di kerjakan saja, malas minta ampun. Akan di penuhi alasan-alasan. Sedang tidak enak badan lah. Kecapean baru pulang sekolahh lah dan sebagainya. Seperi Alif tu. Pak Syahdan menyindir Alif yang selalu membuat ribuan alasan ketika di minta untuk membantunya di sawah.

Mukidi menyikut lengan kawannya “Ayooo Alif jangan males aja yang rajin. Sesekali harus benar-benar rajin. Tertawa melihat kawanya yang menunduk dalam.

Oleh karenanya, Batallah Alif menceritakan tujuannya yang tak sabaran bertemu dengan ayahnya terkait pertanyaan besar yang ingin segera mendapatkan jawaban dari ayahnya.

Note :Ini merupakan bagian cerita yang ke 7. Untuk membaca cerita sebelumnya silhakan di baca postingan-postingan sebelumnya



Posted from my blog with Steempresshttps://asrusteem.000webhostapp.com/2019/01/cerpen-entah-kapan-ini-pertanyaan-terjawab
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!