Orang bermental miskin adalah yang paling susah dilayani

in #sikapmental3 years ago

FB_IMG_15309225358806356.jpg
MENTAL MISKIN TETAP MISKIN

A: "Mas, apa bisa bantu saya dapat pekerjaan?"
B: "Oke, apa pekerjaan yang diinginkan?"
A: "Apa saja deh mas, yang penting kerja."
B: "Ok, mungkin saya bisa minta kolega saya untuk kamu jadi sales di sana."
A: "Kalau bisa jangan yang suruh jualan deh mas, saya gak terlalu suka jualan."
B: "Oh gitu yah, oke...oke bentar yah, saya coba telp teman saya di Jakarta."

Setelah menghubungi teman saya, saya pun memberitahu yang bersangkutan.
B: "Ok, ...kata teman saya dia sedang butuh admin untuk input penjualan."
A: "Waduh pak, saya gak bisa komputer."
B: "Ok, mengapa gak bisnis saja?"
A: "Wah, itu butuh modal pak, saya gak punya modal."
B: " Oke, kalau misalnya saya ada teman yang bisa membantumu bisnis dengan modal kecil/tanpa modal?"
A: "Itu pasti MLM, multi level yah? Kalau yang kayak gituan nggak deh pak, gak suka MLM saya pak."

He..he...Saya belum selesai menjelaskan, namun rasanya mendadak kehilangan kesabaran untuk membantu orang ini.

Banyak orang susah bukan karena gak ada KESEMPATAN, namun masalahnya ada pada SIKAPNYA.

Teringat pesan Jack Ma sang pendiri Alibaba, di dunia ini orang yang paling sulit dilayani adalah orang BERMENTAL MISKIN.

Dikasih gratis "Saya mau diperalat apa nih?", dikasih murah "Ini pasti barang jelek", dikasih yang bagus "Ini pasti mahal", dikasih yang modern, "Saya gak berpengalaman", dikasih yang mudah, "Ah itu tradisional".

Hilangkan mental miskin...
Belajarlah untuk ber-MENTAL KAYA...
Apapun harus dipelajari, dicoba & dijalankan. BUKA HATI LEBIH BESAR.
Tentunya dengan KEJUJURAN dan KESABARAN.

Ini bagus buat bahan renungan:

"Orang bermental miskin adalah orang yang paling susah dilayani".

Diberi suatu peluang dengan gratis mereka pikir jebakan.
Ditawarkan investasi kecil mereka bilang hasilnya gak banyak.
Diajak investasi besar gak ada duit, katanya.
Diajak melakukan hal-hal baru merasa gak ada pengalaman.
Diajak jalanin bisnis tradisional katanya berat persaingannya.
Diajak menjalankan model bisnis baru katanya Ribet.
Diajak buka toko ngeluh gak bebas.
Diajak bisnis apa aja, bilang gak punya keahlian.

Mereka punya kesamaan: Nanya Google, dengerin teman yang sama-sama hopeless.

Mereka berpikir lebih banyak dari pada professor, namun bertindak lebih sedikit dari pada orang buta.

Tanyakan apa yang dapat mereka lakukan untuk hidup mereka, niscaya mereka gak bisa menjawab.

Orang bermental miskin gagal karena satu kesamaan sikap: "SEPANJANG HIDUP MEREKA HANYA MENUNGGU".

Kawan...

Benarkah kalian mau mengubah kehidupan kalian?

Teman-teman Jack Ma semua menolak saat diajak kerjasama.
Semua menunggu hasil Jack Ma.

Namun saat dia sukses dengan Alibaba, teman-temannya sudah tak sanggup untuk ikut menikmati karena saham Alibaba sudah tak terbeli oleh mereka.

Sebagian lainnya hanya bergumam: "Ya dia memang beda".
Ya... Jack Ma beda.

Bukan beda dari makanannya karena dia pun orang biasa.
Bukan beda dari kecerdasan karena dia pun hanya guru bahasa Inggris.
Tapi yang membedakan adalah ACTIONnya.

Saat kawan-kawannya menunggu perubahan datang, Jack Ma melakukan sesuatu untuk berubah.

Sampai kapan kita hanya menunggu dan tertinggal?
Lebih baik gagal dalam melakukan sesuatu. Daripada tidak melakukan apa-apa dalam hidup.

Kita bukan mayat hidup.
Negative thinking going nowhere

Coin Marketplace

STEEM 0.48
TRX 0.08
JST 0.061
BTC 47507.55
ETH 3932.51
BNB 541.69
SBD 5.64