Lombok Dan Kita

in steempress •  last month

Ketika kalimat ini saya rangkai saya sedang tak punya stok ide. Hanya kerinduan merangkai kata saja yang menjadi energi jari bermain di atas keypad.

Ah mungkin berbicara tentang Lombok menarik juga. Dalam medio beberapa Minggu ini Indonesia diterpa bencana yang kerugian dan kerusakannya hampir seperti tsunami Aceh setidaknya bila merujuk pada penduduk yang mengungsi yang mencapai 390.529 jiwa (Harian Kompas, 24 Agustus 2018). Ada 17.400 rumah rusak menurut data BNPB.


http://www.tribunews.com

Bulan ini kita memasuki bulan September dimana secara musim identik dengan musim hujan, jadi ingat istilah ber ber ber ketika sekolah dasar dahulu. Walaupun pergeseran musim terjadi tapi lazimnya kita akan sangat nyaman ketika hujan turun berada di bawah atap.

Nah ketika tsunami dulu sebelum barak akan pengungsi dibangun semua korban tidur di tenda baik yang buat sendiri atau bantuan. Entahlah saya tidak bisa bayangkan bila hujan atau angin menyapa.

Kawan, bahkan bencana tak hanya yang tampak. Beberapa relawan dengan kekuatan media sosialnya melansir bahwa ada upaya-upaya pemurtadan, menawarkan agama kepada umat yang sudah beragama. Sebagai muslim ini bencana besar.


http://www.kompas.com

Ketika tsunami Aceh kasus di atas sangat santer dibicarakan. Bahkan menjadi topik unggulan di pembicaraan kedai kopi. Bahkan beredar kabar bahwa banyak balita Aceh yang di evakuasi keluar Aceh oleh lembaga yang berorientasi religius non Islam .

Kaidah ini sebenarnya sudah di atur dalam UU. UU No. 24 Thn 2007 tentang Penanggulangan Bencana pasal 3 ayat 2 huruf mengatur bahwa salah satu prinsip dalam penanggulanan bencana adalah "NONPROLETISI" dan ”NONPROLETISI" adalah larangan menyebarkan agama atau keyakinan pada saat keadaan darurat bencana, terutama melalui pemberian bantuan dan pelayanan darurat bencana.

Mengapa ini bisa terjadi. Memang beberapa ormas yang punya tenaga terlatih tentang kegawatdaruratan telah terjun bahkan di awal-awal minggu bencana katakan seumpama FPI.

Namun banyak pula lembaga lain yang punya potensi berkontribusi sibuk dengan rapat pembentukan panitia bencana yang panjang, sedang saudara kita semakin kedinginan tidur malam dibawah embun.

Beberapa yang lain malah sibuk dalam pusaran isue pilpres. Maksud saya mereka punya potensi besar jika ingin menolong. Atau kalo mungkin setau saya mereka bahkan punya sayap organisasi yang besar. Tugaskan saja mereka dan yang induk tetap mengawal isue yang mereka anggap penting.

Tapi minimal kita, apa yang sudah kita berikan, kerjakan untuk didata kita. Ketika kita suatu saat dengan lantang berujar bahwa umat Islam laksana sebuah tubuh. Bila satu bagian tubuh sakit maka bagian lain juga sakit.

Ini mungkin salah satu kesempatan untuk merealisasikan kaidah tersebut.

Tapi jangan lupa pula agar kita melihat sisi efektivitas bantuan. Dulu ketika gempa Padang kalau tidak salah sebuah lembaga membuka donasi menghimpun baju bekas. Dengan mobilisasi massa yang bagus maka terkumpullah baju bekas malah melebihi target. Malah yang muncul kemudian adalah mereka lupa merencanakan dengan matang tatacara agar barang amanah tersebut sampai ke tujuan. Dengan volume yang banyak ternyata ongkos kirim pun juga membludak dan ini tidak diperhitungkan sebelumnya. Ini hanya contoh.


Posted from my blog with SteemPress : https://malas-nulis.000webhostapp.com/2018/09/lombok-dan-kita

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Beberapa relawan dengan kekuatan media sosialnya melansir bahwa ada upaya-upaya pemurtadan, menawarkan agama kepada umat yang sudah beragama. Sebagai muslim ini bencana besar.

inilah yang sya rasa perlu bagi kita unutk selelau melihat lebih dalam tidak hanya mendengar mereka yang punya kekuatan media sosial. Meskipun saya paham betul masalah agama ini masalah sensitif, marikita kesampingkan dulu hal tersebut, bukanmenutup mata, akan tetapi mari kita bantu bteman-teman kita bangun dan berdiri, tanpa perlu pusing memikirkan hal yang seperti ini. akrena saya yakin, kalau seseorang sudah sangat taat dan yakin akan agamanya, apapun yang maka ia tidak akan pernah pindah.

Mari membantu Lombok meski hanya 1 SBD atau 1 Steem. Sista @mariska.lubis sudah menggalang dana bantuan untuk Lombok.

·

Makasih infonya bang baru tau