Kegelapan Dausa
Penulis: Popon
Aku merasa ada sesuatu yang mengikuti dan dia terus mengikut sepanjang jalan ku, tanpa ku sadari dan menyadari bayangan apa yang mendapangi ku tersebut seakan-akan membuat takut, langkah ini mulai goyah dengan semua yang sedang terjadi.
Semakin aku kejar bayangan tersebut malah semakin mendekat dan bahkan aku berlari dan terus berlari dia semakin mendekat. Bayangan besar, hitam, dan wajahnya pun tidak pernah aku ketahui seperti apa, karena ketakutan yang tidak memberanikan diri untuk melihatnya.
Tapi ketakutan itu hanya ada ketika aku mulai menyadari akan arti dari kehidupan ini, yang niscaya dunia sudah tidak lama dan setiap umat bakal binasa kembali kepada Nya. Namun di masa itu karena kemusyrikan ku membuat bayang hitam yang penuh dosa selalu mendekat, mengajak ku ke jalan yang sesat. Jalan yang membuat ku lupa akan arti dari kehidupan yang sesungguhnya.
Izin kan aku bersujud dan menyembah mu Tuhan, karena aku telah semakin lupa akan perintah mu. Kelalaian kini ku selalu di bayangi oleh dosa, kemaksiatan, kemunafikan, bahkan dosa-dosa besar kini telah menjadi sahabat setia dalam hidup ku Tuhan.
Tuhan andai aku bisa menjadi budak, tolong Tuhan perbudakan ku hanya untuk MU. Berikan ku jalan kasih mu, berikan ku cahaya dari mu agar aku selalu bisa bersujud kepada mu.
Jika hari ini adalah terakhir bagiku Tuhan, maka izin kan ku untuk mengucap nama mu di hembusan nafas terakhir ku. Karena dengan itu Tuhan aku yakin engkau masih sayang kepada ku dan masih sayang kepada seluruh hamba yang ingin pintu taubat dari mu.




Luar biasa... kata demi kata yang tersusun rapi pada postingan @popon sangat bermakna... trimakasih.
Kunjungi @iskandarawe
Regards