Gagal Paham Orang Luar Tentang Kemajuan Aceh (Part 2)

in steempress •  2 months ago

 

Setelah membantah tulisan Tirto beberapa abad lalu, saya kemarin hari jumat-sabtu-minggu diajak bertemu dengan beberapa orang yang mengomentari tulisan saya yang tak seberapa mana itu. Mereka mengungkapkan juga kegelisahan yang sama tentang salah pandang masyarakat di luar tentang Aceh. Berikut dibawah ini yang saya dengar dari mereka dan berhasil direkam di alam pikiran.


Kemajuan Aceh Yang ditulis seniman Aceh, Thayeb Loh Angen (Source)

Orang yang menulis tentang kemajuan Aceh kata M.Ilham (mantan ketua Dompet Dhuafa) harus membedakan dulu mana yang disebut Modernisme dan yang mana Hedonisme kata pria yang ingin sekali disebut namanya di tulisan ini. Dia mengambil satu kesimpulan dari tulisan tirto yang menyebutkan Aceh masih kolot karena absennya Starbuck dan Mc. Donald. Menurut beliau kalau itu standarnya, ini masih dalam padanan hedonisme, karena ... tunggu, saya jadi ingat film Avenger infinity wars, saat Okoye –tangan kanan Black Panther- mengatakan kalau Wakanda maju juga harus ada Starbucknya. Jadi bagi beberapa orang Aceh juga berpikiran seperti itu, kemajuan sebuah kota adalah kita harus sama dengan kota-kota besar lainnya. Misalnya mungkil ada mall, bioskop, taman safari, dan ayoen gisa (London Eye) apa sih namanya wahana itu.


Krueng Aceh, 2040 (Source)

Kenapa kita tak boleh maju dengan gaya kita sendiri? Misalnya swiss maju karena mereka mengutamakan kebahagiaan warganya, mengurangi jam kerja dan meningkatkan waktu warganya berkumpul bersama keluarga. Mereka sudah tidak kelihatan lagi berjalan-jalan saat malam diatas jam 10 dan tak ada lagi kafe dan toko odol, apa lagi kelontong yang buka malam, mau beli pensil patah aja kita harus ke dapur untuk meraut sendiri. Kemajuan kota maunya disingkronisasi dengan kebahagiaan wargannya, bukan megahnya bangunan dan segalanya ada, tapi masyakaratnya tak bahagia.

Buat apa kota sangat maju tapi menepiskan kebahagiaan warganya. Ini kata Ustad Amri (Almuni Doktoral Filsafat di Al-Azhar) termasuk paragraf diatas tadi. Kota-kota Indonesia tidak sehat juga kalau orang-orang berjualan dan masih menghabiskan malam bersama teman-temannya. Karena malam itu adalah sebagai selimut dan berdiam dirumah bersama keluarga adalah perlindungan terbaik dari kejahatan malam.

Pernah dek Siti Harisah mengatakan Banda Aceh kota yang nyaman, tidaklah dia mendapat ganguan berarti dari cowok-cowok saat dia berjalan sendirian di pusat kota. Memang sudah pemandangan yang biasa cewek di kota ini masih bersliweran diatas jam 11 malam. Tapi kami berpikir positif mungkin dia sedang ada keperluan mendesak sehingga harus stay up to get lucky jam segitu.

 

Kalau itu dianggap kemajuan, berarti Aceh sudah maju di bidang kesamaan lelaki perempuan. Kalau kita melirik kemajuan peradaban dulu, kemajuan sebuah kota adalah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan Eropa adalah saat revolusi industri, kemajuan jerman saat dirobohkan tembok Berlin oleh warga yang misi Amerika membelah Jerman menjadi dua gagal. Walaupun membelah Korea mereka berhasil.


Bang Son, Korea, Gak menang di Piala dunia, meraih emas Sea Games

Qatar maju setelah walikotanya merubah kota menjadi destinasi wisata paling lengkap dan mewah dunia, laut di reklamasi menjadi rumah tinggal yang dijual dengan harga mahal, mengurus pelaksanaan piala dunia disana dan memanggil arsitek kelas dunia untuk merancang gedung-gedung indah di sana.

Bhutan mulai maju saat rajanya memutuskan untuk warganya kembali ke alam, kendaraan dibatasi dan masyarakat mengurangi energi yang merusak alam. Berada diantara kota yang mengejar kemajuan China dan India, Bhutan tak mau terpengaruh, mereka tidak mau ‘maju’ mereka hanya ingin bertahan dan menyatu dengan alam. Bhutan punya undang-undang yang tak boleh mengubah hutan dalam bentuk apapun, Hutan tetap Hutan selamanya. Mereka punya energi ramah lingkungan yaitu listrik tenaga air. Bhutan menjadi negara paling Bahagia dunia dari sepuluh negara lain. Yang diteliti di bidang Pendidikan, Kebahagiaan, pendapatan dan kesehatan.


Kebahagiaan Negara datang dari keramahan warganya, rendahnya kriminalitas, pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis, beberapa negara nordic sudah mendapatkan ini, seperti Denmar, Finlandia dan Norwegia. Tapi negara yang berjumlah penduduk yang tidak sebanding dengan negara-negara asia.

Aceh memang terus diganggu biar tidak maju, karena hobi berperang sejak dulu, kita menjadi sasaran empuk para pengadu domba. Dari dulu kita masih berdebat qunut apa tidak, shalat dua puluh apa delapan, Prabowo vs Jokowi, Madrid vs Barca dan hal-hal yang bisa memunculkan debat lain. Sedangkan kota lain sudah bersama-sama melayani rakyatnya dan berpikir untuk kepentingan bersama.



 

 


Posted from my blog with SteemPress : https://riodejaksiuroe.knpipidie.or.id/gagal-paham-orang-luar-tentang-kemajuan-aceh-part-2/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Meu awai² keunong gulong

·

Haha.. pajan I gulong?

Banyak pembelaan dan alasan pembenaran. Tp aceh maju sih dr sebelum tsunami n pasca tsunami. Cuma faktanya bioskop belum ada lagi.. Hehe

·

ya,,,maju tak gentar, membela yang bayar... haha.. ya masing2 membela diri biar tak babak belur dipukul

Allahu Akbar!!! Kapan maju jadi Bupati siap mengerahkan pasukan untuk memilih wkakaka, eh! Politik ya? Tidak berpolitik dianggap kolot ga sih?🤣

·

itulah,,, kalau orang baik tak masuk politik, maka orang yang lebih baik akan berada dalam politik

Wakanda forever