Miskinkan Bandar Narkoba

in steempress •  29 days ago

image<hr>Source

 

 

 

 

<p><

Sahabat Steemian, kembali bersama saya. Bicara tentang narkoba, saat ini perkembangannya sudah sangat meresahkan. Mulai dari bandar, transaksi, makin marak terjadi, dan menurut saya itu harus di musnahkan, dan para pelakunya di miskin kan. Ya, kenapa para sindikat itu harus di miskin kan ? Karena ada uang haram dari transaksi narkotika, itu harus di sita oleh negara. Tahun 2017 itu 3,1 trilyun angkanya, woww luar biasa. Jadi harus di miskin kan, karena apa ? Kalau tidak di miskin kan, uang itu yang tersimpan di Bank, di rumah, dan lain sebagainya, itu akan di pakai kembali oleh kroninya, untuk modal jualan kembali. Atau kalau tidak di musnahkan, keluar lapas, pakek lagi. Jadi harus kita ambil, seluruhnya kita ambil.

 

Jadi bukan koruptor saja yang di miskin kan ya. Terkait dengan tindakan prefentif, paling bagus itu di mulai dari rumah, dan keluarga. Rumah itu adalah perwujudan negara dalam bentuk kecil, atau dengan kata lain miniatur. Keluarga itu adalah miniatur bangsa dalam bentuk kecil, keluarga, ayah, ibu, anak. Jadi harus harmonisasinya ayah, ibu, anak, itu harus seimbang. Nukli famili itu adalah kalau bahasa agama,

 

"Ku anfusakum wa ahlikum naro' "

 

jadi supaya menjaga diri kita yang pertama, dan keluarga dari api neraka, dan salah satu api neraka itu ya narkoba itu. Jagalah narkoba, karena bagian dari kemaksiatan adalah narkoba. Tugas orang tua itu sebenarnya menjaga, bagaimana dirinya dan keluarganya. Istri, anak, termasuk pembantu dalam satu rumah itu. Kalau anak tidak ada contoh dari rumah, dia ambil contoh dari luar. Contohnya apa ? Sindikat, bandar, begal. Nah si anak ini ambil contoh di luar, kalau misalnya ada kenakalan anak-anak, itu yang di sembuhkan bukan anak-anak dulu, orang tua dulu yang di sembuhkan, sekarang yang curangnya seminar.

 

Seminar kenakalan remaja banyak, tapi seminar kenakalan orang tua tidak ada, maksud saya yang datang keseminar orang-orang yang anti narkoba, memang sudah baik, yang pecandu malah nggak datang. Artinya sisi lain kita, itu bikin razia, tawuran saja ternyata orang tua itu tidak tau bahwa anaknya itu tawuran tiap hari. Jadi ternyata off control dari orang tua, apalagi kepada narkoba, padahal bisa di curigai. Misalnya kalau di kamarnya sudah mulai alkohol tingkat berapa persen, itu di curigai, kemudian kamarnya ngunci terus, harus di buka, di operasi. Berarti kan tindakan prefentif dari institusi atau keluarga, kemudian katakanlah udah kecebur, masuklah rehabilitasi.

 

Lalu kemudian BNN pasti terlibat di dalam hal itu, orang tua mungkin juga terlibat. Nah, jadi yang harus di waspadai ketika si anak sudah terjerumus, lalu kemudian lepas dari rehabilitasi, supaya tidak kembali lagi ke narkoba, orang tua harus dampingi. Peluk dia, sering-seringlah berkomunikasi dari mata ke mata, dalam posisi yang sejajar, itu akan mendapatkan perubahan dahsyat. Bakat-bakat munculkan, lepas dari komunitas-komunitas temannya dulu.

 

Kalau perlu handphone di ambil, nggak bawa uang cash, ATM, kartu kredit, sudah nggak, jangan di kasih lagi. Jadi rehabilitasi dan paska rehab, itu harus berkontinyu, harus nyambung. Kalau cuma rehab saja, nggak ada paska, itu kemungkinan besar dia kembali lagi ke narkoba.

 

Itu saja postingan saya hari ini, moga-moga ada manfa'at yang di dapat. Sampai bertemu di postingan berikutnya, tentunya dengan bahasan yang berbeda.

 

 

Salam Steemian Indonesia 💫

 

 

~Keep Writing~

 

image

 

 

 

 

Salam Sahabat Inspiratif


Posted from my blog with SteemPress : http://midiagam.epizy.com/2019/01/24/miskinkan-bandar-narkoba/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!