Fiksi VS Fiktif
Hai, Steemians...
Bolehkah seseorang berkata bahwa Kitab Suci itu hanya fiksi? Menurut saya boleh!!.. tapi untuk dirinya sendiri atau dilingkungan keluarganya, jangan mengatakan hal itu didepan orang lain..
Mungkin saja dia sedang kecewa pada agamanya, sehingga dia marah pada Tuhannya dan ngata-ngatai bahwa kitab sucinya itu hanya fiksi.. gak masalah, itu urusan dia secara pribadi.
Tapi ketika dia berkata begitu didepan orang lain, itu salah besar.. karena Kitab Suci itu bukan milik dia pribadi.. ada sekitar 4 Milyar penduduk dunia yg meyakini bahwa Kitab Suci itu adalah wahyu yg turun dari langit, kitab suci isinya Firman Tuhan, bukan Fiksi karangan manusia.
Fiksi adalah cerita yg berasal dari imajinasi, tidak berdasarkan sejarah atau fakta, seperti: novel, novella, cerita pendek, sandiwara dst.. awalnya dalam bentuk sastra naratif.
Karya fiksi merupakan hasil dari imajinasi kreatif pengarangnya, kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sejalan dengan kebenaran yang berlaku di dunia nyata, misalnya kebenaran dari segi hukum, moral, agama, logika, dan sebagainya.. sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata bisa saja terjadi di dunia fiksi.
Pernyataan dosen filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung itu semakin terlihat bodoh ketika dia ngotot mengatakan bahwa yg dimaksudnya adalah Fiksi, bukan Fiktif.. padahal artinya hampir sama, Fiktif itu tidak terikat oleh kebenaran sedangkan fiktif sama sekali tidak benar.. sayang sekali Dosen Ilmu Filsafat kok gak belajar bahasa dengan baik dan benar.
Fiktif = bohong.. proyek fiktif adalah proyek bohongan, tidak pernah ada wujudnya.. sementara yg disebut Fiksi adalah sesuatu yg tidak terikat dengan kebenaran (bisa benar bisa salah) dengan kata lain, meskipun cerita Fiksi itu tidak benar terjadi, tapi ada penelitiannya, tidak dibuat secara asal-asalan.. itulah bedanya Fiksi dan Fiktif.. cerita Fiksi yg berdasarkan kebenaran disebut Non Fiksi.. tapi tetap saja tidak bisa disamakan dengan Kitab Suci yg diyakini 100% benar oleh pengikutnya..
Masalah terbesar bangsa ini adalah, banyak yg bicara semaunya.. yg gak ngerti Sastra nulis puisi, yg gak ngerti Agama seperti Rocky Gerung, Ade Armando itu malah bicara agama, akhirnya membuat definisi sendiri.. kapan majunya bangsa ini? seandainya mereka bicara sesuai disiplin ilmunya tentu lebih bermanfaat untuk bangsa ini..