Bingkai Hati yang Retak

in #poetry7 years ago (edited)

Jangan anggap cinta sebagai tamu asing, bagai mimpi yang akan berlalu saat kau terjaga. Aku ada di sini, mari kita berjalan selagi cinta bersama kita.

Ia mengabariku, puisiku telah membangunkannya. Yang diharapkan juga sudah tiba, dengan kelembutan sebuah sapaan. Kini, setiap menit yang dilaluinya telah menjadi hitungan tahun cinta. Tapi entah mengapa, ia masih enggan untuk melangkah. Kukatakan padanya: Jangan kau anggap ia sebagai tamu asing, bagai mimpi yang akan berlalu saat kau terjaga.

Ia yang sepuluh hari lalu, meminta seseorang untuk menyelami wajahnya, kini terpenjara dalam kelambu masa muda. Meski angannya terus terbakar dalam gelora, kegelisahan tetap saja membawa keputusasaan. Hingga kesunyian kemudian singgah dengan lembut, tapi dengan kuat pula ia renggut hatinya, hingga retak dalam nestapa.

bunga-bleeding-vemalecom.jpg
Bleeding heart flower Sumber

Lalu aku lanjut berkata: Jangan usir dia dari hatimu, hanya sebab ketakutanmu akan cinta. Tahanlah dia, meski dalam sekeping kenangan. Jadikan ia mentari dalam hatimu yang gerhana, hingga fajar menepis kegundahan dengan sinarannya.

Jangan kau lewati malam dengan sayap rindu yang terkepak, lalu rasa itu terbujur kaku dalam gigil, menghadau bingkai hati yang retak. Atas nama kesempatan kau telah mengenalnya, lalu atas nama apa kau harus melupakannya?

Bukankah kau pernah berkata: Ia gadis yang baik, irama langkahnya berbeda dengan gadis lain, gerakan tubuhnya belum pernah kau lihat pada gadis lain pula, hingga kau kemudian terperosok dengan geloranya, senyumnya juga telah kau bingkai dalam hati yang retak itu.

Kalaulah tidak karena cinta, tidak mungkin setiap malam kau terjaga, sementara dia terus saja lelap di sana. Sadarilah, dalam bingkai hati yang retak itu, kau semakin tak berdaya, hatimu terbujur kaku menjadi penyakit dalam cinta, karena lelah menentang asmara. Kini sakitmu bertabah parah, setelah jatuh dari rindu yang tak tertahan.

hati retak_caping.jpg
Hati retak Sumber

Kau telah merasakan cinta hingga jatuh cinta, dalam kesendirian kau tak pernah kuasa, tampak laut pun kau kira padang, ketika kau mendekat, tenggelam, karam, hingga kau sadar masih ada banyak hal yang tersembunyi di balik cinta.

Setiap malam hanyalah tubuhmu saja yang akan tidur, sementara pikiranmu bersamanya. Jangan berharap pagi akan datang membawa kabar cinta. Tapi, datangilah dia, katakan padanya: Aku ada di sini, mari kita berjalan selagi cinta bersama kita.

Tahukah kamu, pada hati yang retak itu, tak ada makna lain cinta bagi si patah hati, selain sebuah kebaikan, untuk merasa dicintai, lebih dari yang diharapkan. Aku yakin, akan datang suatu masa, saat kau tidak bisa menolaknya, dia juga demikian. Tapi aku tak ingin masa itu tiba, ketika kejelitaan telah berganti uban, dan kekeran berganti renta.

Kesunyian hatimu yang menemani kegetiran itu, tidak akan mampu menyibak rahasia, yang terbungkus kenangan. Ada kepedihan lalu di sana. Bingkai kembali hatinya agak tak bertambah retak.

Sort:  

ka dipot angen asmara...

Pot angen kapot, angen laot pot beurijang, ha ha ha @acehpungo lon tes keulayi peu mantong jeut kuh ata lagei nyan. keu selingan sigo-go.

Pu teungoh patah ate bang isnorman?

Ha haha ha kon hai Cek Gu @elianaelisma lon tre sigo-go peu mantong jeut merangkai kata, sira duek-duek jitron laju lagee nyan tulisan jih.

Hello @isnorman, thank you for sharing this creative work! We just stopped by to say that you've been upvoted by the @creativecrypto magazine. The Creative Crypto is all about art on the blockchain and learning from creatives like you. Looking forward to crossing paths again soon. Steem on!

Thank you so much @creativecrypo for you upvoted in my post.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.099
BTC 64519.20
ETH 1873.33
USDT 1.00
SBD 0.38