KERINGAT SEMAKIN KERING.

in poetry •  last year 

image

Pada saat senja telah datang. Akan mengantarkan malam. Untuk menghilangkan rasa penatku, aku ingin menikmati secangkir kopi di alam senja yang indah ini. Kuhampiri sebuah warung bubur kacang hijau. Lantas aku memesan secangkir kopi pahit tanpa gula.

Sela waktu menunggu hidangan. Tiba-tiba datang seorang perempuan muda dengan raut wajah yang sedih bersama temannya dan duduk di pojok warung.

Penjual telah menghidangkan secangkir kopi untukku. Kepulan kopi pahit menambah seleraku. Namun sepasang telinga menangkap buah kata perempuan muda itu. Gumpalan hatinya yang pahit dikeluarkannya. Kini buah keringat telah kering tak ada jejak di tangannya. Dimasa lalunya ia telah menggadaikan badannya dan memeras dagingnya bertahun-tahun untuk keluarganya di negeri seberang. Buah katanya semakin pedih bagi telinga mendengarnya.

Tak terasa kopi pahit agak dingin. Kutegukkan kopi dengan rasa perihatin mendengarkan buah kata dari perempuan itu. Aku bangkit dan meninggalkan selembar uang di atas meja. Lalu aku meninggalkan warung itu dengan perasaan gelisah. Penghantar petang semakin menangis melihat pahlawan devisa negara masih terbelenggu oleh kemiskinan.....

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!