Kisah Penetapan Komando Angkatan Perang Divisi X TNI

in story •  20 days ago

Berbagai laskar dan barisan perjuangan rakyat di Aceh dileburkan menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penetapan dilakukan pada 14 Juli 1948 oleh Gubernur Militer Aceh Langkat dan Tanah Karo, Jendral Mayor Tituler Teungku Muhammad Daod Beureu’eh, melalui surat Penetapan No.GM/80/S-Pen.

Dalam keputusan itu ditetapkan susunan Komando TNI Divisi X. Dalam butir pertama ketetapan disebutkan bahwa Komandan Angkatan Perang Divisi X TNI untuk sementara dirangkap oleh Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo, Jendral Mayor Tituler Teungku Muhammad Daod Beureu’eh.

divisi rencong penyerahan vendel.jpg
Tentara Aceh dari Divisi Rencong pada upacara penyerahan vendel Sumber

Kedua, susunan staf komando angkatan perang Divisi X TNI:

  1. Cek Mat Rahmani, Komandan Mujahidin Divisi X Tgk Chik Di Tiro ditetapkan sebagai Kepala Staf Umum merangkap Kepala Seksi II (Organisasi) dengan pangkat Letnan Kolonel Tingkat III.
  2. Abdoel Moetalib, Kepala Staf Umum Mujahidi Divisi X Tgk Chik Di Tiro ditetapkan sebagai Kepala Seksi I (Operasi) dengan pangkat Kapten Tingkat I.
  3. Mayor Aboebakar Madjid, Komandan Sub Seksi II TRI Divisi X Sumatera ditetapkan sebagai Wakil (Wd) Kepala Seksi III (Penyidik) dengan pangkat seperti biasa (Mayor).
  4. Mayor Nyak Neh, Komandan Ksatria Pesindo Divisi Rencong ditetapkan sebagai Kepala Seksi IV (Altileri dan alat-alat altileri) degan pangkat seperi biasa (Mayor).
  5. Mayor Hasan Ahmad, Komandan Batalyon V Resimen III TRI Divisi X Sumatera ditetapkan sebagai Kepala Seksi V (Genie dan alat-alat perhubungan) dengan pangkat seperti biasa (Mayor).
  6. Mayor Boerhanoeddin, Komandan Batalyon XII Resimen KSBO TRI Divisi X Sumatera ditetapkan sebagai Kepala Seksi VI (Datasemen Markas) dengan pangkat seperti biasa (Mayor).
  7. Kapten M Hoesin, Kepala Keuangan TRI Divisi X Sumatera ditetapkan sebagai Kepala Jawatan I (Keuangan) dengan pangkat Kapten Tingkat III.
  8. Mayor Tituler Dr Soedono, Kepala Jawatan Kesehatan TRI Divisi X Sumatera ditetapkan sebagai Kepala Jawatan II (Kesehatan) dengan pangkat seperti biasa (Mayor).
  9. Ahmad Adam, Kepala Keuangan Kesatria Pesindo Divisi Rencong ditetapkan sebagai Kepala Jawatan III (Intendans, Pengangkutan dan Lalu lintas) dengan pangkat Kapten Tingkat III.
  10. Letnan I Oesman Amin, Kepala Organisasi pada Seksi IV TRI Divisi X Sumatera ditetapkan sebagai Wakil (Wd) Kepala Jawatan IV (Persenjataan) dengan pangkat seperti biasa (Letnan I).
  11. Mayor Abdoellah Muzakir Walad, Komandan Polisi Tentara Divisi X Sumatera ditetapkan sebagai Kepala Jawatan V (Polisi Tentara) dengan pangkat seperti biasa (Mayor).

Letkol Cek Mat Rahmany.jpg
Letnan Kolonel Cek Mat Rahmani, Komandan Mujahidin Divisi X Tgk Chik Di Tiro Sumber

Penetapan tersebut berlaku sejak 14 Juli 1948. Ditetapkan di Kutaraja (Banda Aceh) pada pukul 10.50 waktu Aceh. Dalam ketetapan itu juga ditetapkan bahwa:

  1. Resimen I berkedudukan di Banda Aceh dengan Komandan Letnan Kolonel Hasballah Hadji dan Kepala Staf Mayor TM Syah.
  2. Resimen II berkedudukan di Bireuen dengan Komandan Mayor A Rachman dan Kepala Staf Mayor Alwin Nurdin/
  3. Resimen III berkedudukan di Meulaboh dengan Komandan Mayor T Manyak dan Kepala Staf Kapten Ibrahim Hatta.
  4. Resimen IV beredudukan di Kutacane dengan Komandan Mayor Djamin Ginting dan Kepala Staf Mayor Nelang Sembiring.
  5. Resimen V berkedudukan di Kuala Simpang dengan Komandan Letnan Kolonel AW Makmoer dan Kepala Staf Mayor Alamsyah.

Lebih jelas tentang hal tersebut bisa dibaca dalam buku Modal Perjuangan Kemerdekaan yang ditulis oleh Teuku Alibasjah Talsya. Buku ini diterbitkan oleh Lembaga Sejarah Aceh (LSA) pada tahun 1990 atas batuan Menteri Koperasi Bustanil Arifin, yang juga terlibat langsung dalam pembentukan TNI di Aceh, saat itu Bustanil Arifin masih berpangkat Letnan Muda.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Cerita yang sangat bagus bang.
Saya tunggu sambungan cerita nya bang

·

Terima kasih @ekosteem telah singgah di postingan saya. Insya Allah akan saya lanjutkan dalam postingan-postingan selanjutnya. Salam.

makin mumang bak dipikee, gawat that lagoe aceh.. hehehe

·

ha ha ha bah mumang, ta tuleh nyang leubeh peuget mumang lom ohlheuh nyoe