RE: Contest | 25-Word Comment - Monkey Business | work - 6 Steem
Bila kita tinjau dalam kehidupan masyarakat makna dari bekerja itu adalah sesuatu perbuatan untuk menghasilkan barang atau jasa yang bergunaka bagi masyarakat dan dibayar dengan uang sebagai upah.
Sedangkan pekerjaan adalah hubangan yang melibatkan 2 orang yang bertindak sebagai pemberi kerja dan penerima kerja.
Disini bisa kita simpulkan bahwa bekerja dan pekerjaan itu saling membutuhkan antara sesama untuk melangsungkan hidup. Kita juga bisa menjadi sebagai pekerja yang mandiri tanpa upah dengan bekerja di tempat sendiri menikmati hasilnya sendiri, seperti berkebun.
Kita hidup dalam masyarakat juga saling ketergantungan antara pemberi dan penerima kerja, saling membutuhkan tanpa salah satu dari keduanya juga akan terlihat kurang sempurna.
Bila kita sebagai pemberi pekerjaan maka hargailah mereka sebagai penerima pekerjaan, begitu juga sebaliknya. Tanpa salah satu diantara keduanya, saya rasa kurang sempurna walaupun kita bekerja secara mandiri.
Kita harus bisa menghargai dan bersyukur atas kerja yang kita dapat, kita jangan melihat terus keatas tetapi lihatlah kebawah masih ada mereka yang belum mendapatkan pekerjaan, yang belum bekerja.
Bila pun melihat keatas, berpikirlah dan berkeinginanlah untuk mencapai sesuatu yang baik dengan cara jalan yang baik juga untuk menuju kesuksesan dalam suatu pekerjaan.
Undangan :
@watii
@syidah01
@bosferi123
Saya percaya semua yang kita lakukan adalah kerja. Kerja adalah sebuah aktivitas dan dalam banyak kasus kita tidak dibayar untuk apa yang kita lakukan. Ambil contoh istri. Dia adalah tukang bersih-bersih, juru masak, tukang cuci, perawat, pembantu, ibu, gadis animasi, pengasuh anak, dan sebagainya. Ini semua adalah pekerjaan yang dia lakukan. Pekerjaan orang lain dibayar. Bayangkan Anda harus membayar istri Anda seperti Anda harus membayar majikan untuk setiap pekerjaan yang dia lakukan. Pembukuan, penasihat keuangan, guru, manajer...
Majikan bisa juga karyawan, tetapi jika kita ingin mendapatkan penghasilan, kita juga membutuhkan pelanggan. Seseorang yang bersedia membayar untuk pekerjaan yang kita lakukan.
Apakah pelanggan, yang paling kita butuhkan untuk mendapatkan penghasilan, masih menjadi raja?
Terima kasih atas komentar Anda.
#wewrite & #comment dan dengan itu kita juga terhubung. Semoga harimu menyenangkan, temanku.
Untuk seorang istri memang sangat hebat kerjanya walaupun tanpa upah, kalaupun seandainya disuruh bayar semua suami, saya rasa tidak akan mampu membayarnya.
Banyak para suami menganggab bahwa istrinya itu hanya seorang pengangguran yang hanya mengurus rumah tangga saja, pada hal tanpa kita sadari merekalah para istri itu yang benar-benar pekerja sejati.
bila memang kita ini seorang majikan yang mengharabkan hasil kerja bawahan dengan maksimal, maka kita harus menghargai mereka semua jangan semena-mena terhadap mereka. kita juga harus bisa memberi mereka penghargaan atas penghasilan dan pencapaian dalam bekerja, sebenarnya mereka itu telah mengalirkan pundi uang untuk kita, tanpa mereka, kita ini tidak bisa apa-apa.
Saya setuju dengan Anda meskipun mungkin sulit untuk membayar semua orang sesuai dengan apa yang layak mereka dapatkan juga karena membangun bisnis tidaklah mudah dan dengan kami biaya overhead juga harus dibayar dan semuanya memiliki label harga yang tinggi ditambah dengan label pajak tambahan. Jika memang lebih mudah untuk memulai bisnis sendirian dan berharap Anda tidak akan jatuh sakit dan hal ini akan merugikan bisnis Anda. Juga dengan keluarga akan sulit untuk bekerja. Ekspektasi yang lebih tinggi dan berbeda, tidak selalu realistis dan untuk keluarga juga lebih sulit untuk meminta gaji yang layak jika memang memungkinkan. Dalam banyak bisnis, pasangan suami istri bekerja meskipun hanya salah satu yang dibayar dan yang lain diharapkan untuk melakukan pekerjaan secara gratis. Waktu diinvestasikan dan tidak diberi imbalan dan jika terjadi kesalahan, tidak ada penghasilan bahkan tidak ada bukti bahwa semua pekerjaan telah selesai. Hal ini terjadi pada seorang teman dan satu-satunya hal yang ia dapatkan adalah tagihan yang tinggi dari pemerintah, suami yang pergi sementara ia juga harus mengurus anak-anak. Semua itu tanpa penghasilan atau bukti bahwa dia bekerja 1 hari selama pernikahan sehingga tidak ada hak pensiun atau apapun.
Masalahnya adalah selama semuanya berjalan dengan baik, tidak masalah, tetapi jika ada yang tidak beres... Bisa saja jika kita semua tahu apa risikonya jika kita menerima pekerjaan (keluarga, pasangan) dan tidak ada bukti bahwa kita telah membayar, atau mungkin kita bertanggung jawab atas organisasi tanpa mengetahui, beban yang diberikan oleh bank atau pajak. Jika Anda mempertimbangkan semua ini, lebih mudah menjadi seorang karyawan daripada seorang pemberi kerja. Yang pasti Anda bebas dari tanggung jawab tersebut dan kekhawatiran bagaimana cara membayarnya, tetapi juga membuat bisnis Anda berkembang karena tanpa pertumbuhan, tidak mungkin Anda dapat mempertahankan karyawan dan kenyataannya bisnis tidak selalu dapat berkembang.
Terima kasih untuk pembicaraan yang bagus. Akhir pekan yang baik untuk Anda.
#wewrite & #comment
Terimakasih atas arahan, pencerahan yang sangat baik dan menjadi oengingat maupun nasehat bagi saya sendiri dan sangat berguna apa yang anda katakan ini.
Salam akhir pekan, sukses selalu untuk anda.
Semoga akhir pekan Anda menyenangkan dan awal minggu yang baru pun menyenangkan!
In my country, most employers here don't have respect for their employees. They keep demanding more from their employees and don't even appreciate them or give them any form of incentives. They spend long hours working for a meagre amount of salary.
The few that are good employers have some really grumpy employees that don't want to do any hardwork.
Due to the lack of good work relationship between employers and employees here, the quality of services provided here is very poor.
There are some good ones though. It's not that bad.
Disinilah butuh keseimbangan dan kesadaran bagi mereka selaku pemberi kerja, Pemerintah juga harus bisa bergerak dengan memberi sosialisasi kepada para pengusaha untuk bisa menumbuhkan rasa kebersamaan antara pemberi dan penerima kerja.
Semakin bagusnya sikap keduanya maka semakin bagusnya suatu perusahaan dalam berkembang. Disini juga harus ada undang-undang perlindungan para pekerja, sebagai antisifasi dalam tindakan yang tidak baik.
I see that everywhere. It was with me and it's the same with my children. Six months my youngest worked and even told the new managers how to do the job right. The contract signed is ignored and no matter what she said no one cared. It's strange because if ti would be the other way round...
It would help if all employees would stand up and refuse. The fact is that we sell our knowledge and skills and employers should be happy to have us because it benefits them but only if we are skilled and good at our job.
I don't believe the average employer likes employees smarter than s/he is and they want young and stupid so they can tell them what to do but at the same time this person should also have ten years workexperiences which is impossible. Let us not forget there are good employers as well and very nasty employees. I must say I was most of the times lucky with the jobs I had. Own office, I could do as I like and was appreciated. The only problem was I worked alone, hands were tied and no money to hire a second employee so no free days for me and being ill was a problem as well.
#wewrite & #comment and I hope you will too. A great day to you, enjoy and work for your own paradise on earth.
Looking down on any one is a very wrong moral conduct. Some employers go as far as withholding due wages of employees.
However respect is a two way thing
employers and should always be balanced
Terimakasih pak sudah mengundang saya di kontes komentar ini
Sama-sama buk, semoga ibu juga bisa ikut berpartisifasi.
Insyaallah pak
Why don't you share your opinion about work? Is it needed, fun or mainly a source of stress? Did you read what @jiva34 wrote? Everything we do is work no matter if we get paid for it, the payment is good or lousy.