[Review] Gontor, Kiblat Pesantren Modern di Indonesia

in steemit •  last year

Selayang Pandang Tentang Pondok Modern Darussalam Gontor

Pondok Modern Darussalam Gontor Jawa Timur sudah tidak asing lagi bagi pondok-pondok pesantren yang ada di Indonesia terutama bagi yang menganut sistem modern (boarding school : terpadu). Pesantren yang terletak lebih kurang 3 KM sebelah timur Tegalsari dan 11 KM ke arah tenggara dari Kota Ponorogo ini digagas oleh Trimurti, KH. Ahmad Sahal (1901-1977), KH. Zainuddin Fanani (1908-1967) dan KH. Imam Zarkasyi (1910-1985) pada tahun 1926, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Kini, Gontor telah menjelma menjadi rujukan setiap pondok pesantren yang ada di nusantara, bahkan nama Gontor harum di mancanegara karena sistem pendidikan yang diterapkan dan ditambah lagi dengan kiprah alumninya yang tersebar di mana-mana.      

Masyhurnya nama Gontor hari ini tidak terlepas dari perjalanan panjang perjuangan para Kyai dan guru-gurunya di masa lampau. Perjuangan yang ikhlas akhirnya membuahkan hasil yang optimal sehingga dapat dirasakan hari ini oleh keluarga besar pondok. Masa lalu Gontor penuh dengan nilai-nilai sejarah yang menggetarkan jiwa, keikhlasan dan pengorbanan guru-guru dan kyainya sehingga menghantarkan Gontor ke arah yang lebih baik pada hari ini. Saat ini Gontor sudah memiliki 13 cabang di seluruh Indonesia dan satu lembaga universitas yang dulunya bernama ISID (Institut Studi Islam Darussalam) dan sekarang berubah menjadi UNIDA (Universtitas Darussalam Gontor), universitas yang menerapkan sistem boarding school layaknya pesantren.   

Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan lembaga pendidikan yang mandiri dan berstatus swasta penuh sejak masa awal berdirinya hingga kini. Sejak tanggal 12 Oktober 1958 telah resmi diwakafkan oleh pendirinya kepada umat islam di dunia. Dan inilah salah satu keunikan dan keunggulan dari Gontor, ia tidak dimiliki secara personal, namun merupakan milik umat yang dikelola oleh Badan Wakaf yang berwenang. Makanya Gontor terkenal dengan istilah "Gontor berdiri diatas dan untuk semua golongan" karena ia netral tidak berpihak kepada partai politik manapun ataupun berdiri dibawah naugan lembaga maupun yayasan tertentu. Pesantren ini telah terdaftar secara resmi dengan nomor 24 pada tanggal 18 Maret 1956 di Madiun. Kemudian juga terdaftar di Pengadilan Negeri Ponorogo dengan nomor 3, dan telah diumumkan secara resmi melalui surat edaran negara bernomor 85/1960.   

Sistem Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor

Sebagai lembaga pendidikan kader pemimpin yang mengutamakan pembentukan mental dan karakter santrinya, Gontor menerapkan sistem pendidikan yang integratif, komprehensif dan mandiri.  

Integratif merupakan keterpaduan antara intra, ekstra, maupun ko-kurikuler dalam satu kepaduan. Sehingga dengan keterpaduan ini dapat menyatukan tri pusat pendidikan, pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat dalam satu program sekaligus. Memadukan antara keunggulan sistem pendidikan pesantren dan sistem pengajaran madrasah dalam satu paket sehingga terwujudnya pengintregrasian antara iman, ilmu, dan amal antara teori dan praktek dalam satu wadah.  

Komprehensif maksudnya bersifat menyeluruh dab komplit, mengasah semua potensi kemnusiaan yang terdiri dari inteletualitas, spritualitas, mentalitas serta fisik menuju kesempurnaan. Dalam kurikulum pengajaran, Gontor menekankan pada keseimbangan antara ilmu agama dan umum yang mencakup semua ilmu yang bersifat metodologis maupun bersifat material, dan tidak mengenal sistem dikotomi ilmu pengetahuan.  

Mandiri memiliki arti kata terlepas dari ikatan lembaga manapun, semuanya berjalan atas dasar kemandirian pesantren, baik tu organisasinya, pendanaan, sistem, kurikulum, hingga sumber daya manusianya semuanya mandiri. Seluruh santri dan gurunya dilatih untuk mengatur pola kehidupan pesantren secara menyeluruh (self government) tanpa melibatkan orang lain. Hal ini juga merupakan sarana pendidikan yang efektif bagi santri dan guru. Dan keberanian Gontor melepas diri dari keterikatan dengan lembaga manapun, termasuk pemerintah bagian dari pada salah satu kesuksesan Gontor menciptakan model pendidikan yang patut ditiru oleh lembaga pendidikan yang lain.   

Selain itu, sarana utama dalam pendidikan Gontor adalah keteladanan, pembelajaran, penugasan dengan berbagai kegiatan, pembiasaan dan pelatihan, sehingga terciptalah miliu yang kondusif karena seluruh santri tinggal di dalam asrama dengan disiplin yang ketat. Setiap kegiatan dikawal dengan rapat, disertai pengarahan, bimbingan dan evaluasi, serta diisi dengan pemahaman terhadap manfaat, sasaran dan latar belakang filosofisnya. Dengan demikian seluruh dinamika aktivitas tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.      

 Selanjutnya, kemandirian Gontor dalam menyelenggarakan pendidikan juga terlihat pada nilai hasil akhir pendidikan di Gontor. Gontor memberanikan diri tidak mengikuti sistem ujian yang diberlakukan oleh pemerintah, seperti Ujian Nasional (UN) maupun Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) yang otomatis tidak adanya ijazah dari pemerintah bagi alumninya seperti ijazah sekolah umum biasa. Gontor memiliki standar ujian dan kelulusan tersendiri, yang hanya menerapkan dua bentuk model ujian saja, Ujian Lisan (Syafahi) dan Ujian Tulis (Tahriri) dengan sistem Essay (tidak berlaku choice) dan memiliki ijazah sendiri bagi yang sudah menamatkan pendidikan selama 6 tahun program reguler (lulusan SD/MI/Sederajat) dan 4 tahun bagi yang mengambil program intensif (lulusan SMP/MTs/Sederajat).      

 Dan dari keberanian dan komitmen inilah Gontor mendapatkan pengakuan persamaan ijazah dari Departemen Pendidikan Indonesia (saat itu, sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 105.o/2000. Selain itu juga telah mendapat pengakuan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. E.IV/PP.03.2/64/98 yang diperbaharui pada tahun 2009. Namun uniknya Gontor, jauh sebelum mendapatkan pengakuan tersebut, ijazah KMI Gontor (lembaga yang bertanggungjawab atas pelaksanaan program pendidikan Gontor) sudah terlebih dahulu diakui dan diterima oleh lembaga-lembaga pendidikan internasional, diantaranya ; Universitas Al Azhar Kairo, Perguruan Darul Ulum di Universitas Kairo Mesir, Universitas Islam Madinah, Universitas Ummul Quro Mekah, Saudi Arabia, Universitas Internasional Islam Islamabad, Universitas Punjab Lahore Pakistan, Universitas Muslim Alighar, India, Universitas Internasional  Islam Kuala Lumpur, Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Malaya, Malaysia.    

  Berikut beberapa point penting mengenai Pondok Modern Darussalam Gontor : 

Pimpinan Pondok Pesantren Saat ini : KH. Hasan Abdullah Sahal, Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA dan KH. Syamsul Hadi Abdan.  
Nilai dan Falsafah Pendidikan ; 
 1. Panca Jiwa Pondok Pesantren, meliputi ; Jiwa Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah dan Kebebasan. 
2. Motto Pendidikan ; Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas dan Berpikiran Bebas.
Orientasi Pendidikan ; Kemasyarakatan, Kesederhanaan, Tidak Berpartai, Menuntut Ilmu Karena Allah. 
Visi dan Misi. 
Visi ; 
sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, 
menjadi tempat ibadah thalab al ilmi dan menjadi pusat pengetahuan islam, bahasa Al Qur’an dan ilmu pengetahuan umum dengan tetap berjiwa pesantren. 
Misi ;
 Mempersiapkan geerasi unggul dan berkualitas menuju terbentuknya khairu ummah, 
Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin-muslim yang Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, Berpikiran Bebas serta berkhidmat kepada masyarakat, 
Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbetuknya ulama yang intelek 
dan Mempersiapkan warga Negara yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt.      
Falsafah Kelembagaan, Pendidikan dan Pengajaran Pondok Modern Darussalam Gontor;    
Falsafah Kelembagaan ; Pondok adalah lapangan perjuangan, bukan lapangan penghidupan.  Hidupilah pondok, dan jangan menggantungkan hidup kepada pondok. Pondok adalah tempat ibadah dan thalabul ‘ilmi. Pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan.   
Falsafah Pendidikan ;  Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami santri sehari-hari itulah pendidikan. Hidup sekali, hidupalah yang berarti. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja, hidup sekali hiduplah yang berarti. Berjasalah tetapi jangan minta jasa. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan.     
Falsafah Pengajaran ;  Metode lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri. Pondok memberi kail, tidak memberi ikan. Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian. ü Ilmu bukan untuk ilmu, tetapi ilmu untuk ibadah dan amal.                 · 

  Sekian dan semoga bermanfaat.    

Sumber Referensi :
Sumber Foto  : Gontorgraphy https://www.gontor.ac.id/  http://unida.gontor.ac.id/


Video Profil Pondok Modern Darussalam Gontor 

Video Profil Universitas Darussalam Gontor

_____________________________________________

______________________________________________________

Website : http://www.hikayatsantri.com/

Facebook : https://www.facebook.com/hikayatsantri/

Instagram : https://www.instagram.com/hikayatsantri/

______________________________________________________




Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Hai, hallo @hikayatsantri! Kami sudah upvote yah..

·

terima kasih banyak @puncakbukit atas upvotenya.