Mencintai itu ...

in #life8 years ago

Kemarin Siang sampai sore aku meninggalkan rumah. Yang pertama pada tahun 2018 aku memenuhi ajakan ngopi seorang teman. Tentu saja suamiku bersedia mengantar namun tidak kuizinkan menjemput. Sebagai orang yang katanya sangat sayang istri, tentu saja tidak ada perbedaan antara hari valentine dimana pun di bumi ini. jeehh..apa hubungannya? NGGAK ADA! ya nggak ada, paling-paling bentar lagi status facebook jadi rame dengan postingan tentang anti valentine dan pro-valentine. loen hana roih beuh...!!

Bertemu kawan yang sangat berpengalaman dalam hal Cinta memang berbeda dengan orang yang tidak mudah mengenali atau mengungkapkan cinta. Aku selalu menikmati saat-saat berkualitas kami membahas tentang Cinta. Menurutku, banyak hal yang bisa kuambil jadi pelajaran dalam setiap kisah yang disampaikannya. Mencintai hingga ke dalam tulang, terluka parah demi cinta, jatuh bangun mempertahankan cinta, menyerah dan kembali mencintai. Lengkap semua yang perlu kuketahui.

Bagaimana orang bisa hidup tanpa merasakan cinta? aku pikir orang yang demikian adalah orang yang menutup diri dari cinta. bisa jadi karena ada sesuatu yang hanya diketahui oleh para psikolog dan psikiater. barangkali juga sesuatu yang hanya dipahami oleh penyair dan pemuja cinta. aku tidak bisa mengambil kesimpulan khusus tentang orang-orang itu. aku pikir pasti ada cinta juga dalam setiap tindakannya yang tidak dipahami orang sepertiku.

aku adalah orang yang sangat mudah mengungkapkan cinta, dengan berbagai cara yang kupelajari dari pengalaman orang lain, dari buku dan artikel yang aku baca atau syair-syair yang dituliskan pujangga. Gibran menurutku salah satu yang paling mudah kuterima dalam hal pengungkapan dan pendefinisian tentang cinta.

suamiku adalah orang yang sering bilang "I Love You" dan tidak segan dan enggan mengatakan "aku sayang kamu" namun tidak setiap saat hal itu dikatakannya. sebab bila sering dikatakan aku akan segera menggodanya dengan macam-macam hal yang bisa membuatnya bungkam selamanya dari menyatakan perasaannya padaku.

bagiku, dibiarkannya aku bangun tidur kapan aku mau apabila usai shalat subuh aku kembali naik ke peraduan dan bergulung dalam selimut, dia hanya akan datang mengganggu tidurku apabila hampir tiba shalat dzuhur (yg ini jarang terjadi kecuali pada bulan Ramadhan) adalah bentuk cintanya yang paling sederhana. Membantuku cuci piring atau peralatan masak bila dilihatnya aku terlalu asyik dengan buku dan facebook misalnya adalah bentuk cintanya yang lain. Tapi yang paling membuatku terharu adalah upayanya untuk membuatkan aku coklat hangat saat migrainku kumat.

Meski sesekali dia akan membanting pintu dan menjauh dariku karena tidak mampu menahan kesal karena aku telah menyentuh sesuatu yang paling sensitif dalam harga dirinya sebagai manusia dengan menggunakan keahlian utamaku memilih kalimat atau kata yang paling kejam. Well, setidaknya aku tahu bahwa dia tidak akan pernah meletakkan seujung jari pun pada tubuhku dengan kemarahan dan tujuan kekerasan. Aku memahami cintanya padaku cukup untuk membuatnya bersabar pada tindakan tak terduga istrinya ini.

Kami bukan pasangan yang senang berfoto berdua setiap saat. Sejak berpacaran jarak jauh dengan frekuensi bertemu setahun 3 kali, bertunangan dengan frekuensi bertemu setahun 2 kali pun kami jarang benar mengabadikan kebersamaan kami. dia tak suka, aku pun tak merasa perlu. aku tak keberatan bila dia tak menggandengku dalam keramaian. aku tidak mengharapkan pujiannya pada setiap masakan yang dimakannya dengan lahap, karena melihatnya makan itu adalah bentuk cintanya padaku. Bagaimana aku mencintainya? sekedarnya saja sesuai kemampuanku. mendo'akan kesehatan dan kebahagiaannya, melayani dan menemaninya sebagaimana yang dia inginkan tanpa merendahkan kemanusiaanku tentu saja.

Aku mulai yakin bahwa mencintai itu sama saja dengan membebaskan, bersabar, menerima tanpa memaksa untuk diterima, menghargai dan menghormati kemanusiaan (tentu saja yang kubahas adalah cinta pada manusia) sesuai kadarnya, kemampuan dan keikhlasan. apalah artinya cinta bila tidak disertai keikhlasan memberi dan menerima?

ada yang tak kupahami dari pengalaman orang-orang yang kukenal dan tak kukenal dalam memaknai cinta. Aku pernah melihat seseorang berkhianat dalam nama cinta. aku bahkan menjadi saksi seseorang menangis demi cinta yang tak terbalas. oohhh.. jangan tanya soal orang yang berbahagia karena cinta, terlalu banyak. Mengapa orang yang tadinya saling memupuk cinta berpisah bahkan setelah mereka punya buah cinta? lalu mengapa mereka sanggup menyakiti orang yang pernah begitu mereka cintai seolah mereka adalah setan jahat?

tak sanggup kupikir.. hati kecilku pun menolak mencari jawabannya. setiap orang unik, mereka punya cara dan metode sendiri dalam memaknai cinta. aku pikir itu adalah bagian paling pribadi dalam perasaan dan keputusan masing-masing orang. tak ada waktu dan hak pada diriku untuk menilai dan menghakimi pilihan orang untuk mencintai atau berkhianat. mencintai bukan sekedar mengungkapkan pujian namun juga memberi ruang untuk menemukan kekeliruan lalu mencari kebenaran. tidak ada tempat untuk perbandingan dalam cinta akan tetapi untuk pilihan ada.

aku memilih mencintai orang yang bisa kucintai semampuku, seikhlasku tanpa mengharapkan apapun dari mereka. aku tidak pernah mengharap cintaku dibalas. berharap hanya menuntunmu pada kecewa. sedangkan yang aku yakini, satu-satunya tempat berharap yang tidak akan pernah mengecewakanmu adalah Allah Maha Cinta.

IMG_20171018_195011_HDR.jpg

Sort:  

thank you.. sorry that I don't write in english, coz it's nothing too important to share anyway

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.079
BTC 63264.99
ETH 1671.73
USDT 1.00
SBD 0.42