Horornya Jadi Guru Honor

in #indonesia3 years ago

Horor nya Jadi Guru Honor

image

Jujur saja menjadi guru honor memang makan hati, setiap hari datang ke sekolah untuk berbakti demi mencerdaskan anak bangsa.
Beda sekolah beda cerita, kengerian menjadi guru bakti di sekolah pun beda- beda, demi satu impian dan pengharapan 'pemutihan' yang entah kapan maka seorang anak manusia rela menua di satu sekolah dengan status 'honor', horor bukan.




Secara logika saja, untuk merobah kasta seorang guru dari guru honor menjadi pegawai tidak lah seperti yg Bapak Ibu bayangkan, 10 tahun honor pasti 'akan' ada pangangkatan, 25 tahun pengabdian pasti 'akan' di angkat dari kasta honor menjadi kasta pegawai. Padahal untuk mengangkat seorang guru menjadi pegawai negara harus merogoh kantong membayar gaji pokok sebesar 3 juta untung pangkat III A, katakan lah usia si guru 35 tahun waktu masa pengangkatan, kalikan masa kerja hingga pensiun 30 tahun lagi.. 3 juta di kali 30 tahun hasilnya untuk satu orang guru negara akan menghabiskan 1 Miliar lebih, belum di tambah tunjangan2 lain seperti profesi, anak istri/suami uang makan.. bayangkan saja jika ada 1000 orang harus di 'putihkan' oleh negara di seluruh Indonesia berapa triliun yg harus negara anggarkan, jujur saja lelah. Karna sebuah harapan yang pasti tidak pasti peluh itu jadi ikhlas, pengabdian itu tanpa terasa sudah empat tahun, anak sudah tiga, sepatu berapa puluh pasang, anak didik sudah berapa generasi berganti, kepala sekolah mungkin sudah ada yang pensiun, tapi guru itu masih saja 'honor'

image

Secara kasar hitung2 an nya seperti itu.. untuk profesi pegawai negara harus hitung2 dulu sebelum buka formasi, ada uang tidak untuk bayar gaji. Ingat, negara kita sedang menghemat walau pun pertumbuhan ekonomi lagi meningkat pemotongan anggaran lagi tren di setiap instansi.

Menjadi guru honor sebuah pilihan walau rela tak di bayar, sekolah pun tak mau ambil pusing untuk membayar guru honorer, toh yg minta ngajar bukan sekolah tapi mereka yang bawa map mengajukan permohonan. Satu fakta yang tak terbantahkan adalah mengajar anak didik di masa sekarang tidak segampang mengajar di era 90 an, dulu Budi sekarang Android. Otak, etika, moral anak sekarang beda dengan jaman Ini Budi, anak sekarang tidak mengenal Budi, maklum kurikulum mereka beda dengan kurikulum era Budi dulu.
Jika benar guru honor tanpa gaji sama sekali bagaimana bisa betah mengabdi mengajar dengan sikap dan etika anak jaman sekarang yang tak tentu arah.

Bagaimana bisa untuk satu harapan yang sudah pasti tidak pasti tak terasa seorang guru masuk tahun ke 7 masa pengabdian, demi satu harapan tumbuh ke ikhlasan untuk datang tepat waktu, entah berapa pasang sepatu sudah terganti, kepala sekolah mungkin sudah dua kali ganti, anak di rumah tak terasa sudah 3,

Jika saja ada yang berbaik hati memberi tiket liburan untuk guru honor selama satu minggu, lalu guru2 honor ini pergi berlibur secara bersamaan, mungkin sekolah akan baik saja tanpa kita.. pernahkah kita membayangkan jika guru honor tak hadir di sekolah full satu minggu, mungkin guru- guru pegawai akan gampang keluar masuk kelas, jam ngajar mereka over dosis pastinya.. sekalian mereka yg overdosis di hari ke 3 liburan kita, satu sekolah punya kasta pegawai 16 orang dengan jumlah siswa 300 lebih, setelah mengajar mulut mereka akan mengeluarkan busa seperti busa cuci piring kakak kantin sebelah.

Saya pastikan tanpa kita sekolah akan baik2 saja, proses belajar mengajar akan tetap jalan, kemungkinan terburuk nya kita akan kehilangan pekerjaan sebagai guru tak di gaji..
Jangan takut, kita akan menjadi pahlawan tanpa tanda jasa yang sebenarnya.....!





# Bukan Hanya Honor Horor, Tapi Juga Donor.

image

Tak habis di situ, penderitaan guru honor bertambah saat ada acara undangan luar sekolah, dengan bensin 0.05 sbd pun guru honor menghadiri undangan bersama dewan guru, dari pada guru-guru PNS merepet kalau gak hadir. Namun itu bukan inti masalah, problem yang paling aneh adalah setiap acara kereta Guru Honor selalu membonceng guru lain, itu sudah dipesan tiketnya dari pagi. Pak/Buk nanti kita sama-sama yaa, bensin minta sama Allah ta'ala, walaupun tiap hari boncengin dia.

Implementasi kurikulum A B sampai Z, aturan 1 2 sampai 100, percayakah kalian bahwa ini tidak akan pernah berjalan sekiranya YANG CARENG HANA GAJI DAN YANG MEUGAJI HANA CARENG?? Bagaimana memaksa orang bekerja sebagai profesional sedangkan kemakmurannya setingkat amatir? Api Ligkaran setan ini akan tetap menyala-nyala siapapun malaikat dunia yang menjadi pimpinan.

Pengarang @zoelfa
Penulis @rizal-sahabat
Editor @maz.aruel
Post @kuahtuhee

Sort:  

Sama sama @kuahtuhee... Bagi donk kuah tuhee nya kwkek

Hahahha
@yenniyunita
Kirem ajaha alamatnya biar di paket @kuahtehee
He.......

Resteemed your article. This article was resteemed because you are part of the New Steemians project. You can learn more about it here: https://steemit.com/introduceyourself/@gaman/new-steemians-project-launch

Loading...