CerBung : Teka Teki Cinta Part 05

in steempress •  last month


Dengan kesal Zainal menggigit tangan Hisyam, membuat pria tampan itu meringis sakit.

”aku tidak suka dengan dia paman!”protes Zainal mendekati Rais, lalu menatap tajam Hisyam yang masih mehibas-ngibaskan tangan kanannya karena perih.

“Kenapa kamu melemparnya dengan bola?” Tanya paman lembut melihat Zainal secara lebih dalam, agar anak kecil itu lebih tenang.

“Dia akan membawa jauh kaka dari Zainal” jawab Zainal kesal

Mendengar penjelasan Zainal, Hisyam langsung menoleh. Tidak ada raut kesal yang terpampang di wajahnya, hanya senyum lembut yang ia berikan untuk Zainal. Sebagai seorang kakak Hisyam paham kalau Zainal takut kehilangan kakak satu-satunya

"Kaka tidak akan membawa kakakmu pergi" ucap Hisyam mencoba mendekat, lalu mengusap kepala Zainal lembut

"Bohong!"

Hisyam menggeleng kecil" Kaka juga punya adik, jadi Kaka tahu apa yang kamu rasakan"

“Maafkan Zainal nak Hisyam” sesal Rais tidak enak hati “ayo minta maaf!” pinta Rais yang dengan cepat di tolak Zainal

“Ce-Pat. minta maaf!” pinta Rais lagi yang sekarang sedikit lebih tegas membuat Zainal langsung mendesah kesal.

Dari balik pintu kamar ufairah mengintip. Kamar ufairah memang berada di ruang tamu jadi tidak salah kalau dia bisa mengintip dan mendengarkan setiap pembincangan orang-orang di balik pintu.

Semenjak tadi ufairah sudah menahan tawa melihat kelakuan Zainal yang memang tidak menyukai Hisyam dari awal. Dari mulai melempar bola, bahkan dengan terang-terangan mengakui kalau dia tidak menyukai Hisyam.

“Adik yang tampan” gumam ufairah memuji Zainal yang menurutnya anak pemberani. kemudian kembali menutup pintu kamar dengan pelan.

Setelah pertemuannya dengan keluarga ufairah, Hisyam langsung kembali ke restauran. Dengan wajah lelah Hisyam kembali membaca map-map yang sudah di sediakan Zahra adiknya. Sedangkan Adam, memilih menghapal Al-Qur’an. dia tidak terlalu peduli dengan wajah kusut Hisyam yang sudah kelelahan.

“Bisa antum bantu ana?” pinta Hisyam agak jengkel dengan tingkah Adam yang terlihat tidak peduli.

Suara Adam semakin di keraskan membuat Hisyam mendesah kesal, dengan kesal Hisyam melempar Adam beberapa kali dengan gulungan kertas, membuat pria bernama Adam itu repleks berdiri untuk menghindari lemparan Hisyam yang berturut-turut.

“Kenapa antum melempar ana?”tanya Adam pura-pura bingung sambil menghindari lemparan hisyam

“Pandai sekali antum berkelit. Sahabat susah bukannya antum bantu” balas Hisyam yang kini melemparkan sapu yang sukses menimpuk badan Adam


Adam berdecak“Sekalian saja antum lempar leptop. Kalau tidak lempar saja ana dengan lemari”saran Adam kesal karena dilempar sapu.

Hisyam menyeringai,membuat adam menelan selivanya” antum tidak benar-benar akab melempar ana dengan lemari kan?”

“Menurutmu” sahut Hisyam yang sedang mengambil ancang-ancang untuk melempar lemari kecil yang berisi map-map.

Tampa menunggu aba-aba Adam langsung berlari keluar, membuat Hisyam langsung tertawa” siapa yang mau lempar lemari. bahkan lemarinya saja sangat berat” kata Hisyam terkekeh sambil menepuk-nepuk lemari yang terbuat dari kayu.

Di restoran sudah sangat ramai pelanggan, bahkan beberapa meja sudah terisi penuh. Zahra yang semenjak tadi duduk di kursi kasir sedikit menoleh ketika melihat seorang gadis memakai baju syar'i biru menghampirinya.

“Untuk apa ufairah kesini” gumam Zahra dan sekarang ufairah sudah ada di sampingnya.

“assalamualaikum” salam ufairah tersenyum ramah

“Wa’alaikumsalam. Ada apa?,bukannya kamu harusnya ada di rumah” selidik Zahra heran ke arah ufairah

“Sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu..” kata ufairah yang sebenarnya menahan rasa gugup.

“Baiklah. ada apa?”

“Kenapa Hisyam memilihku?,bukankah banyak wanita yang lebih baik dari pada gadis ceroboh sepertiku”

Zahra menautkan halis” kenapa bertanya seperti itu?”

“Karena..aku merasa, kalau dia melamarku karena ada alasan yang tidak ku ketahui”ungkap ufa menunduk lesuh

“kenapa harus menerimanya, kalau kamu tidak yakin”sahut Zahra dingin

“Karena dia memang sudah di takdir kan untukku. Bukankah begitu ukhty ufairah?” jawab Hisyam yang sudah berdiri di belakang Zahra, membuat ufairah langsung terlonjak kaget. Kapan Hisyam sudah berdiri di sana?

"1 Minggu lagi kita akan menikah. terbilang buru-buru tapi aku harus secepatnya kembali ke Mesir. Andai ukhty bisa mengingatnya, ku rasa itu akan lebih baik. Assalamualaikum" kata Hisyam kemudian berlalu pergi meninggalkan keduanya yang bengong dengan ucapan Hisyam.

"Kurasa kakakku agak aneh" ucap Zahra begidik yang langsung di beri anggukan ufairah

"Dia datang dengan sejuta teka-teki dan pergi dengan sejuta pertanyaan. Tapi..aku merasa tidak asing dengan kata-katanya" gumam ufairah dalam hati


#1 Minggu kemudian

Hari ini adalah hari dimana status ufairah akan berubah. Begitu pula dengan jalan hidupnya.

Jantungnya sudah berdetak tidak karuan. Apalagi saat ia menatap cermin di depannya, terlihat seorang gadis cantik berniqab dengan pakaian pengantin biru yang terurai indah sedang berhadapan dengannya. bahkan ufa merasa malu untuk mengakui kalau bayangan cermin itu adalah dirinya sendiri.

“Sa-ngat cantik!” puji Hana kagum memegang kain pengantin ufa yang terasa lembut” dia pasti benar-benar orang kaya, lihatlah..bajunya sangat indah. Aku iri padamu” gurau Hana dengan tampang sedih yang di buat-buat.

“Sudahlah Hana.. kamu lebih baik dariku” balas ufa yang merasa risih karena sedari tadi terus di puji.

“padahal seharusnya aku yang menikah duluan..”keluh Hana merengut membuat ufa terkekeh

“Sebenarnya Hisyam akan pergi ke Mesir dua hari ke depan”bisik ufa membuat Hana melongo

“Benarkah!!” teriak Hana terkejut,membuat ufairah langsung membekap mulut Hana

“Kenapa berteriak?!”protes ufa kesal

Merasa tidak ada jawaban dari Hana, membuat ufa langsung tersadar kalau ia masih membekap mulut Hana

” astagfirullah, maafkan aku-aku lupa hehe”

Wajah Hana mulai kesal“Jangan membekap ku seperti itu!. kamu membuatku jadi sulit bernapas. Bagaimana kalau aku meninggal,sedangkan aku belum menikah sampai sekarang” risau Hana dengan wajah panik. Tapi itu malah membuat ufairah jadi tertawa

Tuk tuk tuk

Suara ketuk pintu terdengar beberapa kali mengalihkan perhatian keduanya. Dengan sigap Hana berdiri lalu membuka pintu perlahan, dari balik pintu terlihat seorang gadis berhijab syar'i dengan niqab tengah menatap Hana dengan ramah

“Assalamu’alaikum” salam wanita itu sopan

“Wa'alaikumsalam, siapa anda?” tanya Hana heran, karena tidak mengenali siapa wajah di balik niqab hitam itu.

“nama ana Sarah, boleh kah ukhty mengijinkan ana masuk ke dalam” pintanya sopan yang langsung di setujui hana.

Langkah gadis itu langsung tertuju kepada ufairah yang sedang duduk di depan cermin” bolehkan ukhty meninggalkan kami berdua. ukhty tidak perlu risau. Ana hanya ingin berbicara sebentar dengan ukhty ufairah” pinta sopan Sarah melihat Hana dengan lembut.

Setelah kepergian Hana. Sarah berjalan mendekati ufairah. Dengan perlahan dia membuka niqab yang ia pakai lalu menyimpannya di atas meja tempat berhias,tentu ufairah terkejut dengan sikap Sarah.

“Kenapa ukhty membukanya?” tanya ufairah heran, kembali memberikan niqabnya pada Sarah

“kamu tahu siapa ana ukhty?” tanya Sarah kemudian ikut duduk di kursi yang berada di depan ufairah

Kepala ufa menggeleng menimbulkan senyum kecil di bibir Sarah” ana lah yang sebenarnya akan di jodohkan dengan akhy Hisyam-ukhty ufairah..”

“Apa maksudnya?” tanya ufa kaget,walau ia sudah paham apa yang di katakan wanita cantik di depannya.

“Ukhty tidak perlu pura-pura tidak mengerti” balas sarah tersenyum kecil” apa ukhty tahu kenapa akhy Hisyam mau menikahi ukhty?” tanya Sarah yang tidak peduli dengan ufairah yang sudah menegang.

“Ke-kenapa?” tanya ufairah yang memang dia pun tidak tahu alasan Hisyam menikahinya.

“Karena Hisyam menyangka kamu adalah ukhty Annisa, dia adalah teman FB yang sudah membuat Hisyam jatuh hati” jelas Sarah tenang namun sukses membuat ufairah terkejut.

“dia mencintai Annisa dan bukan ufairah... Apa kamu adalah ukhty Annisa teman Hisyam di FB saat tiga tahun yang lalu?”

“Aku tidak mengingat tiga tahun yang lalu. Tapi..aku merasa pernah mengenalnya. tetapi aku tidak mengerti..kenapa aku tidak bisa mengingatnya. Mungkinkah dia orang yang ku kenal” tanya ufairah balik mencoba mengingat serpihan tiga tahun yang lalu yang sudah ia kubur dalam-dalam hingga ia melupakannya.

“ana harap kamu tidak mengingatnya dan kuharap kamu bukanlah orangnya” ucap Sarah tenang, kemudian kembalii memakai niqab

“ke-kenapa?”

“Karena ana tidak suka Hisyam bersanding dengan wanita lain. Maaf..tapi ana harus jujur” sesal Sarah menundukkan kepala” ana pergi, assalamualaikum”pamiitnya kemudian pergi meninggalkan ufairah yang sudah bertanya-tanya.


Pernikahan sudah di laksanakan. kini ufairah ikut dengan keluarga Hisyam. Bahkan Hisyam dengan senang mengenalkan keluarganya pada ufairah.

Namun sayangnya, kejadian pertemuannya dengan Sarah cukup membuat ufairah menjadi tidak nyaman.

“Ini kamar kita ukhty” tunjuk Hisyam membuka kamar dan memperlihatkan kamar yang luas bahkan dua kali lebih luas dari kamar ufairah

Ufairah menghela napas berat lalu melihat Hisyam dengan kepala menunduk” saya tidak ingin menjadi istri durhaka yang tidak bisa menjadi wanita yang Sholehah. Tapi ini terlalu cepat..bolehkah saya tidur di ranjang terpisah” pinta ufairah ragu.

sebenarnya alasanya, karena perkataan Sarah yang cukup membuat hati ufairah mencelos, hingga ia ragu dengan Malih yang tidak jujur di awal lamaran mereka.

“Ana tidak bisa mengabulkan permintaan ukhty untuk kamar yang berbeda. tapi ana bisa tidur di kursi,Ukhty bisa tidur di ranjang. lagian..ana harus mengurus beberapa pekerjaan yang belum ana selesaikan. Bila ukhty ngantuk ukhty bisa tidur duluan” balas Hisyam tersenyum.

“Ana pergi. assalamualaikum” pamit Hisyam berlalu pergi.

Kepala ufairah menunduk dalam dengan badan yang meringkuk di atas ranjang. air mata sudah mengalir deras di kedua pipinya. Hatinya terasa sakit saat perkataan Sarah berputar-putar di pikirannya. Apa ia sudah benar menerima Hisyam jadi suaminya?,semua itu menjadi pertanyaan tersendiri bagi ufa yang tidak mengerti apa-apa.

Dilain tempat Hisyam berdiri di depan pintu kamar, perkataannya untuk pergi kerja itu hanya kebohongan. Nyatanya Hisyam terus berdiri di depan pintu, menemani ufairah dalam kesedihan yang mendalam dan Hisyam tahu itu sejak tadi.

“andai kamu bisa berbagi kesedihan. Setidaknya aku bisa merasa kalau aku bisa menjadi suami yang baik. Maafkan aku ukhty ufairah..”sesal Hisyam menghela napas berat. kemudian duduk di lantai dengan kepala yang menyandar di pintu kamar.

“Kenapa kalian berdua selalu terjebak dalam teka-teki cinta”gumam Adam heran yang tidak sengaja mendengar ucapan Hisyam saat ia hendak kembali masuk kamar”ya Allah bantulah keluarga sahabatku untuk menyelesaikan semua permasalahan mereka”

Suara adzan subuh sudah berkumandang, dengan perlahan ufa membuka mata. Tatapannya mengedar mengelilingi kamar yang sempat ia lupa kalau sekarang ia tidak lagi tinggal di kamarnya dulu

"Assalamualaikum istriku,semoga Allah memberikanmu nikmat yang banyak hari ini" sapa Hisyam semangat, yang sedang duduk di bawah lantai dengan tangan bersedekap di atas ranjang. Sontak itu membuat ufairah repleks terkejut

Sudah tidak di ragukan kalau Hisyam tidur dilantai. bahkan ufairah tidak melihat selimut di kursi"wa'alaikumsalam. apa kamu tidur di lantai?" Tanya ragu ufa yang langsung di beri anggukan mantap Hisyam

"Kenapa tidak di kursi?"

"Hanya merasa tidak nyaman. Lebih nyaman tidur di lantai"

"Dan hanya beralasan selimut?"tanya lagi ufa tidak percaya

Hisyam terkekeh canggung,menggaruk belakang kepala malu" memang terlihat aneh yahh"

Dengan wajah menahan geram ufa memejamkan mata,kemudian kembali melihat Hisyam"aku mau sholat subuh!" ucap ufa langsung turun dari ranjang sambil memegang bawah rok penggantinya yang menghalangi jalan.

"Mau ana bantu?"saran Hisyam melihat ufa yang kerepotan

"Tidak perlu!"

"Kenapa dia marah?,apa ada yang salah bila aku tidur di lantai" gumam Hisyam bingung sambil melipat kembali selimut.

Ade Rusmiati




Posted from my blog with SteemPress : https://coretanaksara.timeets.com/index.php/2018/09/22/cerbung-teka-teki-cinta-part-05/
Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Postingan yang bagus saya suka dengan postingan anda.
Saya telah mengikuti anda saya mohon ikuti balik biyar sama sama banyak flower salam dari saya @teukumuladi

·

Terima kasih adun telah meluangkan waktu untuk berkunjung dan membaca serta follow. Sudah saya follow balek dan vte ya.
Semoga kita sama2 akan sukses di steemit ini adun.

Posted using Partiko Android

Good post,, saya ingin mengikuti anda dan saya harab anda bisa mengikuti saya Balik mohon kerja samanya biar sama-sama banyak follower nya salam @zikrisetiawan

·

Terima aksih byk.
Tlh sya ikuti balek.
Smga kita sama sama sukses d platform ini.
Salam kenal juga

Posted using Partiko Android