Puisi: Palmerah
PALMERAH
di stasion ini hujan begitu gegas
seperti rindu sepasang kereta
saling memburu namun tak pernah bertemu
hingga matahari demi matahari tetas
Jakarta, 2017
Puisi Palmerah menggambarkan tentang salah satu stasiun kereta rel listrik (KRL) Commuter Line besar di Jakarta. Foto-foto diambil menggunakan kamera telelon genggam Alcatel Flash 2.
DEPOK, 13 Februari 2018
MUSTAFA ISMAIL | @MUSISMAIL



Pendek x pak mus?
Ya pendek pun namanya puisi haha
Sekarang mau menunggu siapa dan apapun bisa dimanfaatkan. Dan bisa menjadi bahan untuk tulisan. Sebelum ada steemit paling hanya sebentar bisa fokus membaca dan buka-buka HP. Kalau sekarang menunggu meskipun lama sudah tidak berasa. Karena asyik. Contohnya bang Mus bisa foto-foto. Dan jadilah satu tulisan. Mantap.
Asyik. Steemit memang mendorong kita banyak melakukan hal positif. Semoga ini makin membuat kita menjadi penulis yang baik. Reward adalah bonus. Terpenting kita menjadi penulis keren hehe...
iya, nulis di blog lain harus sedikit ada "pertimbangan", di steem it sepertinya aku sedikit bisa agak "asal" ... hhhh
hot and new station!
Yes. Stadiun yang tiap hari saya lintasi
Salam kenal, sesama penduduk Depok yang baru masuk di grup chapter Jakarta.
Salam kenal juga. Sabtu kemarin ketika meet up di UI gak hadir ya.
Stasiun ini sering saya lewati
Harusnya kita bertemu. Saya tiap hari turun dan naik kereta di stasiun Palmerah
puisi nuansa merah, saya lebih tertarik fotonya, khas banget
Stasiun itu memang keren
hhhh.... terakhir aku naik kereta api tahun 2000 dulu....
Stasiun yang punya banyak memori di dalamnya. Aku rindu Palmerah, Pak Mus.
Mustafa, itu puisi polaroid yang tetap asyik dibaca. Cocok untuk programnya Iwank. Tinggal memberi catatan kaki 10 halaman.... ha ha ha