Eclipse of the Moon On July 28, 2018 In Metaphysical View [BILLINGUAL]

in science •  3 months ago


In the early hours of July 28, 2018, Indonesia had just experienced a total lunar eclipse. This eclipse happens long enough, about 3 hours more. The peak of the eclipse occurred at 3.24 Indonesian Time. In science studies, the lunar eclipse is seen as one of the natural phenomena. This presents various theological, metaphysical and other general points of view. What is interesting to me is to study this from a metaphysical point of view. A variety of beliefs and perspectives on the eclipse also balances this field of science. Some philosophers argue about the element possessed by nature. Thales a natural philosopher says that nature comes from water. Herakleitos says that nature comes from fire. Another philosopher, Phytagoras, says that this water comes from fire, earth, air, and water. In another study, the philosophers say that these elements contain attraction, repulsiveness, movement and also changeable

Dini hari 28 Juli 2018, Indonesia baru saja mengalami gerhana bulan total. Gerhana ini terjadi cukup lama, sekitar 3 jam lebih. Puncak gerhana terjadi pada jam 3.24 Waktu Indonesia. Dalam kajian ilmu pengetahuan, gerhana bulan dipandang sebagai salah satu fenomena alam. Hal ini muncul berbagai sudut pandang baik secara teologis, metafisik maupun pengaruh umum lainnya. Yang menarik bagi saya adalah mengkaji hal ini dari sudut pandang metafisika. Beragam kepercayaan dan sudut pandang mengenai gerhana turut menyeimbangi bidang ilmu pengetahuan yang satu ini. Beberapa ahli filosif mengemukakan tentang unsur yang dimiliki oleh alam. Thales seorang filsuf alam mengatakan bahwa alam berasal dari air. Herakleitos mengatakan bahwa alam berasal dari api. Sedangkan filsuf lain yang bernama Phytagoras mengatakan bahwa air ini berasal dari api, tanah, udara, dan air. Dalam kajian yang lain, para filsuf mengatakan bahwa unsur-unsur tersebut mengandung daya tarik, daya tolak, bergerak dan juga dapat berubah.


Moving from that understanding, in the metaphysics of all elements of nature is believed through the flow of viewpoints or studies that reinforce the part of logical reasoning. Everything that happens in the universe, atapun in pouring all the causes and effects that occur on the universe and the environment of society is always solved with reasonable reason. Nevertheless, no specific point of view is found in the flow of metaphysics. In this case the metaphysical point of view is more likely to listen to the origin and form of the whole universe. So that the intended rationality is limited to the understanding of speculation put forward by experts or leading philosophers. However, there is still an attempt by the philosopher to find answers to the phenomena about the universe studied in terms of metaphysical science. All studies are based on rational thought processes, and field observations.

Beranjak dari pemahaman tersebut, dalam metafisika segala sesuatu unsur alam di yakini melalui aliran sudut pandang ataupun kajian yang menguatkan bagian dari akal rasional yang logis. Segala sesuatu yang terjadi dalam alam semesta, atapun dalam meremuskan semua sebab dan akibat yang terjadi pada alam semesta dan lingkungan masyarakat selalu di pecahkan dengan akal yang rasional. Meskipun demikian tidak ada sudut pandang khusu yang ditemukan dalam aliran metafisika. Dalam hal ini sudut pandang metafisika lebih cenderung menyimak pada asal usul dan wujud dari keseluruhan alam semesta. Sehingga rasionalitas yang dimaksudkan adalah sebatas pemahaman spekulasi yang ditekemukakan oleh para ahli ataupun para filosof terkemuka. Namun, tetap saja ada usaha yang dilakukan oleh filosof untuk menemukan jawaban dari fenomena tentang alam semesta yang dikaji dalam sudut pandang ilmu metafisika. Semua kajian didasarkan pada proses pemikiran akal yang rasional, serta observasi kajian di lapangan.


Something that can not be properly understood will lead us to the wrong barrier. In the next stage if analyzed in metaphysics theory, lunar eclipse can be understood as a symptom of the universe that explains as well as evidence of a movement that occurs between objects that exist in outer space. The celestial bodies, especially the sun, moon, stars and all kinds of planets and their constituents. So that eclipse events have been trusted about the truths expressed on the theory that there is the occurrence of attractiveness, repulsion experienced by the heavenly bodies and constituents. If so the metaphysical understanding is limited to the understanding of the theory and does not arrive at the testing stage of the proposed theory. Metaphysics is seen as one of science's going to science to pass on the next phrase that has a function to prove the truth. The last stage is the proof of truth through observation and can be proven about a truth.

Sesuatu yang tidak dapat dipahami dengan benar akan menjeruskan kita pada pemahan yang salah. Pada tahapan selanjutnya jika ditelaah dalam teori metafisika, gerhana bulan dapat dipahami sebagai sesuatu gejala alam semesta yang menjelaskan sekaligus sebagi bukti tentang adanya pergerakan yang terjadi di antara benda-benda yang ada di luar angkasa. Benda langit tersebut, khususnya matahari, bulan, bintang maupun segala jenis planet dan unsur pembentuknya. Sehingga kejadian gerhana telah dipercaya tentang kebenaran yang dikemukakan atas teori bahwa ada terjadinya daya tarik, daya tolak yang dialami oleh benda-benda langit dan unsur penyusunnya. Jika demikian pemahaman metafisika berbatas pada pemahaman mengenai teori dan tidak sampai pada tahapan pengujian terhadap teori yang dikemukakan. Metafisika dipandang sebagai salah satu cikap bakal ilmu pengetahuan untuk meneruskan ketahapan selanjutnya yang memiliki funsi pada pembuktian kebenaran. Tahapan terakhir itu adalah pembuktian kebenaran yang melalui proses observasi dan dapat dibuktikan tentang sebuah kebenaran.


In a different view, for people who understand the phenomena of eclipse in the angle of religion must make two approaches that is, a religious approach, and a positive view of science. In this study it corresponds to what Eistein says. In a theory Eistein says: "The science without religion is something that looks blind, religion without knowledge is paralyzed.I think this phrase has a very wide meaning and applies to all fields of science.If the eclipse is seen as a form of reaction of human efforts in using the mind, then in the religious belief, the eclipse is seen as one of the greatness of the Creator.If it is then combined then, in the first sense, with the human knowledge can explain the natural events, whereas with the science of human religion can explain the truth of the Creator of nature There is no difference between these angles, just how we can see from a positive angle.

Dalam pandangan yang berbeda, bagi umat yang memahami gejala gerhana dalam sudut agama harus melakukan dua pendekatan yakni, pendekatan secara agamais, dan sudut pandang positif tentanf ilmu pengetahuan. Dalam kajian ini maka sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Eistein. Dalam sebuha teori Eistein mengatakan :"Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah sesuatu yang terlihat buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Saya rasa ungkapan ini memiliki makna yang sangat luas dan berlaku untuk segala bidang ilmu pengetahuan. Jika gerhana dipandang sebagai bentuk reaksi dari upaya manusia dalam menggunakan akal pikiran, maka dalam kepercayaan agama, gerhana dipandang sebagai salah satu kebesaran Sang Penciptan. Jika ini kemudian digabungkan maka, dalam pemahaman pertama ; dengan ilmu pengetahuan manusia dapat menjelaskan tentang kejadian alam, sedangkan dengan ilmu agama manusia dapat menjelaskan tentang kebenaran Sang Pencipta alam semesta ini. Maka tidak ada perbedaan antara sudut pandang ini, hanya bagaimana kita bisa melihat dari sudut yang positif.

Referency : 1, 2, 3, 4



Vote Witness Below :

vote witness good-karma


And Then.....

https://steemit.com/~witnesses


Ciptakan Banyak Uang Di Walletmu!

~Support This Content~

If you are interested in what I am doing. So your response is very valuable to me. We can do everything if we support each other. Give me support to develop this.

Please Read! Starting a New Tag (#re-book) For Science Contents [BILLINGUAL]

Visit To My Blog ! Story Blog


By : @ponpase | From Indonesia
For : Science, Life, Spirituality, Inspiration, Nature, Philosophy.


Hello community, This is my recommendation for you. Hope you can join our community. Love to all of us.

If you like sevenfingers in giving a curate you can also follow sevenfingers CURATION TRAIL Here


"Thank You"
💗





Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!