Cerpen : Besok Lusa Kau Akan Paham

in steempress •  15 days ago


Ah tak perlu lah di hiraukan keheranan mereka. Karena memang demikian di dalam hidup ini. setiap orang pasti akan berubah. Begitulah kata pepatah. Selain perubah perilakunya pasti cara berpikirnya juga berubah. Soal fisik sudah pasti, tak perlu di jelaskan, semakin hari kita akan semakin tua. Namun, soal dewasa tak serta merta mengikut. Gumamku dalam hati merespon keheranan kakak dan mamak atas pertanyaan ku tadi.

Siang ini matahari tak begitu terik seperti biasaya. Sudah dua bulan kemarau di daerah kami. Seperti yang kalian ketahui. Di “Negeri Para Pengkhayal” hanya terdapat dua musim. Musim hujan dan musim kemarau. Tidak seperti di eropa sana, kata orang-orang sich terdapat 4 musim; musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.

Sebagian besar masyarakat di Desa Harapan bermata pencaharian sebagai petani hanya satu dua yang pada akhirnya sukses seperti kawan ku Mukidi. Kenapa Mukidi bisa mencapai kesuksesan sedemikian rupa? Hanya satu alasannya dan tidak perlu lah di ceritakan lagi di sini. Kalian bisa membacanya di cerita-cerita sebelumnya.

Saya langsung meninggalkan kakak dan mamak yang masih menatapku datar, entah apa yang ada di pikiran mereka. Barang kali mereka berfikir, jangan-jangan tadi ketika saya pulang sekolah, ada jin yang terseseat dan usil memasuki tubuh saya. Hehe.

Akhirnya saya memutuskan untuk segera melaksanakan sebuah kewajiban. Kewajiban sebagai seorang muslim yang di dalam firman Allah telah di jelaskan bahwa kewajiban tersebut dapat mengubah perbuatan keji dan mungkar. Begitu selelasi wudhu saya pun bersegera untuk shalat.

Hari ini adalah hari yang besar bagi saya, ini tidak terlepas karena pertanyaan besar yang Pak Mukidi tanyakan tadi pagi di sekolah. Pertanyaan yang belum juga saya temukan jawabannya. bapak adalah satu-satunya yang mampu menjelaskan dan sekaligus memberi jawaban.

Lika-liku kehidupan telah membuat bapak menjadi pribadi yang memiliki pemahaman yang baik tentang hidup. Rasa-rasanya tak berlebihan jika saya nobatkan bapak sebagai sosok yang paling bijak bahkan ketika masyakat di desa kami menganggapnya sebagai orang yang bijak. Cepat-cepat bapak merespon bahwa beliau bukanlah orang yang bijak seperti yang mereka pikirkan. Maka, bertambah bijaklah beliau di mata masyarakat. Kalian tahu “sifat kebijaksanaan itu sesuatu yang aneh. jika kalian merasa bahwa kalian memilikinya maka hakikatnya kalian tidak memilikinya” begitulah penjelasan Pak Budi beberapa tempo yang lalu.


Source

Tapi hari ini, kita tidak sedang berbicara tentang bapak. Biar kalian tidak penasaran besok lusa akan ku ceritakan perihal bapak, siapa tahu kalian juga akan sepakat seperti masyarakat desa kami pikirkan tentang bapak.

Selepas shalat segera saja saya berpamitan sama ibu untuk menyusul bapak di kebun. Sudah tak sabar ingin segera bertemu bapak untuk mendapat jawaban yang sudah dari tadi saya tunggu-tunggu. Bertanya sama mamak dan kakak malah membuat mereka heran.

Alifff.. Sayup-sayup suara dari kejauhan terdengar oleh ku. Sepertinya saya mengenal suara siapa itu. Gumamku. Iya kan? Persis seperti yang saya duga siapa lagi yang si pemilik suara tadi selain kawankun yang aneh itu “Mukidi”

Iya Mukidi. Ada apa? Tanyaku padanya.

Emang mau kemana kamu Alif? Buru-buru sekali keliatannya? Malah di Tanya balik olehnya.

Mau ke kebun untuk mejumpai bapak. Jawabku singkat.

Aku ikut boleh? Mukidi meminta izin?

Bagaimana ya. Hmmm ??? nanti seluruh tanaman di kebunku ikut aneh sepertimu. Begitulah maksud “hmm” tadi.

Eh Alif kamu tahu tidak bahwa hidup ini penuh dengan hal-hal yang membingungkan. Maka, jangan salahkan siapapun jika besok lusa kamu akan menemukan manusia-manusia yang kebingungan.

Sontak saja kata-kata Mukidi tersebut membuat ku bingung bukan kepalang. Jadilah aku salah satu manusia yang kebingungan.

Tanpa menunda-nunda agar tidak terus larut dalam kebingungan, segera saja saya meminta Mukidi untuk menjelaskan.

Maksudmu? Tanya ku meminta penjelasan.

Sudah kapan-kapan saja saya jelaskan.


Posted from my blog with Steempresshttps://asrusteem.000webhostapp.com/2019/01/cerpen-besok-lusa-kau-akan-paham-2

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!