He stemians hari saya Tradisi peutamat beut Tradisi peutamat beut (tamat mengaji)

in #traditionlast year

Saya kembali menulis sebuah tradisi khusus di Aceh..
Tradisi peutamat beut Tradisi peutamat beut (tamat mengaji) sering juga disebut dengan upacara thatam. Upacara ini dilakukan pada saat anak tamat membaca Al quran. Kadang- kadang upacara ini bagi anak-anak laki-laki dilakukan saat dilangsungkan upacara sunat, dan bagi anak perempuan dilakukan pada saat dilangsungkan acara perkawinannya.
Bila upacara ini dilangsungkan bukan pada saat anak sunat atau kawin, maka kegiatannya dilakukan di tempat anak mengaji. Cara peutamat beut untuk anak perempuan sama seperti anak laki-laki. Dahulu setelah pengajian sampai Juz tengah Alquran diadakan upacara peusijuk Alquran (ditepung tawari) dengan membawa bahan-bahan beureuteh, ketan kuning, dan bahan-bahan tepung tawar.
Pada saat sekarang upacara ini tidak diadakan lagi. Sesudah anak tamat Alquran, ia memberitahukan kepada orangtuanya.
Kemudian orang tuanya datang pada teungku untuk memberitahukan saat upacara tamat beut dilaksanakan. Sesudah ada kesepakatan dengan teungku, lalu orang tuanya menyiapkan bahan-bahan yang terdiri dari ketan kuning, dan bahan tepung tawar, untuk ditepung tawari anak. Pada saat dilangsungkan upacara kedua orangtuanya datang menyaksikan dengan membawa bahan-bahan tadi.
Orang-orang yang pandai mengaji diundang dan teman-temannya turut pula menyaksikan. Pada anak tersebut disuruh membaca ayat-ayat Al quran, kemudian disambung pula oleh teman- temannya secara bergantian, sedangkan teungku menyimak semua bacaan- bacaan itu. Sesudah selesai acara membaca Alquran, anak disunting dengan ketan oleh teungku, kemudian ditepung tawari. Kepada undangan dan peserta lainnya diberi makan ketan dan minum-minum bersama.zw45ld.jpg
Dahulu upacara peutamat beut dilakukan secara besar-besaran dengan memotong kambing atau lembu. Pada saat sekarang hal seperti itu tidak dilakukan lagi kecuali ada nazar.4vjfe9.jpg