Keluarga dalam masyarakat Indonesia
Keluarga
Merupakan unit institusi terkecil dimana biasa terdiri dari anggota keluarga yang disatukan melalui pernikahan. Meskipun menjadi unit sosial terkecil nyatanya keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk kepribadian individu terutama anak.
Relasi keluarga menurut para pakar seperti milanowski kelurga merupakan kelompok sosial yang dicirikan oleh tempat tinggal bersama kerjasama ekonomi dan produksi. Keluarga memuat laki-laki dan perempuan setidaknya dua jenis kelamin mempunyai relasi seksual dan diakui secara sosial mempunyai satu atau lebih anak, apakah itu anak kandung atau anak angkat.
Fenomena keluarga khususnya pada masyarakat barat umumnya ditemui keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak yang sering dikenal dengan nuclear family. Sedangkan keluarga yang yang terdiri dari kelompok kekerabatan dari keluarga inti disebut dengan extended family. Dan keluarga yang terdiri dari satu kelompok kekerabatan dengan tambahan yang tidak termasuk dengan ikatan darah dikenal dengan multipel Nuclear family.
Pada sistem sosial masyarakat Indonesia mempunyai keunikan dimana untuk suku atau kebudayaan tertentu bentuk-bentuk pola kekeluargaan multipleks Nuclear family menjadi sebuah fenomena hal yang biasa. Artinya dalam masyarakat sering kita jumpai satu rumah beranggotakan lebih dari satu keluarga inti, sehingga didalam keluarga tersebut memungkinkan tatapmuka yang intensif antar anggota keluarga. Berbeda dengan keluarga barat yang lebih cenderung mengadopsi Nuclear family
Bila kita kaji kembali bahwasannya sistem keluarga extended Nuclear family atau keluarga yang terdiri dari lebih dari satu keluarga inti adalah, bahwa sistem kontrol dan internalisasi nilai akan terjadi secara intensif dan skeluarga menjadi unit sosialisasi terhadap anak terpenting. Bentuk-bentuk afeksi rasa kasih sayang, perhatian tersalurkan secara merata.
Nah sebenarnya yang menarik disini adalah bagaimana terbentuknya sistem keluarga besar (extended) tersebut. Pada masyarakat tradisional yang meraih memegang erat sistem nilai norma maka itu sangatlah masuk akal. terutama terpeliharanya dengan baik doktrin "banyak anak-banyak rezeki" makan-tidak makan yang penting ngumpul".
Seiring dengan perkembangan zaman sikap pola pikir dan sistem kebudayaan, maka turut bergeser pula sistem keluarga besar menjadi keluarga batih.Keluarga besar menjadi keluarga inti. Namun perubahan tersebut tidak serta Merta mengubah semua komposisi sistem kekeluargaan masyarakat Indonesia.
Dari pergeseran tersebut maka implikasi sosial pun banyak kita rasakan, seperti degradasi relasi sosial, banyak anak yang tidak tau garis kekeluargaan. Kurang maksimalnya afeksi keluarga yang tentunya pada tahap tersebut sangat dibutuhkan.
Konsep kemandirian keluarga setelah menikah nampaknya turut berperan dalam mempengaruhi proses perubahan komposisi penduduk dari keluarga besar kepada keluarga batih.
Terimakasih sudah mampir dan telah upvote