Ada Apa Dengan Osteoarthritis ?

in writing •  last year 

Osteoarthritis atau penyakit sendi degeneratif merupakan salah jenis penyakit yang bisa menyebabkan persendian menjadi nyeri dan kaku, dimana kejadian osteoarthritis kebanyakan terjadi pada bagian sendi lutut, panggul, tulang belakang, dan ada juga yang terkena pada bahu dan tangan.

APA PENYEBAB Osteoarthritis pada Lutut?
Bismillahirrahmaanirrahiim, Osteoarthritis ( OA ) bisa disebabkan karena proses penuaan, trauma, paska infeksi dan faktor-faktor lainnya.

Usia dan genetik adalah faktor resiko terjadinya OA karena pada umumnya Osteoarthritis terjadi pada usia 70 tahun ke atas. Tapi juga bisa dialami oleh mereka yang berusia masih relatif muda, terutama yang mempunyai berat badan berlebih atau obesitas.
image
Tulang rawan sendi yang menipis seiring pertambahan usia, menyebabkan gesekan antar tulang dan hal ini menimbulkan nyeri dan membuat gerak lutut menjadi terbatas.

Selain sebab-sebab di atas, ada beberapa faktor resiko lain yang bisa menyebabkan Osteoarthritis, antara lain jenis kelamin (kaum perempuan memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki), trauma, kelemahan otot, juga sendi yang tidak stabil.

Gejala dan Tanda Osteoarthritis pada Lutut.
Orang yang terkena Osteoarthritis, perkembangannya secara bertahap dan tidak ujug-ujug. Biasanya gejala awal yang kerap dianggap sepele adalah berupa rasa nyeri yang akan semakin terasa nyeri saat beraktifitas dan rasa nyeri tersebut mereda ketika istirahat.

Berikut ini beberapa gejala yang bisa dikenali sebagai tanda-tanda Osteoarthritis antara lain:

  1. Sendi yang kaku di pagi hari selama 30 menit atau kurang.
  2. Rasa nyeri yang berlangsung sampai beberapa bulan.
  3. Terdengar suara “klik” (krepitasi) pada saat sendi lutut digerakkan.
  4. Pada saat dilakukan test radiologis, hasil fotonya akan terdapat pengapuran tepi sendi.

Dokter akan mendiagnosa Osteoarthritis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, kemudian akan dilanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan antara lain rontgen lutut, pemeriksaan darah dan pengambilan sampel cairan sendi.

Bagaimana dengan pengobatan dan pencegahan Osteoartithritis ?

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi nyeri dan meminimalkan perusakan sendi lebih lanjut.
Adapun tipe pengobatan tergantung gaya hidup dan derajad keparahan Osteoarthritis.

Berikut ini yang perlu diperhatikan dan dipatuhi bagi yang di diagnosa terkena Osteoarthritis:

  1. Menghindari olahraga berat yang bisa menyebabkan sendi terluka.
  2. Mengontrol berat badan yang ditpang oleh sendi sehingga menjadi lebih ringan, hal ini sangat penting
  3. Mengonsumsi makanan yang bergizi
    Tidak ada cara mutlak untuk mencegaj Osteoarthritis ini, akan tetapi memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat memiliki kemungkinan untuk mengurangi resiko terkena Osteoarthritis.

Apasaja yang bisa dilakukan bila mengalami gejala – gejala Osteoarthritis, yaitu:

Ingat PRITE:
P(roptection); P(revention), dengan tujuan untuk mengurangi beban pada lutut pada saat berdiri dan berjalan.

Relatove R(est), yaitu istirahat yang cukup untuk lutut, hindari berdiri lama dan naik tangga, berlutut, menekuk lutut yang dalam.

I(ce), berikan es bila lutut teraba terasa hangat, alasi es dengan kain.

Taping pada Osteoarthritis ditujukan untuk mengurangi rasa nyeri, memperbaiki pola gerak, mengembalikan fungsi system saraf otot melalui perbaikan respon otot dalam mempertahankan stabilitas sendi dan mencegah cidera.

Exercise / Latihan; Latihan atau olah raga (pada orang yang mengalami Osteoarthritis) yang terarah dan tidak membebani sendi akan meningkatkan kelenturan sendi, dengan demikian diharapkan tidak terjadi keterbatasan gerakan sendi dan menurunkan derajad kekakuan lutut. Contoh latihan yang direkomendasikan antara lain: berenang, bersepeda, jogging, dll.

Note:
Sumber tulisan ini adalah eaflet RSUD Sleman tentang Osteoarthritis Lutut. Saya share ini semoga bisa menjadi pencerahan dan agar membuat kita lebih perduli untuk hidup sehat jasmani dan ruhani meski usia tak lagi muda. Ibu saya yang semasa muda sangat aktif, secara tak terduga tahun lalu di diagnosa mengalami gejala sejenis OA ini dan hingga saat ini untuk mobilitasnya harus menggunakan kursi roda. Dan kasus serupa saya lihat tak hanya dialami oleh ibu saya tapi beberapa lansia yang saya temui mengalami hal yang semiripan dengan kondisi ibu saya. Semoga repost tulisan ini bisa menjadi awareness bagi kita semua untuk lebih perduli pada kesehatan.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Makasih wawasannnya mbak. Tambah ilmu ini.
Lutut saya mudah bernunyi juga tu. Tapi nggak nyeri

Sama Mbak, persendian lutut saya kadang-kadang juga bunyi. Sama tulang punggung juga, makanya pas baca konten di leaflet tersebut saya jadi aware dengan bunyi-bunyi yang muncul di persendian.

Asupan kalsium berpengaruh nggak, ya?

kalau dari referensi yang saya baca, asupan suplemen yang disarankan untuk OA ini antara lain glukosamin, kondoitrin. Tapi bentuknya pil, tablet, atau semacam sirup, saya belum browsing lebih lanjut.