Rahasia Wine Coffee
Kopi dengan proses natural, adalah tehnik mengolah kopi sangat tradisional, sebelum mengenal tehnologi.
Proses natural, kopi chery matang (Kopi Gelondong-Gayo) langsung dijemur. Umumnya diatas para - para khusus, lantai semen dan berbagai alas jemur lainnya.
Waktu jemurnya bisa sampai satu bulan, tergantung cuaca. Hal ini terjadi karena tingginya kandungan air pada buah kopi bersama sejumlah unsur kimia kopi yang mempengaruhi rasa kopi.
Lantas kenapa sensasi rasa natural berbeda dengan proses lainnya, seperti semi washed yang biasa dilakukan di gayo?
Kopi dengan proses natural, kaya rasa buah. Seperti blueberry, nangka, strawberry dll. Keasaman kopi lebih rendah. Eksotika rasa menjadi sangat menarik dan membuat keinginan kopi begitu kuat.
Wine Coffee dari Gayo
Sejak beberapa tahun silam, Wine coffee begitu populer di Takengon. Popularitas wine coffee seiring semakin banyaknya permintaan wine kopi ke luar daerah, seperti Jakarta, Yogja, Medan bahkan luar negeri.
Apa itu Wine Coffee?
Wine Coffee sesungguhnya adalah natural proses. Masing-masing produser kopi ini punya trik sendiri hasilkan aroma dan rasa yang kuat dari wine kopi.
Rahasia wine kopi ada di fermentasinya.
Struktur buah kopi (Kopi Gelondong) terdiri dari pericarp (kulit daging terluar) dan biji kopi. Pericarp sendiri terdiri lagi dari beberapa lapisan seperti kulit, daging kulit, layer getah (yang biasanya terdiri dari gula alami dan semacam kandungan alkohol) dan perkamen. Lapisan pericarp adalah yang paling sering dibersihkan, namun lapisan ini juga berpengaruh dalam menambah rasa pada kopi.
Nah, guna hasilkan rasa dan aroma yang memikat layer getah yang merupakan gula alami dan semacam kandungan alkohol itu difermentasi dengan cara khusus.
Salah satu caranya, kopi gelondong merah di masukkan plastik putih transparan dan difermentasi selama satu pekan. Fermentasi tertutup itu hasilkan rasa buah dan aroma kopi seperti wine (anggur) atau aroma sake (Jepang).
Tidak heran, jika beras kopi atau greenbeans kopi wine dijual paling murah rp. 200 ribu perkilo. Sementara bubuknya dijual tidak kurang dari rp. 600 ribu. Rasa dan aroma wine kopi akan terasa kuat jika diseduh dengan seduhan manual
Ike postingen Abang lagu ini mantap pe, kupi Gayo semakin mendunia bang
@hazmisyahputra buge.. Karena ari jemen belene mi kupinte nge megah i Erofa
Terima kasih atas ilmu fermentasi biji kopi ini.
@syamar sama sama bang, barakallah