Baca Dan Menulis Yuk !

in steempress •  8 days ago

image<hr>

 

 

Sahabat steemian, berbicara soal menulis dan gemar menulis, kalau saya mengingat-ngingat masa kecil saya, saya itu memang punya kecenderungan berhayal, terus senang merangkai cerita. Jadi di bilang kutu buku, sebenarnya saya bukan terbilang profil anak kutu buku saat itu, tapi senang membaca apa yang kakak saya baca, saya ikut, gitu ya. Buku yang di rumah saya baca, tapi kesenangan untuk membaca, merangkai cerita, untuk berimajinasi itu memang terasa dominan bagi saya.

 

Tapi ketika sudah besar, sudah punya uang sendiri, bisa beli buku-buku yang saya suka, barulah kemudian membaca itu menjadi sebuah kebutuhan dan saya hampir tidak pernah kalau menulis itu tanpa punya referensi. Jadi hampir semua risetkan, kebanyakan dari perpustakaan ya, jadi otomatis udah kayak kebutuhan. Jadi baca itu harus, dan memang cerita itu selalu menjadi kultur dalam kehidupan saya. Jadi saya suka ngarang, dan berimajinasi, lalu saya tuangkan dalam sebuah karya tulisan di steemit, yang harapannya bisa menginspirasi orang. Dan itu menurut saya berpengaruh dalam psikologis, karena tulisan itu berpengaruh pada perilaku seseorang.

 

Misalnya cerita rakyat, dulu ada cerita tentang kancil, dan kancil itu selalu tokoh yang di idolakan, padahal dia itu penipu di setiap cerita-ceritanya, karena dia cerdik, nah itu berpengaruh pada karakter bangsa kita. Kenapa sih saya bercerita tentang kebiasaan membaca, kebiasaan menulis, karena Insya Allah kita ini bisa sukses dengan berkarya menulis. Tapi saya sedih, kok tampaknya buku semakin di tinggalkan, dengan adanya era digital juga minat membaca anak juga menjadi lebih berkurang.<hr> image<hr>

 

Dan menurut saya, kalau kita bicara anak, tentu keluarga punya peran penting, tapi saya juga ingin menyoroti bahwa Indonesia itu memang secara kultur lebih puas tradisi lisan sebetulnya ketimbang tulisan. Jadi PR kita ini sangat banyak, saya baru saja baca sebuah riset Universitas, saya lupa nama Universitasnya. Jadi dia bikin riset, dari 200 negara itu hanya 61 yang masuk dalam kategori bangsa yang sudah punya kebudayaan literasi. Nah enam puluh satu yang termasuk ke dalam kategori tersebut, dari 200, cuma 61. Indonesia cuma di rangking 60, jadi kita tinggal cukup jauh.

 

Kemarin tahun 2015 Indonesia menjadi tamu di pameran buku terbesar di dunia, dan di situ kita melihat bahwa PR kita itu banyak sekali. Dan penerjemah dari jumlah buku, jumlah penulis. Jadi itu merupakan satu cermin, sekaligus tamparan, bahwa kita itu, apa ya yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan minat baca. Dari sejarah penjajah dulu juga banyak pengaruhnya, cuma kita di jajah Belanda.

 

Jajahan Belanda itu kurang menguntungkan, jadi kalau bekas jajahan Inggris itu tradisinya lebih kuat, dan bahkan publising tentang semua buku itu lebih cepat kalau kita di jajah Inggris.

 

Oke, saya rasa cukup sampai di sini dulu informasi dari saya, ibu jari pun udah pegal, nggak sanggup lagi mengetik dan menari di atas layar tombol handphone. Nanti kapan-kapan saya akan cerita lagi, tentang bagaimana sih kebiasaan menulis ini, kemudian berimajinasi bisa di tuangkan, karena pasti ada ilmunya, nggak bisa cuma asal-asalan. Saya akhiri sampai di sini, semoga menginspirasi.

 

Salam Steemian Indonesia 💫

 

~Keep writing~

 

image

 

 

 

Salam Sahabat Inspiratif


Posted from my blog with SteemPress : http://midiagam.epizy.com/2019/02/11/baca-dan-menulis-yuk/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Congratulations @midiagam! You have completed the following achievement on the Steem blockchain and have been rewarded with new badge(s) :

You published a post every day of the week

Click here to view your Board
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word STOP

To support your work, I also upvoted your post!

Support SteemitBoard's project! Vote for its witness and get one more award!