Toponimi Di Jakarta

in #toponimi8 years ago

Pengertian Toponimi adalah pengetahuan tentang asal usul nama tempat. Ketika kalian telah lama mendiami suatu daerah misalnya dari lahir tentunya kalian pasti mengetahu seluk beluk daerah tersebut. Jakarta memiliki nama-nama tempat dimana penamaannya berdasarkan lingkungan fisik dan lingkungan sosial, nama hari, berkaitan dengan pengukuran, kepemilikan lahan, dan sebagainya.

Di bawah ini beberapa Toponimi yang ada di Jakarta :

  1. Petojo : Petojo berasal dari nama seorang pemimpin orang – orang Bugis yang pada tahun 1663 diberi hak pakai
    kawasan tersebut, bernama Aru Petuju. Perubahan dari petuju menjadi petojo, tampaknya lazim di Batavia pada
    waktu itu, seperti halnya kata pancuran, kemudian diucapkan jadi pancoran.

  2. Penjaringan : Nama penjaringan berasal dari tempat yang banyak terdapat jaring – jaring nelayan yang sering di
    jemur atau jaring yang sedang diperbaiki oleh nelayan.

  3. Petamburan : Cikal bakal nama tempat ini adalah meninggalnya seorang penabuh tambur didaerah ini dan
    dimakamkan di bawah pohon jati, sehingga nama kampung ini sebenarnya adalah Jati Petamburan.

  4. Pejambon : Kata Pejambon berasal dari singkatan Penjaga Ambon.

  5. Pekojan : Pekojan berasal dari kata Koja (Khoja) yang mengacu kepada nama tempat yang ada di India. Penduduk
    Koja pada waktu itu umumnya adalah orang India.

  6. Pluit : kawasan ini tidak ada hubungannya dengan suling, atau pluit semacam pluit wasit sepakbola, atau pluit polisi
    lalu-lintas. Ternyata nama kawasan tersebut berasal dari kata fluit, yang lengkapnya: fluitschip, yang berarti “kapal
    (layar) panjang berlunas ramping.

  7. Ragunan : Nama Ragunan berasal dari Pangeran Wiraguna, yaitu gelaran yang disandang tuan tanah pertama
    kawasan itu.

  8. Senayan : Pada peta yang diterbitkan oleh Topographisch Bureau, Batavia, tahun 1902 kawasan Senayan masih
    ditulis Wangsanajan, atau Wangsanayan menurut EYD. Kata wangsanayan dapat berarti “tanah tempat tinggal atau
    tanah milik seseorang yang bernama Wangsanaya”. Wangsanayan lambat – laun berubah, menjadi lebih singkat,
    Senayan.

  9. Pasar Senen : Pasar mingguan yang dibuka setiap hari senin

  10. Ancol : Dari kata ancol, sebutan untuk tanah yang menjorok ke laut; tanjung.

  11. Bidara Cina : Bidara Cina: Dari pohon bidara yang banyak tumbuh di daerah ini.

  12. Cawang : Dari Enci Awang, letnan Melayu yang mengabdi pada Belanda, yang bermukim di daerah ini bersama
    pasukannya.

  13. Salemba : Dari nama Struys, tuan tanah pertama daerah ini.

  14. Marunda : Dari nama pohon marunda, nama lokal untuk pohon kebembem.

  15. Menteng : Di daerah tersebut dulunya banyak terdapat Buah Menteng

  16. Kebon Nanas : Di daerah tersebut dulunya adalah Kebon Nanas

  17. Kebon Jeruk : Di daerah tersebut dulunya adalah Kebon Jeruk

  18. Kampung Rambutan : Di kampung tersebut banyak tumbuh pohon Rambutan

  19. Kebayoran : Dari kata kabayuran yang berarti tempat penimbunan batang kayu bayur atau Acer laurinum.

  20. Manggarai : Dari nama tempat asal para penghuni awal daerah ini, yaitu orang-orang Flores Barat.

  21. Jatinegara : Dari kaum, kata bahasa Sunda yang berarti tempat tinggal penghulu agama beserta bawahannya.

  22. Lebak Bulus : Dari lebak, lembah, dan bulus, kura-kura yang hidup di darat dan air tawar, Amyda cartilaginea.

  23. Glodok : Dari golodok, bahasa Sunda untuk tangga yang menempel pada tepi kali yang dibuat di daerah ini

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.088
BTC 61466.96
ETH 1697.69
USDT 1.00
SBD 0.38