Cerpen: Meli
Meli adalah seorang gadis yang cantik. Dia memiliki rasa ingin tahu yang besar dan juga memiliki banyak teman. Di saat weekend, biasanya mereka melakukan kegiatan bersama. Baik itu masak-masak bersama atau sekadar berkumpul bersama membicarakan aktivitas sehari-hari.
Tapi hari ini Meli ingin membuat sambal kacang. Dia ingin membuatnya sendiri tanpa bantuan teman-temannya.
Pada keluarga Meli, sambal kacang menjadi makanan yang sering dimakan. Karena Mamanya bisa membuatnya sendiri. Dengan begitu pengeluaran untuk membeli makanan bisa lebih hemat. Apalagi sambal kacang juga menjadi makanan yang mudah disajikan. Hanya butuh beberapa sayuran untuk memakannya.
Namun membuat sambal kacang perlu melembutkan kacangnya agar rempah-rempah lainnya bisa bercampur secara merata. Paling mudah adalah dengan jasa penggilingan di toko dekat pasar. Meli tidak mungkin menumbuk kacang dan rempah-rempah itu dengan tangan karena akan membuatnya capek.
Akhirnya Meli meminjam motor Tuan Andi, tetangganya yang berumur empat puluh dua. Seorang lelaki yang ditinggal istrinya mati lebih dulu. Ya, Tuan Andi hidup sendirian di rumahnya. Memasak, mencuci, dan lain-lain.
Meli berjalan mengendap-endap di rumah Tuan Andi. Matanya menyapu seluruh ruangan mencari kunci motor. Tidak butuh waktu lama untuk Meli menemukan kunci itu yang ternyata berada di cantolan tembok.
Namun tiba-tiba Meli mendengar suara Tuan Andi. Dia langsung bersembunyi di belakang pintu sambil menutup mulutnya. Meli tidak membiarkan suaranya terdengar oleh Tuan Andi. Bahkan suara sekecil apapun.
Tuan Andi tidak menyadari ada perempuan yang menyelinap di rumahnya. Padahal jarak mereka hanya satu meter saat Tuan Andi mengecek ruang motornya.
Ketika Tuan Andi sudah pergi lebih jauh, Meli dengan cepat mengendarai motor yang ada di dekatnya. Dengan terburu-buru, dengan suara seminimal mungkin. Meli tidak ingin ketahuan.
"Mau kamu bawa ke mana lagi motorku! gadis menyebalkan!" teriak Tuan Andi saat melihat motor miliknya dibawa Meli. Lelaki itu mula-mula mendengar suara mesin motornya menyala, lalu segera melihat orang yang membawanya. Dia sangat kaget dengan aksi Meli.
"Aku ingin melembutkan kacang! Pinjam motornya sebentar Tuan Andi!" teriak Meli sambil ketakutan. Jarak mereka sudah cukup jauh.
Tuan Andi marah-marah. Tapi dia tidak mungkin mampu mengejar kecepatan mesin dengan berlari. Akhirnya Tuan Andi hanya bisa pasrah. Dia memilih duduk dan menyalakan rokok yang ada di sakunya.
Rencana Meli berhasil. Dia bisa membuat sambal kacang setelah menggiling semua kacang dan bumbu olahannya. Bahkan dia bisa makan sambal kacang sepanjang hari karena jumlah yang dia buat cukup banyak.
Mama Meli senang saat mengetahui putri kesayangannya berhasil membuat sambal kacang. Bagi mama, membuat sambal kacang adalah keahlian yang harus dikuasai keluarganya. Karena sambal kacang bisa menjadi makanan yang paling mudah disajikan. Baik disajikan dengan nasi, ataupun dengan beberapa camilan lain.
Tapi tugas Meli hari ini belum berakhir. Dia harus mengembalikan motor milik Tuan Andi. Lelaki menyeramkan yang sering marah-marah dan membuat Meli tertekan. Meli sering takut dengan Tuan Andi. Dan ditakut-takuti.
Bahkan belum lama terjadi, Minggu lalu, saat Meli santai-santai mengobrol bersama teman-temannya di teras rumah. Tiba-tiba Tuan Andi keluar dari dalam rumah Meli: DIA MEMBAWA ULAR DENGAN TARING PANJANG DAN TAJAM!
Ular itu hanya ditenteng dengan tangannya. Tuan Andi tidak takut. Bahkan dia merasa puas saat mencengkram leher ular itu dengan tangannya. Lalu mendekatkan kepala ular ke Meli sambil berkata "Ular, ayo gigit tangan Meli!"
Dalam waktu sekejap. Meli dan teman-temannya SMP lari ketakutan! Berteriak dengan kencang untuk minta ampun dan minta tolong. Tidak peduli lagi dengan camilan atau ponsel yang mereka bawa. Mereka menyelamatkan diri.
"Kenapa kamu menatap motor itu terus? Meli sayang?" suara Mama menyadarkan Meli dari lamunannya.
"Anu ..., Enggak Ma."
"Apa kamu tadi mengambil motor itu diam-diam seperti minggu lalu? Membuat Tuan Andi marah lagi?" tanya Mama kepada Meli.[]
Cerpen lainnya: Hari Pertama; Tamara.
Saya juga ingin berterima kasih pada pak @afrizalbinalka yang sudah meluangkan waktunya mengingatkan saya untuk mencantumkan link perkenalan diri di akhir artikel. Siapa saya? Bisa klik bagian ini. Terima kasih.
Terima kasih atas kerjasama saya sangat menghargai itu dengan baik. Saya akan segera verifikasi sebagai member Steem Indonesia..
Terima kasih banyak. Semoga pak Rizal sehat selalu 🔥
Hello @bukutaqin Make sure you use the hashtag #steemexclusive meaning this post has never been published in other media. Thank you
Thanks for giving me the information. I sent it to other media because I still don't understand the benefits of exclusive.
Can you tell me the benefits? Or where can I learn it.