Pelajaran Dari Langit Sore
Langit sore mengajarkan sesuatu,
bahwa tidak semua hal harus datang cepat.
Beberapa jawaban baru muncul
saat hati akhirnya cukup tenang
untuk mendengar dirinya sendiri.
Lihat awan yang dari tadi jalan pelan.
Dia nggak buru-buru jadi hujan.
Dia nunggu waktunya matang.
Matahari juga begitu.
Dia nggak langsung padam.
Dia pamit perlahan,
ngecat langit pakai warna emas
biar kita sempat belajar melepas.
Kita sering panik
Chat belum dibalas,
do'a belum dijawab,
pintu belum dibuka.
Lalu kita paksa langit jadi tengah hari
padahal jamnya masih sore.
Padahal semua yang baik,
butuh waktu untuk jadi indah.
Padi nggak bisa langsung jadi nasi.
Luka nggak bisa langsung jadi tawa.
Kamu juga begitu.
Kamu sedang "disorekan" Tuhan.
Dipanasjan, digoyang angin, diwarnai,
biar nanti saat "malam"-mu datang,
kamu udah siap bersinar jadi bintang.
Jadi kalau hari ini kamu masih menunggu,
duduklah dulu di bawah langit sore.
Tarik napas.
Dengar detak jantungmu.
Di sanalah jawaban yang kamu cari
selama ini berbisik pelan,
"Kamu nggak ketinggalan.
Kamu cuma lagi dipersiapkan."
Tidak semua yang lambat itu tertinggal.
Kadang yang lambat,
justru yang paling dijaga detailnya oleh Tuhan.
Salam kompak selalu.
By @midiagam