Kehidupan Muslimah di Perantauan

in steempress •  14 days ago

36594173_901181153416322_5011756118901260288_n.jpg

MERANTAU bukanlah pilihan yang mudah baik yang melakukan atau pun yang ditinggalkan. Orang tua tentu akan cemas, jika yang berpamit merantau adalah seorang anak perempuan. Meski tinggal jauh dari orang tua , kami --kami kaum hawa-- akan bisa menjaga diri, dan mengurus segala kebutuhan dengan baik dan mandiri. Berkumpul dan bergaul dengan lingkungan yang tepat, akan mempengaruhi gaya hidup seseoarng di perantauan.

Merantaulah, Kau akan mendapat pemgganti kerabat dan teman. Berlelah-lelahlah, maisnya hidup terasa setelah lelah peerjuangan. (Imam Syafii)

Jika dahulu merantau banyak didominasi kaum laki-laki, tetapi seiring kemajuan zaman, sudah bukan hal tabu lagi, kaum perempuan juga banyak yang memilih merantau baik dalam artian menuntut ilmu ataupun bekerja mencari uang. Menjadi muslimah yang tangguh dan mandiri , serta mendapat pengalaman. Banyak hal yang didapat di perantauan; baik berupa pelajaran, ilmu, kesabaran, kebahagiaan bersama sahabat sekaligus menjadi keluarga di perantauan.

36533479_901178833416554_2831254798144110592_o.jpg

Dengan merantau kaum perempuan menjadi sosok tangguh yang bisa mejaga diri dari pengaruh lingkungan dan gaya kebaratan. Namun, semua itu bisa dipatahkan. Karena banyak muslimah tumbuh menjadi sosok santun, dengan tetap menjaga adab dan budaya, serta membawa nama baik Indonesia.

Merantauanya seorang muslimah adalah salah satu kegiatan yang patut diberi apresiasi . Karena RA. Kartini telah mengangkat derajat kaum perempuan melalui pendidikan dan layaknya sejajar dalam pengetahuan, serta pekerjaan. Meskipun di sisi lain, kaum Hawa terkenal dengan peribadi Manja dan cengeng. Namun dengan merantau, para muslimah tumbuh menjadi perempuaj Indonesian yang cakap, cerdas, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Serta membuat pikiran berkembang dan dapat mengimplementasikan kepada keluarga dan kerabatnya.

Ketangguhan mereka juga dibuktikan, dengan tangguh menahan rindu kepada orang tua dan keluaraga yang mereka sayangi. Mereka sanggup menahan semuanya, demi menggapai masa depan yang lebih baik.

Untuk Ladies yang di perantauan tetap semangat berkarya, dan buktikan bahwa kita bisa!

Taiwan, 3 Juli 2018

Salam Hangat dari Bumi Rantau

@ettydiallova

36331904_897295427138228_2528862471708475392_n.png

36383519_897296633804774_621819330685829120_n.jpg


Posted from my blog with SteemPress : https://aksaradiallova.org/2018/07/03/kehidupan-muslimah-di-perantauan/

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Semoga istiqomah ya mbak @ettidialova

·

Amiiinnn Ya Rab
SEmoga kebaikan selalu menyertai kita semua ya, Mba @nyakti.

Namun bagaimana pun rasa khawatir orangtua selalu ada, terlebih bagi kaum wanita. Meskipun terkadang kaum wanita lebih pandai dalam menjaga diri dari hal-hal negatif.

·

Begitulah orang tua, bang @djamidjal.
Beliau akan selalu menjaga dan khawatir kepada buah hati, karena beliau tak ingin meski sepucuk duri menyakiti orang darah gadingnya...
Percayalah, kaum perempuan akan perkasa di perantauan.

Merantaulah, Kau akan mendapat pemgganti kerabat dan teman. Berlelah-lelahlah, maisnya hidup terasa setelah lelah peerjuangan. (Imam Syafii)

Setuju banget dengan kutipan yang ini mbak @ettydiallova, sebagai pemuda berdarah minang saya merasa tertantang untuk merantau guna menimba ilmu. Rindu kampung dan halaman adalah cambuk untuk terus semangat di negeri orang. Walau kadang sempat terjatuh karena dalamnya lubang kerinduan itu 😂.

·

Saya ada karib yang berasal dari Minang, Sumbar bang @goresanpenaamdal. Namun, beliau telah kembali ke tanah air, karena telah selesai pendidikannya. Kapan waktu, akan saya ajak beliau ke Steemit, agar bisa kenalan dengan Abang.

Kerasnya dunia rantau, akan menempa kita menjadi Jauh Lebih dewasa, Bang.
Salam Sukses selalu.

·
·

Waaahh, mudah-mudahan ia tertarik untuk berbagi ilmu dan pengalamannya di steemit ya mbak @ettydiallova

Iya mbak, pahit manis selalu ada di negeri perantauan ini.

Mbak @ettydiallova salam ya buat yang ada di foto itu semua ...

·

Insya Allah akan saya sampaikan Mei @agussusiyanti.

Srikandi-srikandi yang tangguh di perantauan
Salut!

·

Terima kasih Mba @santiintan.
Berjuang demi masa depan.

Suatu saat ingin ada dalam satu barisan dengan Mbak @ettydiallova.. Tetap semangat mbak.. :)

·

Tetap semangat Sist,..
Semoga suatu saat keinginanmu terlaksana😊

·
·

Aminnn.. Terima kasih dukungannya Mbak 😊

Wah asyik nih
Merantau lah maka kau akan mengerti artinya rindu

·

Benar sekali @bangrully
mengendalikan rindu sangat sulit, dan hanya perantau tangguh yang bisa menanggulangi.