Berdamai Dengan Takdir
Apa yang sebenarnya harus dialami oleh seseorang, agar bisa mencapai pencerahan hidup ?
Ada yang bilang, pencerahan adalah kesadaran alami yang muncul dari rasa sakit terdalam.
Adalah saat menengadah ke atas ketika sudah jatuh ke dasar jurang, adalah setelah menelan ribuan rasa pahit manis kehidupan tenggorokan, lalu melepaskan satu helaan nafas tanpa suara.
Tapi perjalanan spiritual dalam hidup ini, tidak pernah hanya memiliki satu warna saja.
Untuk mencapai pencerahan kita harus melewati empat tahap berikut ini.
Satu, mengalami kehilangan. Barulah kita mengerti cara menghargai dan melepaskan.
Kehilangan kepolosan, baru kita tau rumitnya dunia ini, dan bahwa negeri dongeng itu tidak ada.
Kehilangan tempat bersandar, baru kita mengerti bahwa bahu kita sendiri mampu memikul badai cobaan.
Kehilangan orang yang dicintai, baru kita sadar bahwa pertemuan dan perpisahan, semuanya adalah anugerah dari takdir.
Kedua, melewati kegagalan. Barulah kita tau tangguhnya sebuah kehidupan. Saat harga diri dijatuhkan oleh ejekan, saat kebanggaan dilumatkan oleh rintangan, saat impian dikoyak oleh kenyataan. Tapi setiap kali kita jatuh tersungkur lalu bangkit berjuang lagi, barulah kita bisa menumbuhkan ketangguhan.
Ke tiga, menghadapi kesepian. Barulah kita bisa mendengar dengan jelas jawaban didalam hati. Kesepian bukanlah sebuah hukuman, melainkan dialog dengan jiwa. Ia memaksamu menyingkirkan semua kesombongan dan pelarian, sampai kamu mendengar jeritan paling murni dari dalam hati. Jawaban-jawaban yang selama ini terus kau cari diluar.
Ke empat, merangkul ketidakkekalan. Barulah kita bisa menjadi lebih tenang. Hal-hal di dunia ini seperti air pasang dan surut diluar kendali manusia. Ada orang yang kehilangan segalanya dalam semalam, ada juga yang mengejar sepanjang hidup , tapi pulang dengan tangan kosong. Ketika seseorang telah menyadari bahwa nasib selalu berubah dan tidak pasti, kita justru bisa bersikap lebih lapang dada.
Jadi, pencerahan bukanlah kilat pencerahan yang menyambar tiba-tiba, melainkan sebuah proses pengendapan yang panjang. Ia adalah rasa lega setelah melewati banyak hal, ia adalah belas kasih setelah luka sembuh, ia adalah ketika berdiri diatas reruntuhan, namun masih bisa tersenyum sambil berkata,
Perjalanan hidup kali ini....
Aku mengerti
Tidak ada jalan hidup yang dilalui dengan sia-sia. Kegelisahan yang membuatmu tidak bisa tidur di malam hari, perjuangan yang membuatmu menangis berlinang air mata, pada akhirnya disuatu pagi nanti akan menjelma menjadi ketenangan dan kedamaian disorot matamu.
Pencerahan hidup hanyalah tentang belajar berdamai dengan takdir dan hidup berdampingan dengan diri sendiri.
Salam kompak selalu.
By @midiagam