Akhirnya, Gramedia

in #literature8 years ago (edited)

Hiruk pikuk *halah yang disebabkan karena kehadiran Gramedia di Banda Aceh bisa dikatakan mulai mereda. Kalau diawal-awal dulu tiap mau kesana harus mikir beberapa kali, sekarang lebih nyaman mau datang kapan aja.

Akhirnya, Gramedia hadir juga di Banda Aceh ^^


image

Image : foto lama dari meulancong.com


Sebagian orang melihat kehadiran gramedia ini layaknya lahirnya sebuah mall nan kece dan kekinian, dan ujung-ujungnya hanya jadi tempat hangout. Belum lagi setiap sudutnya terbilang cukup instagramable . Dan ini terlihat di awal pembukaan Gramedia Aceh ini.

Bagi sebagian lainnya, kehadiran gramed itu layaknya musim dingin yang biasanya cuma beku menggigil. Sekarang ? lebih sedikit hangat dan berwarna dengan hadirnya salju di musim itu. Girangnya melihat gramedia, sama ketika pertama kali melihat salju dulu.


image


Secara pribadi, saya menganggap gramed juga salah satu tempat hangout yang menyenangkan. Dikelilingi ilmu dari berbagai bidang, suasana yang memang tidak seperti perpustakaan, tapi bikin betah ngadem di sana lama-lama.

Dan yang paling utama, saya tidak perlu keluar kota - ke kota besar lainnya- hanya untuk mencari buku dari penulis favorit, atau menghabiskan uang yang tak sedikit demi mendapatkan bacaan berbahasa inggris di toko buku sekitaran bandara, ketika sedang bepergian dengan pesawat udara.


image

Image : rak buku, bukan di gramed Aceh


image

Image : Akhirnya punya buku Jane Austen yang berbahasa indonesia


Ketika akhirnya saya menginjakkan kaki di gramed, melangkah dengan cepat sambil melirik jenis-jenis buku yang dipajang, tangan meraih satu, dua, tiga buku... Rasanya gak sabaran untuk ke kasir dan membayar beberapa buku yang begitu saya lihat yakin harus saya beli. Syukur, niat itu sirna karena isi dompet tak memadai :D

Tapi dibalik semua itu, ada satu hal yang nempel di kepala; bagaimana dengan toko-toko buku lainnya ?

Sort:  

Kehadiran GM di Aceh setidaknya sudah meringankan beban ongkir para pemburu buku. Terlepas dari lengkap dan tidak lengkap, saya bersyukur, setidaknya, anak-anak SMA pulang sekolah atau akhir pekan punya destinasi untuk berteduh yang dapat memanjakan mata, memperkaya gizi isi kepala, hingga sering "geram" karena ada buku yang diincar namun isi kantong duhh tipis benar.

Setuju di bagian ini. Tapi tetap g bisa menghilangkan yg di fikiran, nasib toko-toko buku langganan. Kehadiran gm memudahkan kita, tapi dari sisi yg lain, dia mematikan bisnis toko buku lokal gak ? Itu 😁

Maisng-masing ada rezeki dan marketnya sendiri

Insya Allah enggak. Nanti deh, Ichsan coba ulas dalam perspektif Ichsan. Banyak sisi yang harus sama-sama kita bedah kak.

Sipp ditunggu.. :)

Ah... Jane Austen, suka kali dengan gaya nulis dia.
Cerdas, kadang sedikit sarkastis dan bahkan terlalu blak-blakan, untuk penulis perempuan di masa dia ya kak.

Iyaaaaaa... Trus karena settingannya old english, jadinya makin kecee.. tapi baca yg english version lumayan mumang kita 😂😂

Ah, sungguh suatu cobaan yang berat melihat buku bagus tapi budget lagi pas-pasan. :(

😂😂😂

Alhamdulillah ikut senang kak. Jadi mudah belanja buku dan punya tempat nongkrong baru yang lebih asik. He he

Enjoy the vote and reward!

Alhamdulillah..bnr sekali :)

Keren kami sudah sempat berkunjung juga diakhir tahun 2017,
upvote ya

Semoga semakin keren ya :)

Aku ja lom pigi

Jangan nunggu ditutup baru hadir Bro. Minimal, ngabsen dulu. 😂

Hahahaha absen 😂😂

Pigi lah banggg :D

Cair sbd kali ini harus borong beberapa buku di
Gramed 😂

Udah prnah kesana, tapi ujung2nya sengok jugak karna gak bisa bawa pulang buku favorit yg ada disana. 😁

#dompettipis

Sangat mengerti perasaan @alvaro017 😁😁

Hahahahah pedis kak 😂

Aku bilang kalau Gramedia Aceh adalah gramedia syariah. sebab mushalla yang representatif serta lantai dua yang dipenuhi buku Islam dan Al Quran.. seharusnya dibangun empat lantai, ditambah cafe dan aula pertemuan.. jadi kita bisa kumpul semua disana.

Hahah setuju.. buku islaminya banyaaaakk...

Penambahan cafee pasti bikin graned jd tempat hangout populer tu

beberapa tempat termasuk di jekardah, gramed selalu didampingi sama toko donat.. seharusnya disini juga begitu. minimal donat kentang

Kerja sama dengan pengusaha lokal ya..hmm

Ngak mesti lokal, interlokal juga boleehh

Sama, saya juga mikir itu tmpat hangout yg lumayan kece. Mall, itu juga yg saya rasakan terhadap toko buku besar ini. Tapi saya nyaris ga kepikiran bakal gimana toko buku kecil yang lainnya kalau bukan karena saya baca postingan ini. Postingan yang cukup ringan untuk membuat pikiran saya bermain. Suka sekali.

Terima kasih dek hime .. kita tunggu postingan @lontuanisme terkait hal yg kita pertanyakan ini :D

Waktu datang ketika hari ke sekian, nyari buku erbaru dr pengarang favorit, eh nggak ada. Kayaknya belum di-display. Nyari komik bacaan langganan Abel, eh katanya malah masih di Medan. Haha

Hahahhaa anggaplah karena merek masih baru. Semoga semakin baik lagi kedepannya hehe

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.31
JST 0.086
BTC 58544.57
ETH 1575.66
USDT 1.00
SBD 0.38