Linot - Lebah Penuh Manfaat yang Terabaikan

in animal •  last year

Stingless Bee Heterotrigona Itama

Saya punya hobi baru. Ya, sejak bulan September 2017 saya memesan dua koloni lebah untuk dipelihara di rumah. Lebah?? mendengar kata lebah pasti terbayang seekor serangga yang punya sengat di pantatnya dan jika kita mendekat akan disengat tanpa ampun dan sakitnya bisa bikin demam, pasti HOROR banget! tapi tunggu dulu, ini lebah berbeda.

Ya, lebah ini biasa disebut oleh orang Aceh dengan nama "Linot", teringat peribahasa Aceh "Leukit lagee ek Linot.." nah serangga itulah yang saya hadirkan dirumah. Tujuannya untuk apa? ya untuk diambil madunya.

MADU? iya, madu..!!

Sama seperti spesies lebah lainnya, linot juga menghasilkan madu yang bisa dikonsumsi dan sangat baik untuk pengobatan, dan bahkan khasiatnya dipercaya melebihi khasiat madu lebah biasa.

Ah masak, yang bener..!! iya, bener, simak aja terus..

Apa itu lebah Linot?

Linot dalam bahasa lain disebut sebagai Kelulut bagi orang Malaysia, Klanceng di Jawa, Stingless Bee jika Bahasa Inggris, mulai banyak dibudidaya di Indonesia akhir-akhir ini. Karena kelebihannya yang tidak bersengat sehingga sangat mudah dipelihara bahkan disekitar halaman rumah tanpa perlu khawatir akan disengat sehingga banyak pemula memilih lebah ini untuk dibudidaya ketimbang lebah hutan atau lebah kampung yang bersengat. Untuk masalah pakan, lebah linot ini tidak terlalu menjadi soal, karena ukuran tubuhnya yang kecil sehingga dia dapat menghisap nektar dari berbagai bunga yang disukainya, bahkan bunga disemak-semak atau rumput sekalipun. Namun, jika ingin berternak linot, harus dipastikan vegetasi tempat sarangnya ditempatkan harus mendukung seperti ketersediaan resin untuk linot membina sarangnya dan juga ketersediaan nektar disekitar sarang hingga radius 1 km. Kelebihan lainnya adalah khasiat madunya yang dipercaya lebih "Mantap" ketimbang madu lebah biasa. Kenapa begitu?

P_20171129_113446_DF[1].jpg

P_20171102_175948[1].jpg

Manfaat Madu Linot

Berdasarkan kajian Institut Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian Malaysia (MARDI) menunjukkan madu lebah linot mengandung berbagai jenis zat asam fenolik yang sangat berguna untuk manusia serta kandungan anti oksidan dalam madu linot lebih tinggi dibandingkan madu lebah biasa.

Menurut Penasehat Produk Bayu Kelulut, Prof. Madya Dr. Md. Azman Seeni Mohamed, mengkonsumsi madu linot (kelulut) setiap hari menjadikan seseorang tidak mudah letih serta kandungan antioksidan dalam madu linot (kelulut) lebih tinggi dibandingkan madu lebah biasa. Ini dikatakan lebih baik untuk membantu mencegah berbagai penyakit.

Beliau yang juga pensyarah di Kluster Integriti Perubatan, Institut Perubatan dan Pergigian Termaju, Universiti Sains Malaysia (USM) menjelaskan, madu kelulut (linot) juga berpotensi sebagai bahan yang membantu dalam perawatan penyakit kanker.

Jelasnya, kandungan dalam madu kelulut (linot) seperti asid p-coumaric sebagai contoh mengandung bahan antioksidan yang tertinggi dan dipercayai mampu membantu mengurangi risiko kanker lambung dengan mengurangkan pembentukan bahan nitrosamin (karsinogen) diikuti asam protokatechuik dan asam vanilik dimana asam fenilpropionik, sejenis bahan utama madu kelulut (linot) juga dikatakan mampu membantu mengurangi enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) yang menyebabkan pembentukan radang semasa perkembangan kanker usus besar.

Bahan tersebut juga dapat membantu menurunkan kadar kolestrol dalam plasma darah, hati juga mengurangkan trigliserida dalam darah.

“Madu kelulut dapat membantu mengurangkan sel yang membentuk sel kanker serta membantu menghapuskannya"

“Kajian mengenai khasiatnya telah dilakukan di Indonesia dan India yang membuktikan bahwa konsumsi madu kelulut (linot) dapat memberantas pembentukan sel kanker,” ujarnya.

Beliau sendiri turut menjalankan kajian mengenai khasiat madu untuk kanker sejak empat bulan lalu dengan memberi fokus kepada kanker prostat.

Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/gaya-hidup/kesihatan/khasiat-8232-madu-kelulut-1.111110

Kemudian ada juga kajian yang dilakukan oleh Prof. Madya. Siti Amrah Sulaiman dari Universiti Sains Malaysia (USM) menyebutkan penggunaan madu kelulut (linot) boleh menurunkan paras glukos pesakit diabetes selain berkesan untuk mencegah kanser dan gout.

Juga terdapat Buletin Teknologi yang diterbitkan oleh MARDI yang menyebutkan bahwa madu linot dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengandung anti oksidan dan anti kanker, sebagaimana berikut.

k1.jpg

k2.jpg

k3.jpg

Sebenarnya masih banyak lagi khasiat madu linot untuk berbagai penyakit, namun tidak mungkin saya sebutkan satu persatu dalam artikel ini, mungkin di artikel akan datang, namun cukup satu ayat Allah dalam Al Quran Surah An Nahl ayat 69 menjadi pengetahuan bagi kita semua betapa Allah SWT sendiri menyebutkan khasiat madu sebagai obat

An Nahl ayat 69.jpg

Linot yang Terabaikan

Mengapa saya sebut lebah Linot ini adalah lebah yang terabaikan. Kita selama ini lebih mengenal lebah hutan (lebah Apis Dorsata) atau lebah ternak (apis cerana dan apis mellivera) sebagai penghasil madu yang biasa kita konsumsi dan banyak diperjual belikan di toko-toko obat maupun di jalan-jalan. Menurut saya, itu karena selama ini masyarakat tidak paham bahwa ada spesies lebah lainnya yang bisa menghasilkan madu, yang bahkan lebih berkhasiat.

Lebah linot ini banyak hidup disekitar kita, tetapi dikarenakan bentuk tubuhnya yang kecil, bahkan lebih kecil dari lalat, sehingga kita tidak memperdulikannya. Saya beberapa kali pernah melihat koloni lebah linot jenis Tetragonula Laeviceps tinggal di dinding-dinding batako yang berlubang, di dalam pipa besi pagar, juga dalam rongga pondasi beton, dan tidak satupun orang tau bahwa itu lebah penghasil madu.

P_20171207_115418[1].jpg

Jika di gampong-gampong (desa), banyak didapati linot bersarang di rongga kayu atau bilah bambu, dikebun-kebun maupun di hutan, bagi kita masyarakat Aceh yang masih tinggal di Rumoh Aceh terkadang pernah melihatnya di bilah bambu atap atau tiang-tiang, namun dikarenakan modernisasi sehingga kini Rumoh Aceh mulai ditinggalkan sehingga semakin sulit kita dapati lebah ini bersarang kecuali kalau kita masuk ke hutan.

Padahal, di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, sudah sejak lama mereka menternakkan lebah ini dengan memindahkan bilah bambu atau log kayu berisi koloni lebah linot dari alam ke halaman atau kebun-kebun mereka dan meraup untung dari penjualan madu atau koloni hingga jutaan rupiah dikarenakan madu linot ini masih sedikit produksi madunya namun permintaan yang tinggi sehingga harga masih relatif sangat mahal di pasaran. Bahkan, di negara tetangga, Malaysia, lebah linot jenis Heterotrigona itama sudah menjadi lebah utama penghasil madu negara dan digalakkan untuk dikembangkan secara nasional. Luar biasa tertinggal kita sebab ketidaktahuan akan manfaat lebah linot ini.

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan ini saya lihat perkembangan lebah linot di rumah cukup menggembirakan, linot terus membangun sarangnya, membangun pot-pot madu dan beberapa pot madu sudah terisi mulai ditutup. Aktifitas keluar masuk lebah melalui corong mulai pagi sampai sore tak pernah henti, terus bekerja sesuai tupoksinya masing-masing. Semoga dalam beberapa waktu kedepan saya bisa menikmati madu langsung hasil ternakan dirumah, karena selain untuk konsumsi pribadi dan keluarga, madu ini bisa saya jual juga, sekali dayung dua pulau terlewati.

Salam steemit untuk semua. Jangan lupa vote dan follow. Terima kasih.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Linot oh linot.
Hana yg peduli jino....

Cool! I follow you. +UP

ban lon tupeue ie linot saban ngon ie unoe