CerBung: Terbangun Dalam Mimpi (Part 01)

in indonesia •  8 days ago


Image Pixabay - CCO

Masih dengan tangan yang gemetaran, telinga yang kurasakan berdenging dan pandangan yang seolah kabur, aku menoleh kekiri dan kekanan dengan bingung. Seolah tak menyadari aku sedang apa dan dimana, sepersekian detik aku mulai menyadari keanehan didiriku dan tepat dihadapanku setelah pandanganku mulai fokus. Sambil berusaha berpikir aku mundur dua langkah dengan kedua tangan gemetaran menutupi mulutku yang ternganga terkejut, tepat 10 langkah didepanku, sesosok perempuan yang nyaris tidak kukenal tergeletak dengan kepala berlumuran darah.

Keringat dingin mulai membasahi tengkuk ku dan gemetaran dari kedua tanganku mulai menjalar ke kedua kakiku, bahkan kini sekujur tubuhku mulai gemetaran dan terasa mulai kehilangan keseimbangan. Ada apa ini, aku dimana dan siapa dia? Kenapa dia tergeletak dengan kepala berlumuran darah? Semua pertanyaan mulai melintas dengan cepat membuatku semakin merasakan nyeri dikepalaku.


Image Pixabay - CCO

Aku berusaha mengimbangi semuanya, nyeri dikepala ku, gemetaran yang tiada henti disekujur tubuhku, hingga jantungku yang berdetak sangat kencang dan tidak beraturan, bahkan denging ditelingaku pun ikut andil membuatku semakin merasa seakan akan jatuh kelubang terdalam dan gelap dibawah kakiku. Aku berusaha berdiri dengan benar sambil mengejap ngejapkan mata berkali kali, sekali lagi aku menoleh kekanan dan kiri menyebar pandangan agar aku tahu dimana posisiku sekarang. Terlihat dikananku seperti sebuah toko tua yang pintu dan jendelanya tertutup rapat diselimuti jaring laba laba, di depanku hanya terlihat selahan tanah kosong dengan rumput kuning kecoklatan yang mengering dan tidak ada siapapun disana. Aku melirik kekiriku yang hanya ada timbunan batu batu besar yang tersusun acak tapi terlihat sangat rapi, dan tempatku berpijak kini tepat diujung dari bagian lahan kosong didepanku tadi.

Aku mendongak pelan dan melihat sebuah pohon menaungiku dengan beberapa rantingnya yang berserakan ditanah. Aku berharap ini hanya mimpi, jika aku berpikir ini mimpi pasti memang benar aku akan bangun sebentar lagi. Aku memejamkan kedua mataku, mengusir sosok yang tergeletak 10 langkah didepanku itu dan menggantinya dengan perasaan bahwa aku akan bangun, bahwa aku hanya bermimpi. Aku tidak membuka kedua mataku, hanya mengernyitkan dahiku dengan kuat sambil terus berpikir keras untuk bangun. Ayoolah, Bangunlah! ini mimpi, aku sedang bermimpi.

Di saat dahiku semakin mengernyit dan mataku semakin kuat kupejam, aku merasakan kedua bahuku di guncang pelan dan aku merasa ditarik dengan kuat didalam gelap, lalu seketika aku terbangun dalam terangnya cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamarku. Ya, ini kamarku, aku menoleh sana sini seperti kelimpungan dan meraba raba selimut dan anggota tubuhku yang lain. Masih terasa gemetar hebat ditubuhku, jantungku juga masih tidak berdetak dengan normal dan kepalaku terasa sangat nyeri, dengingan telingaku pun masih saja ada. Tapi semua itu mimpi, benar kan hanya mimpi?

Aku mengusir rasa aneh yang terus terasa didalam mimpi hingga terbawa ke alam nyata, aku sibuk sendiri dengan semua itu tanpa menyadari bahwa ada kakakku yang sama bingungnya denganku yang sedang duduk ditepi tempat tidurku.

"Hei, kau baik baik saja?"
"Ada apa?"

Ia mulai bangkit dan medekatiku, aku hanya berusaha tersenyum wajar dan menggeleng, "aku baik baik saja."

Ia menatapku tanpa sepatah kata pun dan mengernyitkan dahinya, "aku masuk kekamarmu karena akan membangunkanmu agar kau ikut sarapan bersama, tapi kulihat kau tidur dengan sangat tidak nyaman jadi aku mendekat dan membangunkanmu tapi kau malah mendorongku dengan mata terpejam dan tubuh gemetaran juga berkeringat, jadi aku akan keluar dan memanggil ibu tapi kau terbangun seperti itu, sungguh kau baik baik saja?"

Aku terkejut mendengar pengakuan kakakku, apa mimpi bisa sampai seperti inikah? "aku baik baik saja kak, sungguh! Oh apa kakak yang menguncangkan bahuku tadi saat membangunkan ku?"

"Ya, tentu saja, kenapa?"

"Aah tidak ada apa apa kak, terima kasih karena mau berkunjung kekamarku setelah sekian lama kau tidak dirumah, aku akan menyusul jadi aku akan mandi sekarang."

Aku menyibak selimut dan turun dari tempat tidur, "baiklah, segera turun ya?" kakak ikut bangkit dan berjalan keluar kamar.


Image Pixabay - CCO

Setelah kakak pergi, aku tidak serta merta kekamar mandi, aku mematut diri di cermin, seakan sosok yang tergeletak tadi terasa sangat nyata dan membayangiku sekarang. Aku menghelang nafas dan bergegas berlalu, berusaha baik baik saja karena sebuah mimpi hanyalah bunga tidur. Tapi dengan segera aku kembali kecermin dan melihat sosokku sekali lagi dengan sedikit terkejut, kenapa aku baru menyadarinya?

Bersambung..



Posted from my blog with SteemPress : http://ayuramona.epizy.com/2018/11/08/cerbung-terbangun-dalam-mimpi-part-01/
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Mantap that adun

Posted using Partiko Android

·

Terimakasih bang @coretan.aksara

Droneuh leubeh mantap :)

·
·

Samaw adun.
Memamg be sama2 mantap adun. Hehe

Posted using Partiko Android