Ilusi Merdeka Dari Kedai Kopi

in story •  18 days ago

image
Ilustrasi, screenshot dari youtube.

Sejak perjanjian damai antara Pemeritah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 18 Agustus 2005 yang lalu, atau yang dikenal Mou Helsinki, sudah 3 periode Aceh dipimpin oleh bekas GAM. Nyaris tidak terdengar lagi suara-suara bahwa Aceh ingin merdeka.

Tapi di sini, di salah satu kedai kopi tjap djagong, ilusi merdeka sepertinya masih tetap menjadi sebuah harapan. Padahal banyak "rambo-rambo" yang dulunya sebagai jagoan perang di rimba Aceh sudah pensiun, alias meletakkan senjata.

Banyak dari mereka, bekas "rambo-rambo" itu yang beralih profesi jadi politisi, pengusaha, dan sebagainya, dan mereka lebih republiken daripada republiken di Jawa. Itu berdasarkan amatan pribadi saya, khususnya menjelang Pemilu/Pilpres 2019.

image
Dok. Pribadi.

Kembali ke kedai kopi tjap djagong, sudah beberapa kali film made in lokal yang bercerita tentang perjuangan GAM dengan lagu-lagu perjuangan berbahasa Aceh diputar berulang-ulang di sini. Saya tidak tau, apakah semangat merdeka itu mimpi yang punya kedai kopi atau mimpi para penikmat kopi kelas "kere" di sini.

Pasalnya, filmnya main sendiri, habis sendiri, sedangkan para pelanggan asik dengan androidnya masing-masing. Tidak ada yang nonton, kecuali terlihat beberapa nyamuk atau serangga yang menempel pada layar televisi ukuran 20 inc di depan.

Film tamat, saya memekik kata "merdeka!" dalam hati. Bukan karena filmnya bagus, bukan pula karena saya punya semangat ingin Aceh merdeka, tapi karena kopi tjap djagong kocok yang barusan saya teguk memang nikmat sekali.

Teupin Raya, 31 Desember 2018

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!