Sahur Sepiring Puisi
Pada teduhnya candaan panjang
Telah kuisyaratkan bulan kesepian telah pulang
Di seperdua mei tahun masehi Ramadhan pun datang
Perlahan merebahkan tubuhnya di atas gubuk ingatan yang malang
Di waktu yang sama
Sebut saja sahur pertama
Kau hadir begitu cumbu
Pengantar puasa dan puisi yang hampir kelabu
Aku melihatmu menjelma seorang fatimah
Menjadikanku besahut-sahut dalam ibadah
Dan memulai sembunyi-sembunyi selaknya nabi
Sebelum menguak terang di tanah serambi
Pada mulanya setelah menyantap lauk dan nasi
Kita mengawalinya dengan kalimat basa basi
Kau menawarkanku secangkir kopi sebagai pembuka bahasa
Aku menerima segalanya sembari berangan di masjid kita berbuka puasa
Sapaanmu yang subuh kini dingin dan candu
Aku takut sampai rindu
Biarlah, asal kau tak permisi
Bersamamulah aku sahur sepiring puisi
Go here https://steemit.com/@a-a-a to get your post resteemed to over 72,000 followers.
Great Malay poetry loved it
Specially
Terimakasih telah menggunakan #ramadan-tkf, ditunggu artikel berikutnya, segala yang berkaitan dengan Ramadhan
Salam hangat dari Kanada,
This post has received a 1.56 % upvote from @drotto thanks to: @helmi.
Release the Kraken! You got a 3.94% upvote from @seakraken courtesy of @helmi!
You just received a 15.15% upvote from @honestbot, courtesy of @helmi!

wooow kata yang sangat indah bang @helmi kaya akan sastra,saya sangat menyukainya,terima kasih..