Pemulung Buku

Siapa yang tidak kenal Brodin, ia itu seperti legenda yang dibilang untuk hidup segan matipun tak mau. Brodin adalah mahasiswa abadi di kampusnya, tercatat ia adalah angkatan pertama dari jurusan Filsafat dan tiada yang tidak mengenalnya. Tiap mahasiswa dari angkatannya tahu sosok Brodin, seorang perantau dari pulau garam ke kota gudeg.
Brodin memang bukan mahasiswa cerdas dan juga ia berasal dari keluarga perekonomian rendah hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Brodin kala itu tamat SMA nekat pergi ke Jogja untuk mengadu nasib dan kebetulan ia keterima di perguruan tinggi swasta yang kebetulan baru membuka jurusan filsafat. Brodin hanya membawa tas dan duit dua ratus perak sebagai bekal, nasib sial dialami Brodin. Ia kecopetan di terminal Umbulharjo dan telantar berhari-hari di Malioboro serta sering berkeliaran di Sarkem.
Tapi namanya nasib apes tak selamanya terus menaungi Brodin. Beruntung Brodin dulu di kampungnya sering mengumandangkan adzan di musola tempat tinggalnya, saat ia mengaso di pelataran masjid dekat Bulaksumur dan waktu itu masuk waktu sholat dhuhur. Pas pihak marbot masjid tidak masuk karena mudik, tidak ada bisa yang melakukan adzan maka majulah Brodin. Para jamaah terpesona akan suara merdu dari Brodin dan akhirnya ia menjadi pengganti marbot sementara dan kemudian keterusan.
Otaknya memang tak encer tapi ia begitu menyukai buku, suka berlama-lama di perpustakaan. Tergila-gila akan buku, apapun dilahapnya mulaid dari sastra, filsafat, ekonomi, psikologi atau bertema pop sekalipun sekelas Enny Arrow. Bahkan di tempat kosnya dibelakang masjid yang Brodin jadi marbot itu bertumpuk-tumpuk buku menggunung. Kadang orang-orang bertanya dari mana Brodin dapatkan buku-buku itu, apalagi pendapatan menjadi marbot tak mungkin.
Karena penasaran yang mendalam, seorang teman pernah bertanya kepada Brodin.
Darimana kau dapat semua buku ini din?
Aku memulung buku-buku itu
Iya memang Brodin memulung buku, kecintaan akan buku begitu tinggi. Ia tidak mampu membeli buku-buku mahal itu, Brodin mengayuh sepeda kebo karatan miliknya ke seantero kota untuk mengobrak-abrik sampah tiap kampung atau perumahan. Jika pemulung lainnya mengambil plastik botol lebih menguntungkan, ini malah buku. Brodin tak peduli omongan orang dan tetap melakukan kesukaannya, terkadang hasil memulungnya itu ada yang ia jual kembali.
Brodin hidup dari buku dan biarpun hasil tidak banyak tapi bisa buat makan, apalagi Brodin tak perlu modal dan hanya tinggal memulungnya. Tiap hari kerjaan Brodin setelah menjadi bersih-bersih masjid, ia langsung ke kampus untuk mengurus skripsi yang tak kelar-kelar karena ditolak dosen pembimbing. Tapi Brodin enjoy aja karena merasa nyaman dan tak dikejar-kejar waktu, setelah dari kampus ia langsung menggenjot sepeda bututnya untuk berburu buku di pasar Sriwedari atau mendatangi para pengepul barang bekas. Jika beruntung, Brodin dapat buku yang mungkin tak ada harganya atau mereka tak tahu itu berharga atau tidak, buku Multatuli atau Iwan Simatupang. Buat mereka tak ada gunanya tapi buat Brodin itu harta yang paling berharga dari semua hal.
Semua dilakukan bersama buku-buku itu hingga tak pernah memperhatikan dirinya sendiri. Buku-buku itu diperlakukan bagaikan kekasih, Brodin mulai tidur, makan sampai berak pun bersama buku dan tak bisa lepas.
Tapi beberapa hari ini Brodin tak terlihat keluar dari kamar kos dan tak tahu mengapa. Tidak ada dikampus nongkrong dipelataran parkir seperti biasanya atau dimasjid sebagai marbot, ada yang mencium bau busuk saat melintas di pintu kos Brodin. Setelah didobrak paksa, Brodin ditemukan terjerembab di lantai dengan mulut berbusa dan leher patah. Diatas tubuhnya tertimpa koleksi buku-buku itu dan hampir tertimbun tak kelihatan, ada yang ngomong bahwa Brodin terpeleset jatuh menelengkup dan menyenggol tumpukan bukunya yang menggunung hampir 1 ton. Itu menurut keterangan polisi yang menyelidiki kasus terbunuhnya Brodin oleh buku.
Congratulations @ferryfansuri! You have received a vote as part of @ferryfansuri donation to this project.
I will be able to help more #minnows
You just planted 0.42 tree(s)!
Thanks to @raserrano
We have planted already 7311.14 trees
out of 1,000,000
Let's save and restore Abongphen Highland Forest
in Cameroonian village Kedjom-Keku!
Plant trees with @treeplanter and get paid for it!
My Steem Power = 22167.11
Thanks a lot!
@martin.mikes coordinator of @kedjom-keku
You just planted 0.02 tree(s)!
Thanks to @ferryfansuri
We have planted already 7517.48 trees
out of 1,000,000
Let's save and restore Abongphen Highland Forest
in Cameroonian village Kedjom-Keku!
Plant trees with @treeplanter and get paid for it!
My Steem Power = 20138.98
Thanks a lot!
@martin.mikes coordinator of @kedjom-keku
You got a 4.35% upvote from @cabbage-dealer courtesy of @ferryfansuri!
100% of earnings are paid out to delegators daily! Delegate now!
You got a 9.37% upvote from @slimwhale courtesy of @ferryfansuri!
cerita yang sangat menarik,saya suka sekali membacanya,terimaksih
Terima kasih berkunjung, kadang buku akan ditinggalkan karena teknologi itu sendiri
@originalworks voteme
@steem-untalented come here
iyaa betul sekali itu
You just received a 3.17% upvote from @honestbot, courtesy of @ferryfansuri!

Hey @ferryfansuri, Congratulations !!! We just upvoted your post with 11.63% power. Keep up the good work. Join our discord channel https://discord.me/SteemBulls
@zerotoherobot strives to climb from the bottom to the top, hence zero to hero. Just send the specified amount on the bot's profile page and receive a 100% upvote.
This post has received a 1.56 % upvote from @drotto thanks to: @ferryfansuri.
This post has been upvoted by @microbot with 5.5%!
Thank you for giving your trust and witness vote to my creator @isnochys!
More profits? 100% Payout! Delegate some SteemPower to @microbot: 1 SP, 5 SP, 10 SP, custom amount
You like to bet and win 20x your bid? Have a look at @gtw and this description!