Don't Be Brokenheart With Steemit | Jangan Patah Hati di Steemit |

in #steemit3 years ago


Source

Since getting to know Steemit a year ago, I immediately do @promo-steem to many quarters: journalist, lecturer, organizer of the election, the students, and the general public. That time there has been no @promo-steem and @steem-ambassador. Not even like now that always make the postings when doing @promo-steem, I rarely make a posting about an attempt to introduce Steemit to the various circles. Only for @promo-steem large-scale only. In fact, the discussion of Steemit almost every day we do together with the students.

Seen to back, I found a wide response to the presence of Steemit platform. There is a direct trust and create an account (with or without guide), disputing with a critical (from which source of reward, if not fraud, and so on). There are no confidence at all and do not create an account until now — for a variety of reasons such as how difficult, not as many as other platforms like FB, or find the silence in Steemit due to a lack of attention from the companions even though it has join the many communities.

There are writers who've fallen a lot in various mass media, there are some of my best friends that have high durability against pressure and failure, but no visible excitement and his persistent in Steemit. They easily wither and go with a broken heart.

Perhaps you also often find people who quickly gutted in Steemit, though indeed it's not their character. This condition is proved, we need a different effort to be able to survive in Steemit. The main difficulty is sometimes not on technical problems, but rather to find ways of keeping the motivation remains on high level.

Recently made two or three posts and find a different reality to what is experienced by another person or different from what they had heard, immediately decided to quit. Their broken hearts with Steemit and return to the old lover, FB, Twitter, or the other. They judge the Steemit or judge yourself and feel your luck is not in Steemit. They failed to find pleasure-the pleasure in Steemit already found someone else, and it's not always matter.

There are still plenty of other pleasures in a Steemit not only the Steem and Steem Dollars, that I often said. The process to find the pleasure that's what to look for with continued to make postings, read other people's postings and comments, as well as conducting other activities in Steemit as do many people.

Indirect Love grows because we don't often get in touch with Steemit. You should often with him despite the fact that sometimes you face did not match expectations. Love that takes the process although falling in love at the first sight.

Although so far it is still not able to find pleasure in Steemit as you find on other platforms, go ahead pelase. Climbing up to the Summit were tiring, sometimes face the challenge that you don't like. But when you do not want to through these difficulties, you will not be able to see the beautiful sunrise from the peak of the mountain. Just go through the process until You feel the love grew gradually.

I feel grateful for this has never been brokenheart by Steemit does not match reality even though many dreams. Occasionally complain too, and it's inhumane. But when the love was already growing, then the longing towards Steemit also came after several hours of leave.

Half of my heart keep questions; whether this love persists when other platforms accept me with resignation and a servitude no limit? I think, the time will give me the answer. []



Source


Jangan Patah Hati Dengan Steemit

Sejak mengenal Steemit setahun lalu, saya langsung melakukan @promo-steem kepada berbagai kalangan: jurnalis, dosen, penyelenggara pemilu, mahasiswa, dan masyarakat umum. Waktu itu belum ada @promo-steem dan @steem-ambassador. Bahkan tidak seperti sekarang yang selalu membuat postingan ketika melakukan @promo-steem, saat itu saya jarang membuat postingan tentang upaya memperkenalkan Steemit kepada berbagai kalangan. Hanya untuk kegiatan @promo-steem berskala besar saja. Padahal, diskusi tentang Steemit hampir setiap hari kami lakukan bersama para mahasiswa.

Melihat kembali ke belakang, saya menemukan berbagai respon terhadap kehadiran platform Steemit. Ada yang langsung percaya dan membuat akun (dengan atau tanpa panduan), ada yang mempertanyakan dengan kritis (dari mana sumber reward, apakah bukan penipuan, dan sebagainya). Ada yang tidak percaya sama sekali dan tidak membuat akun sampai sekarang—pun dengan berbagai alasan seperti caranya sulit, tidak seramai platform lain seperti FB, atau menemukan kesunyian di Steemit karena rendahnya perhatian dari para sahabat meski sudah bergabung dengan banyak komunitas.

Ada penulis yang sudah jatuh banyak di berbagai media massa, ada beberapa sahabat saya yang memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan dan kegagalan, tetapi tidak terlihat semangat dan kegigihannya di Steemit. Mereka mudah layu dan pergi dengan hati yang patah.

Barangkali Anda juga sering menemukan orang yang cepat patah hati di Steemit, meski sesungguhnya itu bukan karakter mereka. Kondisi ini membuktikan, kita butuh effort berbeda untuk bisa survive di Steemit. Terkadang kesulitan utama bukan pada masalah teknis, melainkan menemukan cara menjaga motivasi tetap pada level tinggi.

Baru membuat dua atau tiga postingan dan menemukan kenyataan yang berbeda dengan apa yang dialami orang lain atau berbeda dengan apa yang mereka dengar, langsung memutuskan untuk berhenti. Mereka patah hati dengan Steemit dan kembali kepada kekasih lama, FB, Twitter, atau yang lain. Mereka menghakimi Steemit atau menghakimi diri sendiri dan merasa peruntungan bukan di Steemit. Mereka gagal menemukan kenikmatan-kenikmatan di Steemit yang sudah ditemukan orang lain, dan itu tidak selamanya materi.

Masih banyak kenikmatan lain di Steemit yang bukan hanya Steem dan Steem Dollars, itu sering saya katakana. Proses untuk menemukan kenikmatan itulah yang harus dicari dengan terus membuat postingan, membaca postingan orang lain dan memberi komentar, serta melakukan kegiatan lain di Steemit seperti yang dilakukan banyak orang.

Cinta tidak langsung tumbuh karena kita tidak sering bersentuhan dengan Steemit. Anda harus sering bersamanya meski terkadang kenyataan yang Anda hadapi tidak sesuai harapan. Cinta itu butuh proses meski ada juga yang falling in love at the first sight.

Meski sejauh ini masih belum bisa menemukan kenikmatan di Steemit sebagaimana yang Anda temukan di platform lain, jalanilah saja dulu. Pendakian sampai ke puncak itu memang melelahkan, terkadang menghadapi tantangan yang tidak Anda sukai. Tapi bila tidak mau melalui kesulitan-kesulitan tersebut, Anda tidak akan bisa melihat indahnya matahari terbit dari puncak gunung. Lalui saja proses ini sampai Anda merasakan cinta tumbuh secara perlahan.

Saya merasa bersyukur selama ini belum pernah patah hati dengan Steemit meski banyak kenyataan tak sesuai impian. Sesekali mengeluh juga, dan itu manusiawi. Namun ketika cinta itu sudah tumbuh, maka kerinduan terhadap Steemit juga datang setelah beberapa jam meninggalkannya.

Separuh hati saya tetap menyimpan pertanyaan; apakah cinta ini tetap ada ketika platform lain menerima saya dengan kepasrahan dan penghambaan yang tiada tara? Saya pikir, waktulah yang menjawabnya.[]



Source


Badge_@ayi.png


follow_ayijufridar.gif

Sort:  

SETUJU BANG!!!!

cinta, rindu dan engharapan sangat erat kaitannya. kalau kita cinta dengan steemit kita butuh komitmen untuk melakukan effort, karena cinta bukan hanya menerima sebgaiamana inpian setiap steemian saat bergabung dnegan steemit berharap bisa meraup upvote dan reward. memang tak dapat dipungkiri dan dinafikkan, namun kita harus ingat kalau kita bergabung dengan steemit untuk berkaca. maksud saya kita jadi tahu seberapa bernas nya kita dalam melakukan fungsi kreator content.
saya baru bergabung dengan steemit dengan berbagai kebodiohan dan kurang awarenya saya sehingga sudah ikut menikmati bagaimana sunyi hati ini saat membuka steemit tanpa ada respon, upvote dan mengalami bagaimaana kita melampaui jatah bandwith, flag, serta mengalami downvote.
Kalau saya menyerah tentu saya akan menjadi pecundang besar. maka saya teguhkan tekad. disteemit kita hampir sama di facebook, ada jempol keatas, ada jempol kebawah. tapi yang steemit lebih punya penghargaan dalam kreasi maupun kurasi..
yang saya lakukan terus berbenah dan berbenah hingga suatu saat bisa memanen hasil
SEKALI MENGIBARKAN LAYAR, PANTANG SURUT KE BELAKANG.

Lalui semua proses dengan senang hati @rokhani. Kalau memasang target ketat di Steemit, harus memiliki daya tahan yang luar biasa karena tekanan sangat tinggi. Lebih baik menikmati setiap tahapan secara perlahan tetapi pasti, karena membutuhkan napas panjang di @steemit. Semoga sukses @rokhani.

Aamin Bang. ya saya juga nikmati saja. kaya orang mancing butuh kesabaran ada kalanya dapat teri ada kalnya tawes, nila lele atau yang lain kalau berharap ya berharap tapi saya juga ytdak mau terlalu berharap hingga akhirnya tiarap. saya mohon support sebagaimana anak kecil yang baru berlatih berjalan bang..butuh rambatan agar bisa berjalan tegak dan siap dilepas berjalan sendiri.

Anggap saja kita bersenang-senang di Steemit seperti halnya di FB @rokhani. Kalau dapat Steem dan SBD di @steemit, itu adalah bonus.

Bereh bang,,,jatuh hati dulu sama steemit, ,ntar cinta steemit akan di balas dengan dolar. Hehehe

Kalau sudah jatuh hati, kita tidak perah lelah apa pun hasil sementara di @steemit. Menurut saya begitu @jaibaru.

Nyan betoi cut bang, nyoe lon kasemangat lom.
Salam kupi pancong

Persistent struggle is the way to go for all Steemians and especially newbies.

pantang menyererah bg @ayijufridar
hehehehe

Sangat menginspirasi kanda...
Mohon saran dan bimbingan nya.
Thanks aduen.

Tulisan yang sangat men inspirasi,terus berkarya.

Maka support dari orang2 seperti bg Ayo sangat dibutuhkan...hmm

Menyoe ka patah ta curu ih bang biar bisa kokoh lagi..hahha

#tetap-semangat😁

Kadang rasa bosan itu datang, walau kita sudah berusaha untuk mengabaikannya, karena cinta di steemit bukan antara blog dan user, tapi antara aku, kau dan dia.

Bosan itu manusiawi bang namun jika berselancar di steemit dan mengunjungi akun sesuai hobi menyaksikan steemian menyajikan konten tentu akan lebih terasa mengasyikkan

Jujur saja, aku masuk steemit beberapa hari lalu ibarat melakukan nikah buta. Jangankan untuk mencintai , mengenali steemit saja masih dalam level yg masih dangat terbatas, baru aekedar kulitnya.
Memang aku mulai googling soal steemit sejak beberapa bulan terakhir secara sambil lalu. Mulai agak serius sebulan terakhir, tapi yang kurasakan adalah aku tidak akan bisa sepenuhnya memahami steemit jika aku tidak menikahinya.
So, hari ini aku sedang belajar mencintai steemit, dan berharap tidak keburu patah hati sebelum cinta yang swsungguhmya hadir, hehehe..

Semangat bang biar nikahnya disertai walimah dan kebahagiaanpun terunggah

Hahahahaha. Benar sekali @ghufroncholid.

Bang @izuddin-idris tidak perlu mencari di Google tentang @steemit. Baca saja FAQ di sisi kanan layar laptop. Bang @izuddin-idris kiik garis tiga dan ada FAQ di sana. Semua informasia ada di sana.

Sangat bergizi catatan bang @ayijufridar sebuah upaya berstamina tinggi untuk mengajak bangkit dari keterpurukan bersteemit. Ada hal lain yang ditawarkan selain steem dan sbd yakni kreativitas maka bersteemitlah dengan riang barangkali ini simpulan yang saya dapat dari tulisan bang @ayijufridar

Coin Marketplace

STEEM 1.20
TRX 0.16
JST 0.171
BTC 63160.35
ETH 2512.50
BNB 529.95
SBD 9.03