Secuil Cerita Pengalaman Teman Hidup di Jerman

in zzan •  15 days ago 

Dalam sebuah grup Whatsapp ada sebuah diskusi mengenai tingkat kepuasaan akan pekerjaan. atau profesi yang ditekuni seseorang. Dari diskusi tersebut, membuat saya teringat akan cerita seorang teman bernama Awen yang pernah hidup di Jerman sekitar tahun 1970-1990an. Banyak sekali cerita mengenai pengalaman pribadi yang saya dengar langsung dari dia.

Suatu sore ia bertamu di kediaman saya dan bercerita.

"Lu, tahu nggak? Apapun kerjaan lu di Jerman, lu dihargai orang sana," kata Awen dengan semangat empatpuluh limanya kepada saya.

"Aku nggak tahu Koh, masak iya begitu?" jawab saya menanggapi ceritanya.

"Iya, disana orang masih hargai orang yang punya profesi kerja kasar." timpal dia sambil menghisap rokoknya yang ber-merk Gudang Garam Surya 12.

Panjang lebar ia bercerita kalau ia pernah jadi pelayan restoran Cina di Jerman selama beberapa tahun sambil menempuh kuliah. Pernah ada seorang menteri dari kabinet pemerintahan Jerman saat itu makan di sana dan memberi tips yang besar kepada dia karena telah melayani menteri itu dengan baik.

"Gua pernah dikasih tips gede sama Menteri Keuangan Jerman waktu dia makan di restoran Cina tempat gua bekerja," kata Awen.

"Itu gara-gara gua waktu diajak diskusi mengenai Jerman, gua jawab jujur apa adanya, dan dia senang sama respon gua waktu diajak diskusi. Gua ngomong apa adanya.,"

"Lu tahu ya, kalau di Jerman waktu gua tinggal di sana, jarang sekali terjadi demo tenaga kerja."

"Lu kerja jadi tukang sapu, bersihkan WC. Itu pun mereka nggak memandang rendah lu."

"Oh, iya?" jawab saya dengan terheran-heran.

Sejenak ia menghisap rokoknya dalam-dalam dan kemudian melanjutkan ceritanya.

"Orang Jerman sana, ngerti akan tiap tugas masing-masing pekerjaan."

"Mereka nggak anggap remeh lu dan pekerjaan lu!"

"Jaminan sosial di sana sudah dipenuhi, jadi nggak perlu mikir lagi besok lu mau makan apa. Sekolah lu bisa milih asal lu pintar aja, terserah kalau lu mau sekolah bayar sendiri boleh milih sekolah swasta di sana."

"Kalau mau sekolah gratis, pilih aja sekolah negeri atau universitas negeri."

"Pajaknya memang gede, tapi ya begitu semua kembali ke rakyatnya."

Setelah ngomong ngalor ngidul akhirnya ia cerita hal yang inti yang ingin diceritakan.

"Pekerja rendahan di Jerman sana, nggak akan iri akan gaji dan fasilitas yang didapat atasannya, sebaliknya seorang manajer akan menghargai status bawahannya"

"Jarang sekali seorang atasan minta kepada bawahannya untuk lembur"

Kemudian ia menjelaskan bahwa pekerja kasar atau pekerja kelas bawah tahu kalau para manajer atau direktur di bayar dengan gaji besar. Akan tetapi mereka sadar bahwa atasan mereka walaupun digaji besar tapi memiliki tanggung jawab besar dan jam kerja yang lebih panjang. Sebaliknya bagi para manajer atau direktur jarang sekali meminta lembur para pekerja bawahannya karena tahu bahwa gaji mereka sudah sesuai dengan porsi kerjanya masing-masing. Jadi kalau sudah waktunya pulang atau jam kerja usai, para manajer jarang sekali meminta para pekerja kasar untuk lembur. Bahkan di hari libur pun mereka nggak akan ganggu para pekerja bawahannya untuk berlibur.

Selain itu menurut dia, setiap fungsi pekerjaan akan dihargai contohnya seorang janitor nggak akan dianggap remeh oleh rekan-rekan kerjanya yang memiliki pekerjaan yang boleh dikatakan golongan elit, karena mereka tahu bahwa fungsi kerja seorang janitor juga penting. Bayangkan kalau tidak ada mereka, kantor atau pabrik pasti akan kotor dan berantakan tanpa kehadiran mereka.

Sejenak saya berpikir dan menimpali ceritanya,"Oh... iya-iya betul, ternyata begitu ya kehidupan seorang pekerja di Jerman?"

Sambil menyeruput kopi yang saya sediakan dia menjawab,"Betul, itu cerita berdasarkan pengalaman gua waktu tinggal di sana, tapi kalau kerja di pabrik bisa amsiong kalau nggak kuat.... kerjanya kayak robot dah! Coba aja dah lu kerja di sana biar tahu....ha...ha...!"

Obrolan ini masih panjang, biasanya si Awen bisa cerita tanpa henti sepanjang dua jam, sebenarnya masih banyak cerita yang menarik mengenai pengalaman hidupnya di Jerman tapi sementara ini cukup sampai disini dulu.(hpx)

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Hi @happyphoenix!

Your post was upvoted by @steem-ua, new Steem dApp, using UserAuthority for algorithmic post curation!
Your UA account score is currently 4.742 which ranks you at #1578 across all Steem accounts.
Your rank has dropped 1 places in the last three days (old rank 1577).

In our last Algorithmic Curation Round, consisting of 116 contributions, your post is ranked at #35.

Evaluation of your UA score:
  • Some people are already following you, keep going!
  • The readers like your work!
  • Try to work on user engagement: the more people that interact with you via the comments, the higher your UA score!

Feel free to join our @steem-ua Discord server