Alasan Jangan Merayakan Pergantian Tahun Baru, Berikut Sejarahnya

in indonesia •  18 days ago

Kembali lagi bersama saya, bagaimana kabar anda hari ini, saya berharap semua dalam keadaan baik-baik saja, tanpa kurang satu apapun. Baiklah, hari ini kita telah memasuki tahun baru 2019, tentunya umur juga bertambah. Seharusnya dengan bertambahnya umur, kita juga menjadi manusia yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.
![image]()
[Source](https://pixabay.com/id/malam-tahun-baru-hari-tahun-baru-3865292/)

Tapi saya tidak akan membahas soal umur, jadi saya akan coba berkisah tentang sejarah perayaan tahun baru yang mungkin ada beberapa dari kita yang ikut merayakannya pada detik-detik pergantian tahun semalam. Jujur ya, saya itu tidak pernah suka, atau merayakan pergantian tahun baru masehi, karena saya punya alasan sendiri. Dan di postingan ini, saya mengungkapkan alasan, kenapa saya tidak suka merayakan pergantian tahun baru, dan sejarahnya.

Mohon ma'af, tahun baru ini misalnya, tahun baru. Januari itu dewa janus, jadi dewa janus lahir di Januari. Nah, dewa janus ini di katakan dalam legenda romawi gitu ya, itu di katakan wajahnya dua. Satu menghadap ke depan, satu lagi menghadap ke belakang. Maksudnya menghadap ke masa lalu, menghadap ke depan adalah menghadap ke masa depan.


image
Source

Nah, setelah berjalan setahun gitu kan, ganti wajah. Dia ganti wajah, wajah baru. Maka di simbolkan orang udah berjalan bungkuk, tua, ganti baik. Jadi, berarti apa ? Yang merayakan tahun baru ini, berarti mitologi Yunani, dia pakai dong, jatuhnya musyrik juga. Itukan ada di tv mancanegara, kita lihat, saat detik-detik pergantian tahun, mereka lihat jam, yang kemudian udah kurang 1 menit, dari jam 12, sebelum teng...teng...teng bunyi jam, semua klakson, terompet di bunyikan.

Nah mereka ini kemudian, remaja, anak muda, orang dewasa, si opa, oma, sudah tua, terus gitu masuk, kemudian teng...teng...teng, gitu, ganti. Inikan sebuah simbol pergantian tahun, dan luar biasanya malam tahun baru selalu di rayakan oleh umat Islam, ikut-ikutan merayakan malam tahun baru. Terus, padahal ini yang keterlaluan, ya kan. padahal umat Islam punya tahun baru sendiri, memangnya umat Islam nggak punya tahun baru sendiri, sampai harus merayakan tahun baru masehi.


image
Source

Dulu yang di sebutkan dua pertiga dunia itu Islam ketika berjaya, mereka ikut menikmati, merayakan. Loh, sekarang kok di balik kan, malah ada orang Islam ikut menikmati tahun mereka, ini gimana ini ? Terus, ikut pakai topi Sanbenito, topi kerucut gitu kan. Nah, ini mohon ma'af, inikan topi Sanbenito itu adalah topi orang-orang Islam yang di paksa murtad pada zaman Islam Isabella dan Ferdiand.

Terus di bujuk lah oleh para serdadu atas perintah Isabella, karena kan bagaimana bisa membedakan bahwa mereka ini sudah murtad, ikut kita atau masuk Islam, gitu. Jadi yang ikut kita harus pakai topi kerucut, sementara mereka bebas, tapi hidup. Tapi setelah muslim Andalusia itu di bantai, akhirnya mereka pun di giring, di tangkapin dan di ikat, lalu di giring ke lembaga pengadilan oleh serdadu untuk eksekusi. Terus mereka di vonis, di vonis apa ? Di bakar hidup-hidup. Apa alasannya mereka di vonis gitu ? Alasannya adalah,

"Kamu dulu pengkhianat agama mu, sekarang apa jaminan bahwa sekarang kamu tidak mengkhianati agama kami" (Ratu Isabella)


image
Source

Jadi bagi pengkhianat agama, hukumannya adalah di bakar hidup-hidup. Nah, itu akhirnya mati juga, mati dalam keadaan kafir. Maka oleh sebab itu, kita sebagai umat Islam yang beriman, tidak seharusnya ikut merayakan pergantian tahun, karena itu bukan budaya Islam, dan juga bertentangan dengan agama. Lagian kita kan punya tahun baru sendiri untuk merayakannya, yaitu tahun baru Islam.

Jadi atas dasar inilah saya paling anti merayakan pergantian tahun, lebih bagus kita isi malam pergantian tahun dengan banyak-banyak berzikir, meminta ampun kepada Allah, atas dosa-dosa kita yang lalu, dan menjadi manusia yang lebih baik saat ini dan seterusnya, sampai ajal menjemput.

Demikianlah pembahasan hari ini, tentang sejarah perayaan pergantian tahun baru, semoga menjadi renungan buat saya pribadi, dan harapannya bermanfa'at bagi kita semua.

Salam Steemian Indonesia💫

~Keep Writing~

image

Salam Sahabat Inspiratif

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Thanks for using eSteem!
Your post has been voted as a part of eSteem encouragement program. Keep up the good work! Install Android, iOS Mobile app or Windows, Mac, Linux Surfer app, if you haven't already!
Learn more: https://esteem.app
Join our discord: https://discord.gg/8eHupPq

Congratulations @midiagam! You have completed the following achievement on the Steem blockchain and have been rewarded with new badge(s) :

You made more than 2000 comments. Your next target is to reach 2500 comments.

Click here to view your Board
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word STOP

To support your work, I also upvoted your post!

Support SteemitBoard's project! Vote for its witness and get one more award!