Gerbang Kota Berdua: Parade Puisi Merindu

in poetry •  3 months ago

5-3-via-meghansikes.jpgSuGam

Gerbang Kota Berdua

Masih terbayang temaram di gerbang kota
Berdua bergenggam tangan terasa mesra
Diterangi ufuk barat merona merah
Saat kulangkahkan kaki menjinjing bawaan
Tanpa ciuman, kecupan, dan belaian
Sengaja kulakukan
Tidak mau tinggalkan jejak perpisahan
Karena sekarang kita bukan terpisah
Sekedar dijarak, sebelum terikat
Sampai nanti
Di gerbang kota ini, Sayang
Aku kan pulang dalam pelukan



shoe_leather_shoe_leather_brown_old_used_worn_antique-1081451.jpg!d.jpgSuGam

Kisah Sepatu Bot

Jejak kaki beralas sepatu bot
Tidak dihiraukan barang sekejap

Tanah merah dihias jejak sepatu bot
Mengular panjang dari awal dilangkahkan

Terciprat genangan diinjak sepatu bot
Berapa jauh tiada yang tahu

Si lelaki bersepatu bot
Apa zahirnya kehendak yang dikejar?

Wahai kaki bersepatu bot
Tidak lelahkah membawa lelaki?

Wahai sepatu bot
Jadilah sang penyaksi



Lumba-lumba-Fraser.jpgSuGam

Sampaikan Kabar Rindu

Duhai penyelam alam
Bolehkah aku titipkan sebuah gubahan?
Pesan picisan dari yang tersayang di seberang lautan
Hanya sebaris kalimat, tidak banyak
Mohon sampaikan

Lewati selat pembelah daratan
Tentu mampu, kau tangguh
Ombak ganas terabas lepas! Terjanglah!
Doaku terselip harap bersamamu
Mohon jangan lepaskan, dilupakan
Hingga tenang berlabuh di tepian

Lihat dia di sana, terduduk di tepian dermaga
Beri kecupan sayang dariku seorang
Sambil katakan
"Sabar, Sayang."



Sunset di pelabuhan teluk bayur padang.jpgSuGam

Berpulang Sayang

Sudah semua terkemas
Pakaian telipat disesakan ke dalam tas
Lembaran kertas masuk terselip di kantong jas

Senyum terkembang melangkah ringan
Jinjing semua titipan dan bawaan
Duduk tenang menantikan

Pekik peluit terdengar!
Pecah barisan menuju labuhan
Tempati lesehan di dalam kapal
Termenung, membayang, Sayang

Kini kupulang setelah lama meninggalkan
Semoga engkau sambut aku dengan senyuman
Haru bahagia di gerbang kota kenangan



arti-mimpi-bertemu-diri-sendiri-simak-apa-saja-maknanya.jpgSuGam

Sendiri Dipeluk Mimpi

Di sini aku, yang dahulu temaram
Melewati gerbang diselimuti kelam
Terdiam bersama malam tanpa bulan
Masih mengembangkan senyum, walau tanpa kau, Sayang

Merenung sejenak di pelataran pertokoan
Tempat dulu kita tertawa berduaan
Gandeng tangan susuri jalanan
Pandangi langit, menghitung bintang
Sama berharap bisa terlelap di hamparan
Sampai pagi dibangunkan kokokan

Lempar senyum lalu berpelukan
Tiada sedetik pun ingin dilepaskan
Sampai terulang lagi hari bersamaan
Mimpi indah yang menjadi kenangan

Kemudian aku coba tenang
Menangkupkan kepala dalam lipatan tangan
Menangis dalam kesendirian
Tersenyum di kesunyian penantian
Entah akhiran atau awalan
Semua remang
Tiada kamu, Sayang



Re-Kun
Indonesia, 05-10-2016

Tulisan ini pernah diposting di sini

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Kunanti kedatanganmu
Dengan menggenggam rindu
Biarlah rasa ini bertahta
kita luahkan saat berjumpa

😉

·

Tunggu tenang sampai datang
Biar dulu merpati yang sampaikan
Bawa potongan dari perasaan
Aku harap akan kau simpan;
Sampai waktunya 'kan datang

·
·

Selaksa rindu t'lah bertahta
waktu memburu ingin berjumpa
Alam belum memberi restu
tetaplah diriku di penantian biru

·
·
·

Rindu itu bumbunya hati
Kumohon jaga jangan tersisih
Biar restu aku yang cari
Agar biru menjadi pelangi

·
·
·
·

Sudah gk bisa komentar lagi saya @re-kun.
STOK kata2 sudah habis😅😅😅

Congratulations You Got Upvote
& Your Content Also Will Got Curation From

  • Community Coalition
IndonesiaPhillipinesArab
@sevenfingers@steemph.antipolo@arabsteem

You received an upvote as your post was selected by the Community Support Coalition, courtesy of @sevenfingers

@arabsteem @sevenfingers @steemph.antipolo