Anakku Hebat Penuh Bakat
Setiap manusia dilahirkan kedunia dengan membawa bakatnya masing- masing. Tugas orang tua untuk mendidik, mengasah serta mengembangkanya, agar bakat tersebut dapat membuahkan hasil dalam kehidupan sianak selanjutnya.
Namun disayangkan bila sebagai orang tua kita kurang jeli dalam melihat bakat sianak atau bahkan kita tidak mengetahuinya sama sekali. Dan orang bijak berkata " manusia yang tidak mengembangkan bakat dalam hidupnya, maka hidupnya penuh kekosongan dan keterasingan”.
Manusia seperti ini setiap waktunya habis dengan sia- sia dan sangat mudah dihinggapi penyakit sosial. Kembali lagi pada poin kita, mempunyai anak yang hebat dan berbakat menjadi dambaan namun bagaimana kita dapat melihat atau mengetahui bakat si anak??
Mari sama- sama kita melihat bakat sianak menurut Muhammad Subhi Abdussalam penulis buku " Anakku Hebat Penuh Bakat" .
Ternyata menemukan Potensi bakat atau kreativitas dimiliki anak sejak usia dini dapat kita lihat dari beberapa kebiasaan dari anak tersebut. Dan ada dua hal yang dapat kita lakukan sebagai orang tua.
Kenali Bakat Anak
Bakat atau Kreativitas setiap anak berbeda- beda, sebagai orang tua kita dapat mengetahuinya dengan cara melihat atau memperhatikan terhadap prilaku si anak.
Apakah prilaku si anak pada usia dini mempunyai kelebihan tertentu? dan kelebihan seperti apa ? mari steemian memperhatikan bakat sianak seperti dibawah :
1. Berjalan dan bicara pada usia dini merupakan satu kelebihan pada si anak.
2. Sudah dapat menguasai huruf Alfabetis
3. Kemampuan Expresi untuk mendapatkan sesuatu 4. Sudah menguasai unsur kata yang banyak dibandingkan kawan seusianya
5. Berkomunikasi dengan bahasa yang Komunikatif
6. mengexpresi gagasan dengan bahasa yang lengkap.
7. Mengingat dan menceritakan sesuatu kejadian dengan lengkap waalaupun sudah dalam jeda waktu yang lama.
Selain disebutkan diatas, bakat sianak dapat juga dilihat orang tua pada saat dia bermain dengan mainannya. Karena dari banyak studi membuktikan permainan merupakan cara pertama dan paling Evisien dalam melatih kepekaan, imijinasi, kencendrungan dan ketrampilan.
Dan tampa kita sadari permainan juga membentuk kemampuan alami itelektual sianak. Permainan disini tentu permainan Imajinatif ataupun simbolik. Sementara bila sianak telah mampu berexpresi untuk mendapatkan sesuatu, menguasai unsur kata yang banyak dibandingkan kawan seusianya, berkomunikasi dengan bahasa yang Komunikatif, mengexpresi gagasan dengan bahasa yang lengkap.
Mengingat dan menceritakan sesuatu kejadian dengan lengkap waalaupun sudah dalam jeda waktu yang lama, semua indikasi merupakan salah satu bahwasanya kecerdsan sianak sudah berada diatas rata- rata.
Tumbuh Kembangkan
Setelah kita mengetahui bakat sianak, tentu sebagai orang tua mempuyai peran untuk mengembangkan dan menumbuhkan, lalu apa saja yang perlu kita lakukan?
1. Dukungan, dukungan dimaksud disini adalah dukungan dengan banyak hal, baik itu menghadapkan sianak dengan berbagai persoalan dan dampingi sianak untuk menghadapi persoalan.
2. Buku Bergambar, buku bergambar dengan latar pengetahun berbeda dan perhatikan bagaimana sianak meresponya
3. Dukung anak yang mau Bereksperimen namun tetap dalam pengawasan orang tua.
4. Memahami batas kesabaran sianak, dan kapan dia melepaskan amarahnya.
Selain disebutkan diatas peran ibu juga tidak kalah penting dan sangat diperlukan dalam mengasah kemampuan sianak. Peran ibu saya maksud seperti mengajak sianak untuk membereskan tuhas rumah dan jangan sesekali kita beranggapan kalau sianak adalah anak kecil yang tidak mengerti apa- apa
Keterlibatan sianak ini menciptakan kepribadian yang mempunyai rasa percaya dan rasa empati serta rasa tanggung jawab kepada orang lain..
Mengikut sertakan anak dalam tugas rumah tangga dan anda dapat memperhatikan beberapa hal berikut
1. Ciptakan pemahaman kita orang tua bahwa sianak berperan dan juga penting dalam tgas rumah tangga. Dan dorong sianak bahwasanya dia telah besar dan mandiri.
2. Berikan dia tugas setiap hari, namun disini kita membiarkannya tentang atau pekerjaan apa yang sesuai dengan sianak untuk dikerjakan, dimulai dari hal kecil sperti merapikan bukunya sendiri dan membereskan tempat tidurnya sendiri.
3. Dan semua itu tentu dengan catatan hasil dikerjakanya tidaklah penting , dan jangan pernah mengkritiknya atau mencela hasil dari kerja sianak. Karena mengkritik membuat sianak merasa kurang dihargai, putus asa dan dia mulai enggan untuk bekrjasama lagi dengan kita.
Demikian, tugas kita orang tua dalam memupuk dan merawat bakat anak kita. Semoga anak kita dapat berkembang dan berbuah manis dalam kehidupan mereka kelak. []



Thank you nauval for making a transfer to me for an upvote of 1.26% on this post!
Half of your bid goes to @budgets which funds growth projects for Steem like our top 25 posts on Steem!
The other half helps holders of Steem power earn about 60% APR on a delegation to me!
For help, will you please visit https://jerrybanfield.com/contact/ because I check my discord server daily?
To learn more about Steem, will you please use http://steem.guide/ because this URL forwards to my most recently updated complete Steem tutorial?
thank you so much @jerrybanfield.. i like its.
Anak, kekayaan yang tidak ternilai. Rawatlah.
Benar bang @zainalbakri tidak bisa mengelakkan itu. terimakasih suportnya bang..
Keterlibatan sianak ini menciptakan kepribadian yang mempunyai rasa percaya dan rasa empati serta rasa tanggung jawab kepada orang lain