Jernang untuk pengobatan luka..

in steem •  last year 

image

WARGA memperlihatkan pohon jernang miliknya yang sudah berbuah di Desa Timpleung, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya

Ibnu Hasyim, warga Desa Darussalam, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, sejak 1984 sudah mencari jernang bersama ayahnya (almarhum). Ia juga mengaku memiliki pengalaman menarik saat mencari jernang, karena juga sering berhadapan dengan binatang buas. Namun, karena orang tuanya yang sudah berpengalaman keluar masuk hutan, ada saja strategi untuk menghindari bahaya.

“Saat itu saya masih SD. Jadi ketika ada waktu saya dibawa ke hutan untuk sama-sama mencari jernang. Dulu mudah mendapatkan jernang di kawasan kami. Hasilnya dijual ke kawasan Jeungka Gajah (Meurah Mulia) dengan harga Rp 4.000/kilogram,” ujar Ibnu Hasyim alias Lambeso, mantan kombatan GAM.

Dia mengaku ketika konflik sering memanfaatkan buah jernang untuk obat luka. “Buah jernang sangat bagus untuk luka. Kami sering menggunakan buah tersebut dulu ketika masih konflik. Jadi, kalau teman-teman yang terluka dalam kontak tembak, kami menggunakan buah tersebut,” ujar Lambeuso.

Disebutkan, sekarang ini untuk mendapatkan jernang harus berjalan sehari untuk mencapai ‘hutan jernag’. Salah satu kawasan yang masih banyak stok jernang adalah air terjun tujuh bidadari. Tapi tidak mudah untuk sampai di sana. Selain jauh, medan yang dilalui juga sangat berat.

Lambeuso mengaku sudah mempersiapkan lahan seluas satu hektare untuk menanam jernang. Karena menurutnya, jernang tidak rakus terhadap air seperti kelapa sawit dan tidak mengganggu tanaman lain. Bahkan ia bisa tumbuh di lembah dan teduh, sehingga bisa ditanami di lahan yang sudah ada tanaman seperti kakao atau karet.

Selain itu, jernang tidak membutuhkan perawatan khusus seperti tanaman lain, karena tanaman tersebut hidup liar di hutan. Namun, ia mengaku masih kesulitan mencari bibit jernang. “Kalau yang di kebun sekarang masih ada beberapa batang, tapi bisa dijadikan bibit. Itu jernang yang tumbuh dengan sendirinya, bukan ditanam,” kata Lambeuso

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!