Dukun VS Caleg
Source
Menurut saya semua caleg itu dukun, dengar lah kalau dia berkampanye, "Dukun lah saya" 😂
Dulu kita begitu mengagung-agungkan Steemit, tapi lihat apa yang terjadi sekarang, banyak yang hilang dan vakum membuat postingan, ah sudah lah, saya malas membahasnya, saya akan langsung ke topik bahasan saya hari ini, yaitu membahas tentang caleg vs dukun.

Source
Baiklah ! Bicara tentang dukun dan caleg, saya akan bercerita terlebih dulu tentang dukun. Terus terang, saya harusnya jadi orang yang percaya sama dukun. Saya dulu pakek dukun juga untuk pemilihan ketua OSIS di sekolah. Karena begini, untuk orang-orang yang umurnya sudah 50 tahun ke atas, prestasi menjadi calon legislatif, itu adalah sesuatu yang membanggakan.
Tapi buat kami anak-anak SMP, bisa jadi ketua OSIS adalah sesuatu yang tidak bisa kami lupakan, di usia remaja kami yang lagi hotnya. Dari pengalaman ini saya belajar dapat satu kesimpulan, bahwa memang benar kalau manusia itu tempatnya salah ya. Jadi sepintar-pintarnya dukun itu, pasti ada salahnya juga.

Source
Tapi waktu itu saya berhasil jadi ketua OSIS, ibu saya sampai bikin syukuran, yaitu syukuran selama empat hari. Karena saya berhasil jadi ketua OSIS. Akhirnya saya kunjungi dukun, saya di kasih susuk, tapi susuknya salah, di kasih susuk kuda liar. Jadi semenjak itu, saya masuk ke satu perkumpulan, persatuan anti dukun, dan gembongnya (Party Dugem).
Sebenarnya yang lebih praktis sekarang, kalau dukun itu harus laku, harus bermain dengan caleg. Sekarang ada juga hipnopraktis, yaitu hipno politik. Hipno politik itu adalah menghipnotis pemilih, jadi jari tangannya di gerakkan agar mencoblos caleg, misalnya caleg itu anda. Kan banyak sekarang, di acara-acara tv orang di hipnotis, itu dia ngomong apa yang tersimpan dalam hatinya.
Itu kita kalau kita mau menerapkan hipno politik, itu akan lebih efektif, karena tidak perlu kemenyan, kembang mangga, tidak perlu malam nggak tidur. Itu mudah di pelajari, jadi begitu ada kampanye, mereka langsung di hipnotis. Sebenarnya ini masalah yang sangat penting, karena kehadiran dukun-dukun ini sudah tidak bisa di toleransi.
Tapi kita juga tidak menyalahkan orang-orang yang memilih jasa dukun ini. Memang profesi dukun ini menurut saya saya keren, tatapi dukun ini juga tidak bisa masuk ke dunia ke politik, tanpa ada keinginan para caleg, calon legislatif yang memanfa'atkan jasa dukun, di kampanye misalnya.
Caleg-caleg selama ini kita lihat, mereka pasang poster-poster di pohon. Ini sebenarnya tidak bisa di lakukan di Indonesia timur. Karena di sana masih banyak yang tinggal di pohon, dan itu bahaya. Biasanya dalam praktek perdukunan itu selalu melibatkan yang namanya makhluk gaib. Ada jin, setan, segala macam. Nah, setan ada 3 kategori sebenarnya dalam mitologi gaib.
Yang pertama itu setan biasa. Itu biasanya setan yang di rantai pada bulan puasa, dan dia akan pergi kabur kalau di bacain ayat-ayat kursi.
Yang kedua setan kebal. Yaitu setan yang baru lari kalau kita lempar dengan kursi. Jadi maksudnya kita sudah bacain ayat kursi, tapi dia masih tetap gitu, kita lempar pakek kursi, pasti marah yang punya kursi, setannya pindah berarti.
Yang ketiga setan super. Yaitu setan yang paling takut kehilangan kursi😁
Nah, kemudian dalam hal praktek perdukunan, itu juga biasanya klien itu mengikuti beberapa ritual khusus, tergantung dari apa yang di tuju oleh klien tersebut. Kalau klien itu menjadi anggota DPR, dia akan mengikuti ritual D-P-R tiap berjam-jam, misalnya seperti semedi gitu. Jadi di ritual ini penting, agar kelak kalau dia jadi anggota DPR, dia akan diam dalam sidang. Masyarakat diam aja, nggak ada tindakannya, itu "D".
Kemudian "P", yaitu prihatin. Misalnya bbm naik, prihatin. Hanya prihatin nggak ada tindakan.
Kemudian "R", yaitu ribut. Kalau dia terpilih jadi anggota DPR nanti, kalau nggak dapat proyek, dia siap untuk ribut. Namanya juga dukun, saya bikin singkatan.
Yang pertama "D": Di percayai, katanya bisa bawa kekayaan.
Yang kedua "U": Untungnya katanya juta-jutaan, bahkan milyaran.
Yang ketiga "K": Kepastian janjinya belum tentu.
Yang ke empat "U": Untuk itulah dia sering menjual janji.
Yang kelima "N": Nah itulah si dukun nyebelin.
Kalau melihat dari namanya dukun, dukun itu sebetulnya adalah, "Duduk tekun". Orang yang mempelajari ilmu secara batiniah, dia memang duduk tekun mempelajarinya. Kalau di jelasin sama ahli dukunnya, itu memang bisa di pelajari secara ilmiah. Tapi kalau kita lihat tentang dari sudut pandang ahli gaib, itu sampai benda-benda besar itu bisa sampai hilang. Kalau lihat kejadian-kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu, yaitu pesawat MH-370.
Itu di Malaysia sana, sudah ada pernyataan dari seorang dukun terkenal, yaitu dari dukun kenamaan Malaysia, Datuk Maha Guru Ibrahim Nejub, dia percaya kalau percaya kalau pesawat itu du bajak oleh peri dan elang. Tapi kalau kita lihat lagi perdukunan aja ya ? Dalam percintaan aja, sering banget, "Cinta di tolak, dukun bertindak" dan "Cinta di terima, dukun beranak", ya kan ?
Kalau kita ngomongin soal caleg, kalau mereka sudah mencoba untuk mempercayai yang namanya perdukunan, tapi alirannya aliran negatif, bisa jadi nanti akan seperti ini, "Caleg kepepet di tolak, santet yang bertindak", itu ngerinya. Yang paling benar itu kalau dukun, ** ketik reg, spasi, uang, kirim ke nomor bapak loe, ** itu 90% berhasil😂
Nah, jadi dukun itu sering juga di sebut orang pintar, tapi kita harus berhati-hati memilih orang pintar, jangan sembarangan. Orang pintar itu ada ciri-cirinya, yaitu dia suka menolak minum angin, tapi kalau orang pintar minumnya tolak angin. Pesan saya untuk para caleg, Jadi apapun yang terjadi, misalkan kalau anda terpilih nanti, ada satu kata kunci, "Pemimpin sejati menepati janji, bukan berjanji untuk mendapatkan empati, dan setelah itu ringan hati untuk ingkar janji", pemimpin yang amanat, tidak khianat.
Untuk seorang yang mencalonkan dirinya, berarti dia harus Pe-De. maksudnya, dia punya keyakinan kalau dia bisa membawa kebaikan untuk kita masyarakat. Tapi sekarang ada dua PD, PD percaya diri, atau percaya dukun ? Karena kalau dia percaya dukun, berarti dia akan sibuk mendengarkan bisikan-bisikan gaib, suara-suara gaib. Jangan sampai terlalu sibuk dengar suara gaib, jadi lupa dengar suara rakyat kecil.
Jadi kesimpulannya, silahkan bernafsi-nafsi, dan semua itu tergantung masyarakatnya aja. Calegnya terserah, itu percaya dukun atau tidak, terserah mereka, yaitu pilihan mereka untuk mencari jalan. Untuk masyarakat Indonesia, lihat caleg anda, pilih caleg yang memberi bukti, bukan janji.
Itu aja, semoga bermanfa'at, sekian dan terimakasih, Salam Steemian Indonesia💫
~Keep Writing~
Salam Sahabat Inspiratif


Hello midiagam!
Congratulations! This post has been randomly Resteemed! For a chance to get more of your content resteemed join the Steem Engine Team
Thanks for using eSteem!
Your post has been voted as a part of eSteem encouragement program. Keep up the good work! Install Android, iOS Mobile app or Windows, Mac, Linux Surfer app, if you haven't already!
Learn more: https://esteem.app
Join our discord: https://discord.gg/8eHupPq