Teori Tektonik Lempeng

in #science8 years ago (edited)

Pengertian Teori Tektonik Lempeng

Berdasarkan teori tektonik lempeng, bagian luar Bumi tersusun atas litosfer yang dingin dan kaku serta tersusun oleh astenosfer. Bagian astenosfer ini bersifat plastis akibatnya lempeng seolah olah mengapung dan bergerak di atas atenosfer, kemudian ketika lempeng bergerak maka akan terjadi interaksi antar lempeng sehingga menyebabkan lempeng bergerak saling menjauh dan memisah. Selain itu, Lempeng juga bisa saling mendekat hingga menyebabkan terjadinya tabrakan antar lempeng.
Jenis pergerakan lempeng tersebut dapat diamati pada gambar di bawah ini :
Pergerakan sebuah lempeng akan mengakibatkan perubahan pada lempeng lainnya, berbagai lempeng pada gambar di atas dapat bergerak secara terpisah dan juga bersamaan. Apabila 2 lempeng bergerak saling menjauh, maka lempeng tersebut bersifat difergen, pada gambar di atas bisa kita ambil contoh bahwa Lempeng Indo-Australia bergerak saling menjauh dari lempeng Antartika, Lempeng Amerika Utara juga bergerak saling menjauh dari lempeng Eurasia. Dengan adanya bergerakan difergen ini akan mengakibatkan peristiwa patahan/retakan, salah satu patahan yang terbesar di dunia adalah patahan San Andreas di California Amerika Serikat yang panjangnya sampai 1.300 km.
Jika terdapat 2 lempeng saling mendekat, maka pergerakan tersebut disebut konvergen. Beberapa lempeng yang bergerak konvergen antara lain adalah Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Filipina, kemudian lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia, pergerakan lempeng secara konvergen akan mengakibatkan tabrakan antar lempeng yang berakibat terjadinya fenomena Subduksi dan tabrakan antar benua. Subduksi merupakan hasil tabrakan lempeng Samudra dengan lempeng Benua yang mengakibatkan lempeng Samudra menyelusup ke bawah lempeng Benua seperti pada gambar di bawah, salah satu akibatnya adalah terbentuknya palung laut. Tabrakan antar benua terjadi ketika kerak benua bergerak saling mendekat, salah satu fakta terjadinya tabrakan antar benua adalah terbentuknya pegunungan Himalaya, pegunungan tersebut terbentuk karena ada 2 lempeng benua yang bertabrakan sehingga mengakibatkan salah satu kerak benua terdorong ke atas dan membentuk pegunungan. Apabila lempeng-lempeng saling bergesekan satu sama lain tanpa menyebabkan terbentuknya lempeng/kerak yang baru, seperti yang terjadi pada pemekaran punggungan samudra, serta juga tidak mengakibatkan rusaknya lempeng, seperti yang terjadi pada zona subdaksi, maka lempeng tersebut bersifat transform.

Tulisan : @centrofauzi
Sumber : Google

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.093
BTC 64352.38
ETH 1813.56
USDT 1.00
SBD 0.39