Steemit Goes To Campus

in #life9 years ago (edited)


SETELAH beberapa kali tertunda, akhirnya saya dapat duduk bareng bersama dua kolega mengulas step by step cara mengelola akun Steemit. Sebelumnya ajakan janjian terhalang libur semester di kampus, di samping juga karena kesibukan masing-masing. Selama ini kami hanya berdiskusi melalui WhatsApp.

Pagi itu di pojok kantin FISIP Unimal, jadilah saya meet up kecil-kecilan bersama @yusrizalhasbi (baju putih) dan @ibrahimchalid (baju biru). Mereka berdua sudah punya akun Steemit tapi karena tidak tahu cara menggunakannya sehingga belum ada satupun tulisan yang diposting. Itulah sebabnya mereka ingin bertemu langsung dengan saya.

Sosok dosen hukum pidana @yusrizalhasbi mendalami ilmu Steemit patut saya acungi jempol. Ia betul-betul ingin berguru menggunakan media sosial yang berbasis blockchain. Beberapa pertanyaan fundamental turut dilontarkan meskipun saya sendiri masih belum puas menjelaskannya.  

Sebenarnya @yusrizalhasbi lebih jago menulis dibandingkan dengan saya karena saban bulan tulisannya muncul di rubrik Opini surat kabar Serambi Indonesia. Bahkan ia sudah menerbitkan buku Kapita Selekta Hukum Pidana.   

Sementara satunya lagi dosen antropologi @ibrahimchalid bukanlah sosok cilet-cilet. Mahasiswa program doktoral di Universitas Airlangga Surabaya ini tak perlu diragukan lagi kemampuan menulis. Berbagai hasil penelitian sudah dibukukan dan dimuat di berbagai jurnal. Ia pun tertantang ingin menjajal Steemit.

Mantan aktivis HAM semasa kuliah sarjana di USU ini mengatakan akan segera membuat tulisan perkenalan. Saya juga sudah bantu mengunduh aplikasi eSteem di ponsel beliau.  

Saya berharap @yusrizalhasbi dan @ibrahimchalid segera menulis di Steemit karena semakin lama menunda maka semakin jauh tertinggal dengan orang lain. Tak ada alasan lagi menunda postingan pertama  karena saya sudah membagikan cara untuk dijalani.

Sahabat Steemians, pelajaran apakah yang bisa saya petik dari pertemuan ini? Bahwa mengelola akun Steemit harus serius dan fokus sehingga lahir tulisan bernas pada setiap postingan. Hasilnya tentu tidak sia-sia, kita akan diganjar reward berupa Steem Power dan SBD sehingga bisa dirupiahkan.

Lain halnya dengan media sosial di luar Steemit. Saya menilai Facebook, Twitter, Instagram atau Path, usernya memiliki kecenderungan psikologis untuk meraih daya tarik dari status yang ditulis sehingga mendapatkan kepuasan secara afektif, konatif dan kognitif. Jadi orientasinya sangat jauh berbeda.

Inilah kisah saya kali ini lalu mana kisah anda. Pesan saya keep posting always sharing.   


Salam,
@dsatria  

Sort:  

Hanya beberapa penulis di steemit yg tulisannya saya baca sampai habis, bukan karena apa2 , tapi lebih dikarenakan saya jarang membaca,. Tapi entah kenapa tulisan bang @dsatria saya baca sampa ke tulisan up vote,.. Gaya bahasa yg patut saya contoh.... anda luar biasa kalau ariel bilang bang. Salam buat yg baju biru dan putih bang.. Mereka aset dan harus dijaga dengan darah.

Ah yang benar @yahqan. Jangan fitnah ya. Hehehe... Dari pada nitip salam mendingan ketemuan aja. Kapan kita ngopi merayakan kelulusan sebagai anggota Panwas.

Ups.... Bukan fitnah bang.. Tap inilah kenyataannya,..

Bukan panwas abang.. Tapi Bawaslu.

dapat ya. raseuki aneuk agam mak

Amazing sekali rekan saya mengajarkan ke rekan2 lain..... Semoga berpahala besar

Kawan masbro tuh @ibrahimchalid sangat serius mau nulis di Steemit. Kita tunggu aja actionnya.

Bereh that bang....

Jangan lupa follow dan upvote @dodybireuen

Ka bereh Bang, ka lheuh loen follow dan up vote...

GSA - Gerilyawan Steemit Aceh

Akhir abang mau kasih komentar di blog saya ini. Terima kasih.

Lanjutkan bg.
Semoga sukses.
Salam dari abu

Bek tuwoe upvote beuh.

Pak @dstaria, sampaikan saja dalam sela-sela memberi mata kuliah kpd mahasiswa. hehe

Mantong pree kuliah. Eunteuk akan ta peuget kuliah steemit cukop 2 SKS.

Tulisan ini saya baca tuntas dengan penuh semangat. Saya senang dengan diksi yang dipilih oleh rekan saya @dsatria dalam postingannya ini. Steemit memiliki prospek yang baik di masa depan. Bahkan, Steemit diperkirakan akan seheboh Facebook.

Mensosialisakan Steemit di Kampus-kampus yang ada di Aceh adalah sebuah langkah yang sangat tepat!

Terima kasih telah berbagi tulisan ini dengan kami. Salam sukses dari Bireuen.

Dari Bireuen kita perkenalkan Steemit.

mantap bang... steemit goes to school keren juga bang kayaknya. mengajarkan siswa untuk menulis.

Nyan lagak that judul. Olah laju. Peuget meupadum boh seri.

hana that carong lom bang... menyoe hana halangan akan ta coba peugot nyan.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.089
BTC 61494.66
ETH 1717.84
USDT 1.00
SBD 0.38