Sampah Digital

in promo-steem •  9 months ago



Sumber


Sampah Digital

Oleh: @usmanosama (Muhammad Usman)



Pada saat acara bedah buku Judul di Belakang (JdB), karya emas penggiat komunitas kanot bu, salah satu pembedah buku pada hari itu menyebut kata sampah digital. Buku ini sebagai salah satu bukti bahwa anak-anak Aceh memberi warna dalam dunia steemit; memproduksi dan mendistribuksikan pemahaman, bukan postingan sampah, begitu kira-kira maksud pembedah buku yang saya tangkap.

Masih menurut pembedah buku tersebut, selama ini kecendrungan para pengguna media sosial, memberi informasi “sampah atau hoax”.

Saya terhenyak dan merenung, maksud kata tersebut. Apakah selama ini saya termasuk yang memproduksi sampah digital atau sebaliknya? Ini pertayaan untuk pribadi saya?

Pertayaan di atas, bisa kita tanyakan kepada diri kita masing bermasing. Kita memiliki akun steemit, lalu kita memproduksi dan mendistribuksikan apa saja dalam akun tersebut?

Berilah Informasi dan Pengetahuan Kepada Mereka

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti sampah merupakan barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas atau lainnya. Era dunia digital di zaman ini, sampah tidak saja dalam bentuk fisik saja, informasi menebar kebencian dan SARA bahkan informasi tak bertuan alias bohong masuk kategori sampah digital.

Kadang, dalam satu hari saja kita mendapatkan ratusan share informasi dari berbagai grup, tanpa membaca sumber atau isi yang belum pasti bisa dipertanggungjawabkan. Kita ikut ngeshare ke berbagai media lalu membuat kondisi makin riuh dan makin tidak terkendali.

Respon yang diberikan biasanya juga beragama terhadap informasi tersebut, pastinya ada yang mendukung dan bahkan berani melawan terang-terangan dalam grup. Akhirnya energi terkuras untuk hal remeh-temeh ini. Kadang juga kita terjebak pada mempertahankan pendapat kita; walau kita tidak punya kompetensi pada bidang itu.

Energi Positif

Steemit sebenarnya bisa menjadi media sosial “SEHAT”, bebas dari informasi hoax dan sampah digital. Ini bisa jadi harapan semua pengguna steemit di tanah air atau di manapun mereka berada, asalkan mereka komitmen menjadikan media ini sebagai media pembelajaran bersama; berbagi informasi, berkawan dan berdonasi sosial seperti beberapa pengalaman yang dilakukan oleh Nanggroe Steemit Community (komunitas saya bernaung).

Kalau sampah rumah tangga saja, yang memiliki bau busuk bisa diolah dan didaur ulang menjadi ekonomis, tentu saja “sampah digital” bisa juga di olah menjadi informasi yang lebih sehat, dengan cara memilah-milah dan memilih informasi yang bersumber serta memiliki nilai kebenaran.

Terima kasih @bookrak telah mengundang saya pada acara bedah buku JdB, sukses untuk kalian semua dan untuk semua steemian.


Together We Can

Regards, Nanggroe Steemit Community (NSC)

Aceh Utara, 06 February 2018

@usmanosama

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!