Invasive Alien Species di Indonesia
Foto: Berpose di Halaman Kantor TNGGP
Pada suatu kesempatan saya sempat mengikuti pelatihan Invasive Alien Spesies (IAS) tingkat regional yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Regional Centre for Biology Tropical (SEAMEO BIOTROP) di Kota Bogor, sedangkan praktikum dilakukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pesertanya berasal dari negara-negara ASEAN. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari Invasive Alien Spesies (IAS) di negara-negara ASEAN dan meningkatkan pehaman tentang IAS kepada seluruh peserta serta meningkatkan kesadaran akan bahaya IAS.
Apa itu Invasive Alien Spesies (IAS)? IAS adalah spesies asing yang diintroduksi secara sengaja atau tidak sengaja yang berasal dari luar habitat alaminya yang memiliki kemampuan untuk membentuk diri, menyerang, berkompetisi dengan spesies lokal/asli dan mengambil alih lingkungannya. Keberadaan spesies asing ini akan dapat mengancam keberlangsungan spesies alami suatu tempat. IAS termasuk semua jenis hewan, tanaman, fungi dan mikroorganisme lainnya yang dapat mempengaruhi semua jenis ekosistem.
Source: Enceng Gondok di Sungai Musi Palembang
Saat ini Indonesia dirasakan masih sangat lemah dalam pengedalian IAS, dari sisi aturan dan implementasi. UU masih dianggap belum mampu mengendalikan penyebaran IAS, baik yang berasal dalam negeri (antar pulau) maupun dari luar negeri. Negara dengan penerapan aturan yang sangat baik adalah Australia. Memasukkan tanaman atau hewan ke sana harus melewati aturan yang sangat ketat dan waktu yang sangat lama. Mereka tidak mau ada hewan atau tanaman yang akan mengganggu ekosistem di sana.
Source: Hama Keong Mas pada Tanaman Padi
Lemahnya UU dan implementasi dapat menyebabkan terus bermunculan IAS baru yang akan berakibat fatal karena dapat mengubah ekosistem alami. Contoh tanaman IAS adalah enceng gondok, atau nama latinnya Eichhornia crassipes. Enceng gondok berasal dari Sungai Amazon, Brazil yang dibawa ke Indonesia karena keindahan warna bunganya. Sekarang sudah menjadi gulma air yang sangat merusak lingkungan seperti sungai, danau, saluran air dan irigasi. Contoh lain adalah Keong mas atau Pomacea canaliculata, berasal dari Amerika Selatan dan masuk ke Asia tahun 1980-an. Keong Mas awalnya dijadikan sebagai hewan peliharaan dan sebagian orang menjadikannya sebagai makanan sumber protein. Namun sekarang telah berkembang biak dengan sangat cepat dan sudah menjadi hama utama di Indonesia khususnya tanaman padi. Keong mas memakan habis tanaman padi muda yang masih lunak, baik dipersemaian maupun yang baru ditanam. Hama keong mas sudah menimbulkan kerugian yang sangat luar biasa karena sudah tidak mampu lagi dikendalikan.
Peserta Pelatihan IAS di TNGGP
Oleh karena itu kita harus berhati-hati memasukkan makhluk hidup baik antar pulau di Indonesia apalagi makhluk dari negara luar. Jika ingin memasukkan makhluk maka harus melapor dan mendapat izin resmi dari Karantina sebelum menimbulkan bencana lain pada ekosistem Indoensia.
@eileenbeach has voted on behalf of @minnowpond. If you would like to recieve upvotes from minnowpond on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond. To be Resteemed to 4k+ followers and upvoted heavier send 0.25SBD to @minnowpond with your posts url as the memo
Okay. Thank you
@minnowpond1 has voted on behalf of @minnowpond. If you would like to recieve upvotes from minnowpond on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond. To be Resteemed to 4k+ followers and upvoted heavier send 0.25SBD to @minnowpond with your posts url as the memo
Thank you very much
Thank you very much for sharing inspiring content.
Kami upvote..
Terimakasih. 😊
This post recieved an upvote from minnowpond. If you would like to recieve upvotes from minnowponds team on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond.
Thank you
Di daerah lain enceng gondok nggak lagi bikin gondok Pak @ismadi karena sudah didaya guna untuk mebel. Saya pernah meliput dulu usaha kecil dan menengah milik masyarakat di Sawang yang membuat enceng gondok menjadi kursi meja, dan mobiler lainnya. Entah sekarang masih berlanjut atau tidak. Barangkali Pak @ismadi lebih tahu.
Congratulations @ismadi! You have completed some achievement on Steemit and have been rewarded with new badge(s) :
Click on any badge to view your own Board of Honor on SteemitBoard.
For more information about SteemitBoard, click here
If you no longer want to receive notifications, reply to this comment with the word
STOP