Bunga merak dan manfaatnya
Selamat siang sahabat steemian, dimanapun anda berada salam sejahtera untuk kita semua Semoga kita semua selalu berada dalam keadaan sehat selalu, dan selalu berfikir positif serta dijauhkan dari hal yang tidak baik tentunya ya ..
Hari terus berjalan begitu juga dengan berbagai aktifitas ku yang sangat padat hari ini karena pada puasa ke 6 ini kami sekeluarga ingin pulang kampung untuk berbuka puasa bersama dengan keluarga dan berbagai kegiatan pun saya kerjakan agar tidak menjadi pikiran nanti saat kami berlibur disana untuk beberapa hari kedepan. Dan singkat saja hari ini saya ingin memperlihatkan bunga cantik yang sering disebut bunga merak . Berikut foto dan manfaat yang terkandung pada bunga tersebut
Kembang merak adalah tanaman asli dari Asia dan Afrika. Selain indah, tanaman ini juga mempunyai khasiat yang banyak, misalnya sebagai obat untuk menstruasi yang tidak lancar, mata merah, diare, sariawan, perut kembung dan kejang panas pada anak. Misalnya untuk diare, kulit batang kembang merak ditumbuk hingga halus kemudian diseduh dengan air hangat. Meskipun begitu, wanita hamil tidak boleh menggunakan kembang merak sebagai obat.
Bunga merak ini mempunyai bagian-bagian yang kompleks seperti kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Dilihat dari alat generatifnya, bunga kembang merak adalah bunga sempurna karena memiliki benang sari dan putik.
Kembang merak memiliki bentuk bunga yang bisa dibilang cukup unik dan menarik berbentuk rasemosa serta berwarna merah atau kuning. Bunga ini memiliki jenis kelamin yang biseksual dan memiliki bunga yang disertai dengan calix 5 dan corolla 5.
Bunga merak merupakan bunga majemuk dengan karangan bunga berbentuk tandan (racemus) yang terletak pada ujung batang, bunga merak termasuk biseksualis atau disebut pula bunga banci. Bersimetri aktinomorf. Perhiasan bunganya terdiri atas kelopak dan mahkota yang jumlahnya masing-masing lima buah dan saling berlepasan.
Selain sebagai obat, kembang merak juga dapat membunuh serangga karena adanya hidrogen sianid (gas beracun) yang dimilikinya. Tumbuhan ini bisa kita jumpai di taman-taman atau perkarangan rumah sebagai tanaman hias.
Kandungan kimia yang dimiliki oleh kembang ini cukup banyak, yakni tanin, gallic acid, resin, zat merah dan benzoic acid. Pada daunnya terkandung alkaloid, saponin, tanin, glucoside, dan calcium oksalat. Sementara pada kulit kayunya terkandung plumbagin, lumbagol, tanin, zat samak, alkaloid, saponin, dan calcium oksalat. Perbanyakkan tanaman ini biasanya dilakukan dengan menggunakan bijinya.
Batang Sunting
Tumbuhan ini merupakan perdu yang mempunyai tinggi 2-4 meter serta mempunyai banyak cabang. Kayunya berwarna putih dan padat.
Daun Sunting
Daunnya sendiri merupakan daun majemuk yang mempunyai bentuk meyirip genap serta ganda dua dengan 4-12 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang, berujung bulat, pangkal menyempit, tepi rata, dan permukaan atas berwarna hijau, sedang permukaan bawahnya berwarna hijau kebiruan dengan panjang 1-3,5 cm dan lebar 0,5-1,5 cm. Pada malam hari daun akan menguncup.
Bunga Sunting
Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang panjangnya 15-50 cm, warnaya merah atau kuning. Mahkota bunganya bisa mengalami metamorfosis menjadi tabung mahkota.
Buah Sunting
Adapun buah dari kembang merak adalah kacang polong yang bentuknya pipih dengan panjang 6-12 cm dan lebar 1,5 cm berisi 1-8 biji yang bisa kita makan. Buah yang sudah tua akan berwarna hitam.
Tanaman kembang merak memiliki akar yang berbeda dari tanaman yang lainnya. Jika pada umumnya akar tanaman berwarna hitam, akar kembang merak ini berwarna merah, berbentuk bulat dan tidak terlalu panjang. Akar kembang merak termasuk pada akar yang radix prima atau akar tunggang.
Bunga kembang merak memiliki rasa manis, tawar, dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada bunga kembang merak, diantaranya tanin, gallic acid, resin, zat merah, dan benzoic acid. Pada daunnya terkandung alkaloid, saponin, tanin, glucoside, dan calcium oksalat. Sementara pada kulit kayu terkandung plumbagin, lumbagol, tanin, zat samak, alkaloid, saponin, dan kalsium oksalat. Efek farmakologis yang dimiliki oleh bunga kembang merak, di antaranya, rnelancarkan sirkulasi darah dari haid, abortivurn, dan emenagogum. Selain itu, kulit kayu kembang merak mempunyai efek kelat dan berfungsi sebagai peluruh haid.
Bagian yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Bunga, daun, dan kulit akar kembang merak dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit sebagai berikut.
Diare akut
Tumbuk halus 5 g kering atau 10 g segar kulit batang kembang merak, lalu seduh dengan 100 cc air panas dan minum dua kali sehari.
Hepatitis
Rebus 30 g daun kembang merak dan 30 g daun serut (Streblus asper Lour.) dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring, lalu minum saat hangat dua kali sehari masing-masing 1 gelas.
Kejang panas pada anak
Cuci bersih 5 kuntum bunga kembang merak, ¼ genggam daun kembang merak, 3 jari akar kembang merak, dan 3 jari kulit batang kembang merak. Tumbuk halus semua bahan lalu tambahkan air garam secukupnya. Gunakan untuk menggosok leher, punggung, dan kaki anak.
Panas
Seduh 5 g kering atau 20 g segar bunga kembang merak dengan 1 gelas air panas. Minum air seduhan saat hangat.
Perut kembang
Tumbuk halus daun kembang merak, alang-alang, dan bawang putih secukupnya sampai menjadi bubur. Balurkan campuran bahan pada perut sebagai obat luar.
Sariawan
Rebus 30 g daun kembang merak dengan 4 gelas air sampai mendidih, lalu gunakan untuk berkumur.
Saya rasa sampai disini dulu, sampai bertemu di postingan saya selanjutnya, foto ini saya ambil menggunakan camera hand phone Oppo Reno 5 dengan suasana alam yang indah di area pedesaan tempat tinggal saya di Geudong, sekian dulu salam saya @Moly.gomes