Unfinished Biography - Setnov Buang Angin Depan Cermin

in indonesia •  10 months ago

image
Ilustrasi oleh @marxause


Cerita sebelumnya: Ahad malam, pekan ketiga, bulan sembilan, tahun ayam api adalah waktu pertama sekali Setnov menyadari bahwa neraka memang benar-benar ada. Tidak hanya di akhirat nanti, tapi gatal yang dialaminya secara tiba-tiba, dua atau tiga milimeter di atas liang duburnya adalah sebentuk neraka dunia yang kini diyakininya. Neraka gatal yang membuatnya tak bisa tidur semalaman. Yang membuatnya mesti menggosok-gosokkan pantatnya di tiang rumah, di sudut meja makan, atau tempat-tempat yang pantas lainnya, yang dianggapnya bisa meredakan rasa gatal, persis seperti keledai kena lecut ekor ikan pari yang jalan terpingkal-pingkal mencari pohon-pohon berduri. Perihal kejadian ini, ada baiknya kau baca urut pertamanya di sini.


SETNOV TERBANGUN pada siang Isnin. Setelah mengucek-ucek matanya, ia menemukan dirinya meringkuk di ruang belakang, di bawah meja makan. Ia masih memakai seragam santai malam harinya, baju oblong merk Swan Brand, yang didatangkan langsung dari China. Bangkit dari ringkukannya, Setnov baru menyadari ia sudah tak lagi memakai celana gombrong seperti biasa ia pakai sewaktu hendak tidur. Kecuali sebuah kancut masih siap sedia menutupi organ vital di persimpangan pangkal pahanya. Yang jika kau lihat bentuk gundukannya, kau akan berasumsi, senjata pusaka Setnov bukanlah jenis senjata yang mampu mencapai kedalaman liang-liang surga dunia.

Demi melihat dirinya tinggal berkancut itulah, akhirnya Setnov benar-benar sadar tentang apa yang dialaminya semalam. Kenapa ia terbangun di bawah meja makan? Pikirannya yang sudah lebih segar langsung menjawabnya dengan sigap. Dan kini ia tengah berdiri di depan cermin besar dalam kamarnya. Dipelorotnya kancut sampai lutut, hingga senjatanya yang sudah kau asumsikan bagaimana keampuhannya dalam menggali liang-liang surga dunia tadi, tampak terkulai ringkih serupa ulat bulu yang mendekam kekenyangan setelah melahap sedahan penuh dedaunan. Setnov mengarahkan bokongnya ke muka cermin.

Setnov bergidik. Tak ada kata lain untuk menggambarkan kengeriannya demi melihat penampakan buah pantatnya sendiri di cermin. Gatal yang menerakakan dirinya semalam memang telah reda sejak pukul 06.22 pagi tadi. Tapi neraka itu menyisakan jejak yang sungguh membuatnya terlibat dalam kesan trauma yang amat sangat.

"Oh Tuhan! Kenapa bisa sampai begini?" Tanya Setnov pada Tuhan dengan suara setengah gumaman.

Seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia dekatkan lagi bokongnya ke depan cermin. Jelaslah kini. Belahan pantatnya lebam di sana sini, membuat warna kulitnya yang putih pucat jadi belang-belang merah. Di gundukan teratasnya bahkan tampak kulit pantatnya aus, seperti akan mengelupas, dan alir darah di bawahnya seperti menggumpal membentuk lajur merah hati kehitam-hitaman. Tapi yang paling kentara dari jejak merah kehitam-hitaman itu terdapat di ujung jurang yang membelah bongkahan pantatnya. Ada gurat tegak membentuk garis imajiner menyambung garis belahan pantatnya yang asli, seakan menjadi perekam tentang apa yang sudah berlaku semalaman. Ia merabanya garis imajiner itu. Lantas mendesis. Perih.

Ia dekatkan sedikit lagi pantatnya hingga hampir menyentuh kaca cermin yang dingin. Sementara memendam kephobiaannya terhadap lubang dubur, ia memejam mata saat menguak pelan-pelan belahan atas pantatnya demi menemukan titik awal garis imajiner tadi. Setnov berpikir di titik mula garis itulah barangkali bersarang suatu benda atau makhluk yang membuat pantatnya berdenyut semalam suntuk. Sembari dua tangannya menahan bukaan belahan itu, ia arahkan jari telunjuk kirinya dengan perlahan menyusuri lembabnya alur dangkal tak jauh di atas lubang pembuangannya. Tapi jari telunjuk yang bertindak serupa jarum timbangan bekas itu, tak jua menemukan apa-apa yang mencurigakan.

Setnov melakukan itu dengan menungging. Pemandangan alam keseluruhan dunia pantatnya ia lihat jelas meski dari posisi terbalik.

Sejenak ia menikmati pemandangan alam bawah tubuhnya yang kini sedang berada di atas batang lehernya. Ia melihat bongkahan pantat yang sering diagung-agungkan istrinya, dan entah bagaimana ia jadi curiga pada sanjungan bahwa pantatnya adalah sesempurna pantat yang pernah ada. Di sana ia lihat jelas suluran jurang hitam di tengahnya yang berakhir pada dua kantung bola berkerut, serupa karet kena sengat panas. Di pangkal dua kantung bola itulah mengakar senjata pusakanya, yang diawal telah kau asumsikan; bukanlah jenis senjata yang bisa diandalkan untuk menyelami liang-liang terdalam surga dunia.

Dengan posisi menungging begitu, perut Setnov bertekuk dalam lipatan yang menyesakkan. Sedari tadi ia menahan napas menyebabkan angin dalam lambungnya tiba-tiba bergemuruh. Berputar-putar, seperti mencari jalan untuk segera keluar dari pengapnya langit-langit lambung. Ketika mendapati satu usus serupa pipa yang berujung pada lubang pembuangan yang tengah menga-nga oleh karena posisinya yang masih menungging. Mereka berebutan untuk menghambur keluar. Tak ayal angin-angin itu saling tabrakan tepat di muka pintu keluar hingga mengeluarkan bunyi letupan yang membuat Setnov sendiri terperanjat.

Bunyi letupan dari bibir duburnya cukup membuat Setnov sadar dan mengakhiri pencarian musabab kegatalannya semalam. Ia berdiri tegak kembali. Masih sambil meraba bongkahan pantatnya dengan tangan kanan sementara tangan kirinya berusaha meredakan ayunan kantung bola tempat senjatanya mengakar, ia lihat kaca cerminnya sudah sedikit mengabur di bagian mana lubang duburnya tadi menganga, yang menyuarakan letupan kecil ketika angin busuk dalam lambungnya berhamburan keluar.

Ada uap yang membeku di bagian cermin itu. Serupa uap nafas yang sengaja kau hembus di kaca. Juga tak lebih sama dengan uap air panas ketika kau mandi di kamar hotel yang hinggap di sebujur cermin, yang ketika hendak berkaca kau mesti menghapusnya dengan telapak tangan atau tisu. Itu uap dari anginnya tadi.

Lantas Setnov membungkuk dan sembari mendengus-dengus, ia amati uap itu dengan seksama. Ia raba bagian cermin beruap dengan telunjuknya seperti anak kecil yang setelah menghembusi kaca jendela lalu menulis kata-kata di atasnya. Tiba-tiba ia seperti mendapati suatu keriangan yang dimiliki bocah ketika diberikan gula-gula. Setnov terkekeh girang, dan dalam beberapa jenak ke depan ia jadi lupa atas penderitaannya semalam. Juga lupa kalau kancutnya masih tersangkut di batok lututnya, sementara kantung bola di selangkangannya kembali berayun-ayun oleh getaran ketawanya, meski getaran itu tak sanggup membangunkan ulat bulu yang tidur di tengah-tengahnya.

"Oh Tuhan. Aku jadi punya cara bagaimana menangkap kentut hari ini. Terima kasih, Tuhan. Esok akan kubikin teka-teki untuk semua anak buahku. Siapa yang bisa menangkap kentutnya sendiri akan kuberi hadiah. Yang tak tahu caranya, akan kusuruh jilat kentutku yang serupa ini sebagai ganjaran atas kedunguan mereka. Terima kasih atas ilham-Mu ini, Tuhan," gumam Setnov sambil terus terkekeh-kekeh seorang diri.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

@alchemage has voted on behalf of @minnowpond.
If you would like to recieve upvotes from minnowponds team on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond.

            To receive an upvote send 0.25 SBD to @minnowpond with your posts url as the memo
            To receive an reSteem send 0.75 SBD to @minnowpond with your posts url as the memo
            To receive an upvote and a reSteem send 1.00SBD to @minnowpond with your posts url as the memo

Bertussss

·

Beulagee pabrek mercon kali ny

Sudah selesai? Bali memang sumber inspirasi...cerita sebagus ini tak akan lahir kalau cuma duduk di tepi kali, melihat kantor Kodam yang tak kunjung dibongkar...

·

Golom selesai, bang. Rencana jadilah semacam novel SETNOV, an unfinished biography. Outline besar jih kana. Sinoe kucicil bacut-bacut. Cuma enteuk pasti payah neu pasoe masukan dari droeneuh. Hehehe...
Nyoe kana di nanggroe. Pajan watee ta meukupi beh. Kupakat dek @zeds enteuk.

Setnov di eksploitasi melebihi dari tagar apapun di semesta twitter. Meledak meletup.

·

Ada banyak Setnov di dunia, bung @senja.jingga. hahaha.. tapi sayang juga setnov yg di twitter hilang kabar begitu saja. Itu sebabnya di steemit harus kita jaga ianya sampai kapan pun. Begitu kira-kira.

Eksploitatif dan mahahoax

·

Nama Setnov harus selalu mengapung dalam peredaran. Jangan biarkan ia tenggelam, bagaimana pun caranya, meski dengan cara mahahoax. 😁😁

·
·

Hahaaaa...

Permainan kata yang keren sehingga membentuk satu kesatuan kalimat yang menghasilkan cerita sebegitu bagus.
Mantap lah mas @bookrak ini

·

Trimakasih banyak mbak @ririn

Ilon meukeunong tat bak 'bunyi letupan', lagee preet meunan sang sue jih.

·

Nyan jeut bayangkan kiban