Menulis Tak Hanya Sekedar Materi, Menulis Adalah Mengabadikan Kehidupan# Bagian 2 | Selesai

in writing •  15 days ago  (edited)

image


Saya mengususkan komunitas sebenarnya yang lebih mudah bagi saya, yang dunianya dekat. Yang lebih mudah di jangkau, seperti itu. Jadi, saya lebih enak kalau kita mengulas yang seputar laki-laki saja. Jadi, kita nggak perlu pusing cari bahannya, nggak pusing cari ide, dan sebagainya.

Kalau untuk komunitas, kita memang punya komunitas blogger, yang se Aceh Utara, dan sekitarnya. Itu karena keasyikan gitu ya saat cerita, kalau ngumpul bareng-bareng sama teman-teman saja. Terus ada tema-tema yang lebih asyik di obrolin hanya sesama laki-laki saja. Menulis dari sudut pandang laki-laki dan dari sudut perempuan itu masing-masing ada ciri khasnya, karena saya laki-laki, saya lebih suka ngambil dari sudut pandang saya saja, cerita tentang laki-laki.

Pola pikirnya perempuan sama laki-laki kan beda, jadi pastinya akan beda. Kerasa lah ini yang nulis laki-laki, yang nulis perempuan, biasanya sih terbaca. Kalau saya lebih suka keseharian ya, terutama kalau yang di cerita saya anak muda, atau di seputar lokasi tempat saya kerja. Ide bisa dapat darimana saja, misalnya saya lagi santai di kedai kopi, atau belanja ke pasar, dengerin obrolan pembeli sama peniual, mereka keseharian tawar menawar.

Kadang-kadang ada sesuatu yang lucu juga ya, mereka unik juga. Ya sudah, tuang cepat-cepat saya tulis. Atau mungkin dari status teman-teman, kan macam-macam itu statusnya. Ada yang memerlukan harga naiklah mungkin, ada yang cerita waktu beli barang ke blondro lah, ini menarik juga ini buat di jadikan cerita, atau di tulis ke cerita fiksi.


image

Tantangannya itu waktu ya, waktu menulisnya. Karena saya memang kewajiban utama tetap peran saya sebagai karyawan pembuat tas, itu harus yang paling utama memang. Jadi ya kesulitannya seperti itu. Kalau misalnya kerjaan lagi sibuk, menulisnya iadi nggal konsentrasi. Jadi, harus di ruang-ruangin lah waktunya, gimana pintar-pintarnya kita ngatur, gitulah.

Kalau keprihatinan nggak cuma penulis laki-laki, penulis secara umum saja lah, kalau secara umum saja keprihatinannya banyak penulis yang mungkin merasakan royalti yang sedikit, terus sekarang orang-orang lebih suka membaca yang gratis-gratis.


image

Sekarang kan banyak web yang novel-novel yang web kayak gitu, yang gratis. Jadi, buku-buku kurang laku, cuma buku-buku tertentu saja yang banyak fansnya, yang mungkin masih tetap laku ya, yang penulisnya terkenal. Tapi sebenarnya hal itu juga nggak lantas jadi keprihatinan, terus kita langsung larut sedih, terus terpuruk. Harusnya kita jadikan itu sebuah tantangan, dan sebuah peluang baru, gimana ini caranya kita menghadapi era yang sekarang ini. Era di mana sekarang semuanya sudah ke web ya, komik-komik ada di web. Novel, orang bisa baca gratis atau bisa baca murah.

Kita harus mengikuti peelembangan zaman, seperti itulah. Karena, yang pertama saya mencintai dunia tulis menulis. Kedua, itu juga yang paling mungkin saya lakukan untuk berkreasi. Karena menurut saya, laki-laki, khususnya anak muda, apapun perannya, kita harus berkarya. Kayak saya anak muda, saya harus berkarya seperti itulah.

Berkarya nggak cuma menulis, orang yang pintar masak, mungkin bisa memasak. Orang yang mungkin pintar menjahit, bisa menjahit. Tapi anak muda itu harus berkarya, apapun perannya. Terutama untuk generasi-generasi yang sekarang ya, kayaknya anak-anak yang sekarang itu lebih suka menonton, daripada membaca. Jadi, kadang-kadang kalau misalnya baca, inginnya itu, "Aduh mana ini jawabannya," seperti itu.

Jadi, kita juga sebagai orang tua harus melatih anak kita untuk nggak boleh kebanyakan nonton, harus imbang dengan membaca. Supaya nggak malas membaca itu, karena menurut saya kayak jadi generasi yang inginnya, selalu ingin cepat, ingin yang instan. Inginnya dapat sesuatu langsung, nggak ingin bersusah dengan membaca.

Saya @midiagam, Steemians, dan juga penulis liar, alias penulis bebas. Bagi saya menulis adalah mengabadikan kehidupan yang nilainya jauh lebih berharga dari sekedar materi, ataupun royalti.

Salam Steemian Indonesia 💫

~Keep writing~

image

Salam Sahabat Inspiratif

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!