Trip Part 2, Mengenang Durian Luar Daerah, Rumput Tetangga Lebih Subur

in steempress •  3 months ago

Setelah sebelumnya postingan mencari Durian ke Aceh Utara yang berakhir sampe pagi hari di sebuah SPBU yang TERLHALHU mengecewakan penonton semuanya yang bisa steemians review disini https://steemit.com/steempress/@ojaatjeh/-3lo21rmfhc, selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke daerah yang ingin kami tuju yaitu Buloh Blang Ara.

IMG_20180731_072038

Bukannya aku tidak pernah menapaki kawasan tersebut (tapi ada benarnya juga karena waktu itu aku pakai sepatu) dan masih pagi yang sangat buta aku jadi seperti dalam lirik sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Group Band Kuburan yaitu Lupa-lupa Ingat. Solusi yang keluar akhirnya, karena jaman sudah now yang penting paket quota internet masih betah aku membuka aplikasi yang disediakan gratis (aplikasi gratis, hp ga yaa).

Yaa, Google Map adalah solusinya dengan mengatakan keyword Buloh Blang Ara, kemudian berbalaskan suara wanita (pacar semua orang) itu, dan mengatakan bahwa kami akan menempuh perjalanan sekitar 8 km lagi dengan dugaan waktu 11 menit dan kami diarahkan menuju ke jalan Elak. Jalan yang berbukit, naik turun hingga akhirnya kami sampai di tujuan setelah sempat juga menanyakan pada orang yang lagi nyantai di sebuah warung kampung.

IMG_20180731_074609

Setelah menunaikan shalat subuh di sebuah Mushalla yang berada di pasar Buloh, selanjutnya kami menuju warung kopi yang bersebrangan jalan dengan Mushalla tersebut. Sang owner warung yang juga sebagai KopiTendernya cukuplah ramah dengan kami, karena kebetulan juga kami adalah pelanggan pertama pada pagi hari itu. Bincang-bincang kamipun mengalir dengan deras (ha-ha-ha) dan beberapa kali tertawa lepas yang seolah-olah kami sudah sangat lama saling mengenal.

Dan akupun mulai mengeluarkan jurus Cakologi yang tidak mengusik sang owner warkop, dia mendengarkan dengan antusiasnya. Setelah ilmu Cakologi ku pergi, bapak itupun menjawab dan menjelaskan panjang lebar yang membuat kami berbalik keadaan antusiasnya.

Tepat jam 07.00 WIB, kami meninggalkan warkop dan pamitan sama owner-nya. Selanjutnya kami menuju ke bukit yang ataupun perkebunan Durian yang arahnya telah dijelaskan oleh si bapak owner warkop tadi, termasuk bagaimana cara dan transaksinya akan tetapi si bapak tidak mengetahui harga hari itu karena harga yang fluktuatif dan kompetitif (bukan sok dengan bahasa tersebut, karena akupun tak tahu artinya) dan kata-kata itu aku kutip sang sang owner.

Sebelum mencapai desa terakhir yang di jelaskan tadi, kami melewati banyak kebun-kebun durian dan yang paling dahsyat adalah pemandangan yang sangat memukau air liur yang membuat *Tijoh Igoe* lebih tinggi lagi dari *Tijoh Ie Babah*, yaitu pemandangan kebun rambutan yang sedang merah-merahnya dan daun hijaunya tidak seberapa lagi kelihatan karena tertupi oleh buahnya yang sangat lebat. Sampai kepikiran akan mencoba menanyakan harganya itu karena sangking nikmatnya pemandangan apalagi bisa mencicipi rambutan tersebut. Temanku tidak terkecoh dengan omonganku, bahwa aku akan mencoba menanyakan harga jual rambutan itu, dia hanya bergumam sambil matanya celingak-celinguk seperti maling ayam dan akupun tahu apa yang membuat kepalanya mutiara kiri kanan. Karena sepanjang jalan yang beraspal tersebut banyak tumbuh pohon durian dan juga rambutan. Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 3 km itu, akhirnya sampailah kami di tempat yang sang owner warkop katakan tadi. Aku memarkirkan mobil disebuah toko yang masih dengan kontruksi setengah permanen itu yang letaknya sudah lebih tinggi jalan dengan bangunannya. Kehidupan sudah sangat ramai di pasar itu, di dominasi oleh kendaraan roda dua yang kebanyakan memakai ban cangkul dan memakai raga yang terbuat dari rotan yang sudah bisa ditebak itu adalah punya para pemilik kebun yang akan mudah berlalu lalang ke kebun walaupun kondisi hujan. Kabetulan pada pagi hari itu hujan tidak turun, tetapi sehari sebelumnya hujan deras turun di pegunungan.

Kami turun, sambil melihat-lihat system yang digunakan di daerah itu karena beda daerah maka akan berbeda pula tata caranya. Dan ternyata dugaanku banyak benarnya tentang cara dagang disitu. Ketika kami sedang duduk dan memperhatikan orang-orang atau kenderaan lalu lalang, datanglah sebuah motor yang penuh dengan durian di atas sadel motornya. Sontak yang lagi nyantai bangun serentak seperti ada yang mengkomandoi nya dan mendekati sang pemilik durian yang baru turun dari kebunnya. Aku yang belum penasaran dengan system pembelian disitu tidak beranjak dari tempat dudukku, akan tetapi temanku beranjak dan juga ikut nimbrung dengan mereka. Aku hanya melihat dari jarak yang tidak terlalu jauh dengan tempat transaksi dipinggir jalan tersebut.

Temanku kembali tempat duduknya dan kulihat raut wajahnya agak mengerut dan memberikan kode memalingkan muka ke arah segerombolan agen-agen durian itu, satu kata terucap darinya "mahal" dan aku hanya terdiam saja mendengar ucapan teman ini. "Berapa memangnya", tanyaku. "System tidak Poh rata dan agak berbeda dengan tempat kita" jawabnya.



Posted from my blog with SteemPress : https://meu-eu2temprehcit.000webhostapp.com/trip-part-2-mengenang-durian-luar-daerah-rumput-tetangga-lebih-subur/
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Nyo katroh bak part seru! Happy makan duren

·

Hahahahaaa.... To be continued cit beh ..

·
·

Hhehehe...apalagi saya ada dalam part itu (makan duren),dak jeut chit beu continue sabe😂

·
·
·

Man peu tajak u Sawang ? 085261997999. Nyan telp/wa lon.

·
·
·
·

Get bang , Insyaallah watei na pre bak mita raseuki lon telpon droeneuh.

Congratulations You Got Upvote
& Your Content Also Will Got Curation From

  • Community Coalition

Thanks for using #Steemprees

IndonesiaPhillipinesArab
@sevenfingers@steemph.antipolo@arabsteem
·

Thanks very much @sevenfingers

Posted using Partiko Android

Halo @ojaatjeh, terima kasih telah menulis konten yang kreatif! Garuda telah menghampiri tulisanmu dan diberi penghargaan oleh @the-garuda. The Garuda adalah semua tentang konten kreatif di blockchain seperti yang kamu posting. Gunakan tag indonesia dan garudakita untuk memudahkan kami menemukan tulisanmu.Tetap menghadirkan konten kreatif ya, Steem On!

·

Terima kasih banyak @the-garuda, tambah semangat lagi ni.

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by ojaatjeh from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.